abraham samad
foto: rmol(co)

Hari ini masyarakat kembali mendapatkan berita yang kurang sedap dari lembaga KPK, Ketua KPK Abraham Samad ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sulselbar. Samad menjadi tersangka dalam kasus pemalsuan dokumen yang melibatkan wanita cantik bernama Feriyani Lim. Kasus yang menjerat Ketua KPK ini memang sudah diketahui oleh masyarakat beberapa waktu lalu, sebagian menganggap ini hanyalah upaya pelemahan KPK.

Abraham Samad sendiri telah menunjuk kuasa hukum yaitu Nursyahbani Katjasoengkana. Selain Nursyahbani Katjasoengkana, ada sekitar 60 pengacara lainnya yang akan membantu proses hukum Samad.

Nursyahbani sendiri tadi sudah datang ke gedung KPK untuk membahas kasus hukum yang membelit Samad. Tim pengacara yang akan membela Ketua KPK ini hampir sama dengan tim pengacara dari pemimpin KPK lainnya yang terkena kasus hukum, Bambang Widjojanto. Nursyahbani menganggap apa yang terjadi pada pimpinan KPK tersebut adalah bagian dari kriminalisasi dan politisasi.

Terkait penetapan Samad sebagai tersangka, polisi memanggil Ketua KPK Abraham Samad pada 20 Februari 2015. Kasus yang membelit Samad adalah pemalsuan dokumen dalam pembuatan kartu keluarga Feriyani Lim. Feriyani Lim sebelumnya dilaporkan oleh Chairil Chaidar Said. Surat pemanggilan kepada Ketua KPK tersebut telah dikirimkan ke Jakarta.

Melihat banyaknya pimpinan KPK yang terbelit kasus hukum dan ditetapkan menjadi tersangka, pimpinan DPR berharap Presiden Jokowi segera mengambil langkah. Presiden bisa mengangkat pimpinan sementara atau mempercepat proses pergantian pimpinan KPK yang memang masa jabatannya berakhir pada tahun ini.

Kasus yang membelit Abraham Samad dan Bambang Widjojanto memang terkesan dicari-cari untuk upaya pelemahan KPK. Memang tak bisa dibantahkan bahwa pimpinan KPK juga manusia yang bisa berbuat kesalahan. Namun, apa yang terjadi saat ini tak bisa juga dianggap sebagai kasus biasa karena masyarakat sendiri sudah mengetahui ada kisruh antara kepolisian dan kpk.

Masyarakat saat ini berharap pada Presiden Joko Widodo agar mampu mengambil keputusan yang terbaik sehingga dapat menyelamatkan KPK maupun kepolisian. Presiden diharapkan tidak mengecewakan rakyatnya setelah kemarin rakyat sangat kecewa dengan putusan praperadian Komjen Budi Gunawan.