Semarakkan Malam Seribu Bulan dengan Amalan Malam Lailatul Qadar
Semarakkan Malam Seribu Bulan dengan Amalan Malam Lailatul Qadar | sumber: punyasaya(co)

Apa saja amalan malam Lailatul Qadar? Semua umat Muslim yang taat pasti ingin meraih malam Lailatul Qadar, malam yang penuh dengan kemuliaan dan hanya bisa dijumpai satu tahun sekali. Orang-orang yang beribadah rutin sepanjang tahun pasti akan lebih mudah memperoleh kemuliaan malam Lailatul Qadar sebab mereka rutin melakukan ibadah daripada orang yang jarang beribadah.

Malam Lailatul Qadar adalah 10 malam terakhir dalam bulan Ramadhan dan disebut malam yang lebih mulia daripada seribu bulan. Oleh sebab itulah, malam-malam ini dihabiskan oleh Rasulullah untuk lebih sungguh-sungguh lagi beribadah kepada Allah Swt.

Tapi, bagaimana dengan zaman sekarang? Keadaannya bisa dikatakan sangat kontradiktif jika dibandingkan zaman Rasul masih hidup dulu.

Jika dulu menjelang Hari Raya Idul Fitri atau 10 malam terakhir bulan Ramadhan yang merupakan malam-malam Lailatul Qadar banyak umat Muslim yang memenuhi masjid untuk i’tikaf, kini banyak umat Islam yang justru memenuhi pusat perbelanjaan di malam-malam Lailatul Qadar hanya untuk sekadar membeli baju lebaran.

Banyak juga yang menyibukkan diri membuat kue lebaran untuk suguhan Lebaran. Tak sedikit pula para remaja yang melakukan acara buka puasa bersama di malam-malam Lailatur Qadar sampai-sampai melewatkan shalat Tarawih berjamaah di masjid.

Bukan itu yang sepatutnya dilakukan umat Muslim di akhir bulan Ramadhan, terlebih pada malam-malam Lailatul Qadar, tetapi yang benar adalah semakin menyibukkan diri dalam beribadah seperti yang dilakukan oleh Rasulullah saw.

Apa saja amalan-amalan malam Lailatur Qadar yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw?

Amalan untuk Menghidupkan dan Merayakan Malam Lailatul Qadar Menurut Sunnah Rasul

Bagaimanakah cara untuk menghidupkan malam Lailatur Qadar? Apakah amalan malam Lailatul Qadar cukup dengan melakukan shalat malam, membaca Al-Quran, dan itikaf di masjid? Berikut ini amalan-amalan di malam Lailatur Qadar yang sering dilakukan oleh Rasulullah saw.

1. Bersemangat dalam Beribadah pada 10 Malam Terakhir Bulan Ramadhan

Bersemangat dalam Beribadah pada 10 Malam Terakhir Bulan Ramadhan
Bersemangat dalam Beribadah pada 10 Malam Terakhir Bulan Ramadhan | sumber: dergi.nebevihayatyayinlari(com)

Dalam menyambut 10 malam Lailatul Qadar, Rasulullah saw selalu menyambutnya dengan penuh semangat melebihi malam-malam lainnya di bulan Ramadhan, yaitu melakukan shalat malam, membaca Al-Quran, dan berdoa.

Hal tersebut sesuai dengan yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiallahu’anhu bahwa Rasul bersabda:

Apabila memasuki sepuluh malam akhir, biasanya beliau (Rasulullah sallallahu ‘alahi wa sallam) menghidupkan malam, membangunkan keluarganya serta mengencangkan kainnya (meninggalkan jimak dan semangat beribadah).” Dalam riwayat Ahmad dan Muslim: “Beliau bersungguh-sungguh pada sepuluh malam akhir tidak seperti malam selainnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Melakukan Qiyamul Lail (Shalat Malam)

Melakukan Qiyamul Lail Shalat Malam
Melakukan Qiyamul Lail Shalat Malam | sumber: www.kioopo(com)

Amalan malam Lailatul Qadar berikutnya, Rasulullah saw menganjurkan umatnya untuk shalat malam dalam keadaan penuh keimanan dan harap.

Bersumber dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah saw bersabda:

Barang siapa yang berdiri (menunaikan shalat) pada Lailatul Qadar dengan iman dan berharap (pahala), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (Diriwayatkan oleh jama’ah, kecuali Ibnu Majah)

Hadits tersebut menegaskan untuk disyariatkannya mengisi malam-malam Lailatur Qadar dengan ibadah shalat malam.

3. Memperbanyak Baca Al-Quran

Memperbanyak Baca Al-Quran
Memperbanyak Baca Al-Quran | sumber: www.erikajschultz(com)

Amalan malam Lailatul Qodar berikutnya adalah memperbanyak membaca Al-Quran. Berkaitan dengan bulan suci Ramadhan, Al-Quran mempunyai keistimewaan yang sangat berhubungan erat dengan bulan Ramdhan ini karena Al-Quran diturunkan oleh Allah pada bulan Ramadhan.

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur`an.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Jadi, perbanyaklah membaca Al-Quran di bulan Ramadhan, terlebih pada malam-malam Lailatul Qadar karena banyak keutamaannya, baik itu membaca, menadabburi, mempelajari, ataupun keutamaan-keutamaan lainnya.

4. I’tikaf

Itikaf
Itikaf | sumber: www.sangpencerah(com)

I’tikaf merupakan ibadah sunnah yang artinya berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah kepada Allah Swt yang dilakukan baik di luar bulan Ramadhan maupun di bulan Ramadhan.

Adapun dasar dari disyariatkannya amalan beri’tikaf ini adalah firman Allah Swt dalam Surat Al-Baqarah ayat 187 berikut ini.

Sedang kalian beri’tikaf di dalam masjid.” QS. Al-Baqarah: 187)

Ayat tersebut masih berkaitan pula dengan penjelasan hukum-hukum seputar puasa bulan Ramadhan. Dalam hal ini, amalan i’tikaf berkaitan erat dengan bulan Ramadhan.

Rasulullah saw pun melakukan i’tikaf di 10 malam terakhir bulan Ramadhan seperti yang dijelaskan dalam hadits berikut ini.

Sesungguhnya Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian istri beliau beri’tikaf setelah itu.” (Diriwayatkan Al-Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)

5. Memperbanyak Doa

Memperbanyak Doa
Memperbanyak Doa | sumber: mutakhorij-assunniyyah.blogspot(com)

Memperbanyak doa pun dianjurkan oleh Rasul di malam-malam Lailatul Qadar. Salah satu doa yang paling baik dibaca di malam Lailatul Qadar seperti yang Rasul ajarkan pada Aisyah adalah sebagaimana diriwayatkan Tirmizi, yaitu:

Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat anda kalau saya mendapatkan Lailatul Qadar, apa yang saya ucapkan ketika itu? beliau menjawab: “Katakanlah, Allahumma innaka ‘afuwwun, tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Memafkan dan senang memaafkan, maka maafkanlah diriku).

Doa tersebut sangat barokah sebab besar maknanya juga mendalam penunjuknya, banyak sekali pengaruhnya, banyak manfaatnya, serta sesuai sekali dengan eksistensi malam Lailatul Qadar.

Ya, malam Lailatul Qadar adalah malam di mana dijelaskannya semua urusan dengan penuh hikmah dan juga ditentukan takdir semua amalan seorang hamba selama setahun sampai datangnya Lailatul Qadar berikutnya.

Orang-orang yang diberikan kebaikan (Al’afiyah) dan dimaafkan kesalahan (Al’afwa) oleh Allah Swt di malam Lailatul Qadar, mereka itulah orang-orang yang benar-benar sudah memperoleh kemenangan, keberuntungan, serta kesuksesan sebesar-besarnya.

Tak hanya itu, orang-orang yang dianugerahi kebaikan baik di dunia maupun di akhirat, maka merekalah yang benar-benar sudah dianugerahi kebaikan lengkap dengan seluruh bagiannya. Perlu diingat pula bahwa tak ada satu apa pun yang sebanding dengan kebaikan (Al’afiyah) tersebut.

Oleh sebab itulah, perbanyaklah mengucapkan doa yang barokah ini setiap waktu dan di mana pun, terlebih lagi pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan atau di malam Lailatul Qadar.

Ketahuilah bahwa Allah Swt itu Maha Pengampun, Maha Mulia, lagi Maha Pemurah, dan Maha Pemaaf.

6. Perbanyak Taubat dan Istighfar

Perbanyak Taubat dan Istighfar
Perbanyak Taubat dan Istighfar | sumber: buletinfkpontrenfikroh.blogspot(com)

Taubat atau meminta ampun dan istighfar merupakan 2 amalan yang harus selalu dilakukan dalam keadaan apa pun, dalam segala keadaan, termasuk pada malam-malam Lailatul Qadar.

Di dalam Surat An-Nur ayat 31, Allah Swt berfirman:

Dan bertaubatlah kalian seluruhnya kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kalian beruntung.” (QS. Surat An-Nûr: 31)

Adapun waktu untuk bertobat dan beristighfar bagi orang-orang yang bertakwa adalah malam hari seperti yang terdapat dalam Al-Quran Surat Adz-Dzariyat ayat 15 – 16.

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa orang-orang yang takwa akan berada dalam taman-taman surga dan mata air-mata air sembari mengambil sesuatu yang diberikan oleh Allah Swt kepada mereka.

Sebelumnya di dunia, sesungguhnya mereka-mereka itu adalah manusia yang berbuat baik. Mereka jarang sekali tidur di malam hari (pada akhir malam) karena mereka pada waktu itu memohon ampunan kepada Allah Swt.

7. Mengkhususkan Satu Malam di Akhir Ramadhan sebagai Malam Lailatul Qadar

Mengkhususkan Satu Malam di Akhir Ramadhan sebagai Malam Lailatul Qadar
Mengkhususkan Satu Malam di Akhir Ramadhan sebagai Malam Lailatul Qadar | sumber: dinendras.wordpress(com)

Mengkhususkan satu malam tertentu pada akhir Ramadhan sebagai malam Lailatul Qadar memang membutuhkan dalil pendukung untuk bisa menentukannya.

Tapi, malam-malam ganjil di 10 malam terakhir bulan Ramadhan tentu lebih besar peluangnya menjadi malam Lailatul Qadar dibanding dengan malam-malam yang lain. Dalam hal ini, malam ke-27 di bulan Ramadhan tentu lebih dekat dengan malam Lailatul Qadar daripada 9 malam akhir lainnya di bulan Ramadhan.

8. Dilarang Melakukan Perbuatan Bid’ah

Dilarang Melakukan Perbuatan Bid’ah
Dilarang Melakukan Perbuatan Bid’ah | sumber: sunniy.wordpress(com)

Pada dasarnya, perbuatan bid’ah itu tak diperbolehkan atau haram, baik dilakukan pada bulan Ramadhan maupun di bulan-bulan lainnya, karena yang namanya haram akan haram dilakukan kapan pun.

Bid’ah merupakan perbuatan atau amalan yang tak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad saw juga para sahabatnya golongan pertama. Selain tak ada manfaatnya sama sekali, perbuatan bid’ah justu merupakan dosa besar.

Berkaitan dengan hal itu, Rasulullah saw pernah bersabda, yaitu:

Barang siapa yang membuat perkara baru dalam urusan kami (agama) yang tidak bersumber darinya maka ia tertolak.” Dalam riwayat lain: “Barang siapa beramal dalam suatu amalan yang tidak bersumber dari kami, maka ia tertolak.”

Jadi, petunjuk terbaik adalah petunjuk dari Rasulullah saw, sedangkan urusan-urusan terburuk adalah perkara yang baru dalam agama (bid’ah).

Lailatul Qadar itu layaknya benda yang sangat indah, tetapi langka, sehingga wajar bila sulit untuk meraihnya, karena memang sangat mahal harga belinya. Jadi, raihlah Lailatul Qadar dengan memperbanyak amalan malam Lailatul Qadar seperti shalat malam, baca Al-Quran, berdoa, zikir, i’tikaf, dan alaman lainnya seperti yang diajarkan oleh Rasulullah saw.

Wallahu A’lam.