Ahok Tidak Butuh Orang yang Sangat Pintar
tribunnews.com

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tidak butuh orang yang sangat pintar untuk menempati jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hal yang paling penting untuknya adalah pejabat yang mempunyai hati nurani dan jujur.

Kalau bodoh-bodoh dikit nggak apa, saya juga nggak pintar amat,” ujar Ahok ketika jadi pembicara utama dalam Talk Show dengan tema “Strategi Tata Kelola Anggaran yang Efektif, Efisien, dan Hemat” di Balai Agung, Jakarta, Kamis (11/12/2014).

Ahok mengaku ketika dirinya menyelesaikan pendidikan formal untuk jenjang magister (S2), ia tidak pernah mendapatkan nilai A. Hampir rata-rata nilai yang didapatnya adalah B. Hanya satu mata kuliah yang mendapatkan nilai A yaitu mata kuliah keuangan.

Saya sekolah itu gak pernah dapat nilai A semua, saya waktu kuliah S2 cuma satu A-nya keuangan karena saya kuasai keuangan, yang lain B,” jelas Ahok.

Lebih lanjut Ahok menjelaskan jika orang bodoh masih bsia diajari, tapi yang repot adalah jika ada orang bodoh yang tidak mau diajari dan ada orang pintar yang tidak mau mengikuti saran yang diberikan.

Kalau bodoh kita ajarin yang repot pinter kagak ajar bodo kagak nurut kalau dikampung saya disebut gitu, itu yang repot,” ujarnya.

Hal ini diungkapkan berkaitan dengan rencananya untuk melakukan perombakan besar di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada akhir Desember 2014 ini. Rencananya ia akan menstafkan sejumlah PNS yang memiliki kinerja buruk.

Jadi orang seperti itu kita parkirkan ya kalau di polisi itu tahu nggak namanya? Di Anjakan, Anjak itu Analisis Kebijakan. Jadi kerjanya itu di warung kopi diskusi aja,” ujar Ahok disambut tawa.

Jika hal ini terjadi, para pegawai negeri sipil di Pemprov DKI Jakarta yang memiliki kinerja buruk harus siap-siap untuk distafkan. Hal ini dilakukan agar seluruh PNS di lingkungan Pemprov memiliki kinerja yang baik serta untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai yaitu membawa Jakarta menuju perubahan yang lebih baik. Salah satu faktor yang dapat mendorong perubahan menuju Jakarta yang lebih baik adalah memang dengan memperbaiki kinerja para pegawainya.