Angeline-Tewas

Sudah hampir satu bulan kabar hilangnya seorang anak berumur 8 tahun asal Bali yang bernama Angeline Magawe berseliweran di semua media cetak dan elektronik. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi dan Menteri Pemberdayaan perempuan da Perlindungan Anak, Yohana Susana Yambise pun turun tangan.

Seluruh pihak yang ikut mencari sampai kehabisan akal untuk menemukan bocah yang masih duduk dibangku sekolah dasar itu. Bahkan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) siap memberikan hadiah atau reward kepada siapa saja yang mampu menemukan Angeline.

Poster-Angeline-Ditemukan-Angeline-Tewas

Angeline dinyatakan hilang pada 16 Mei 2015 lalu, berbagai upaya telah dilakukan untuk mencari tahu keberadaan Angeline. Bahkan dibeberapa tempat lokalisasi di Sanur, Denpasar, juga terpampang foto anak hilang ini. Dalam pengumuman tersebut juga dicantumkan, bagi siapa saja yang menemukan Angeline akan diberi hadiah Rp40 juta.

Bukan hanya itu, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali juga meminta rekaman kamera pengawas (CCTV) kepada Polresta Denpasar untuk mencari tahu terkait hilangnya anak kelas 2 SD itu. Diharapkan setelah melihat CCTV tersebut Polisi dapat menelusuri dan mencari petunjuk keberadaan Angeline.

Bahkan wali kelas Angeline di SDN 12 Sanur, bu Sri, meminta bantuan kepada orang pintar (dukun) untuk mendapatkan petunjuk Angeline. Bu Sri juga sempat menghaturkan sesaji di Pura depan rumah Angeline.

Angeline Ditemukan Dalam Keadaan Tewas

Angeline-ditemukan-tewas-dibawa-kandang-ayam

Namun pada hari ini, Rabu 10 Juni 2015, akhirnya terungkap juga misteri hilangnya Angeline. Pihak kepolisian berhasil menemukan bocah cantik tersebut, tetapi dalam keadaan sudah tak bernyawa. Jasad Angeline ditemukan oleh polisi di halaman rumahnya di bawah kandang ayam dekat pohon pisang. Sudah diketahui bahwa kediaman Angline memang dikelilingi kandang ayam.

Sekitar pukul 10.53 WITA, jasad Angeline ditemukan. Sebelumnya petugas merasa curiga dengan gundukan tanah yang tak padat ditimbun sampah di rumah orangtua angkat Angeline, Margareta di jalan Sedap Malam Denpasar.

Menurut Kapolda Bali Irjen Ronny F Sompie, gundukan tersebut merupakan tempat Angeline dikubur. Jasad Angeline dikubur dengan kedalaman tidak lebih dari 1 meter.

Saat ditemukan, jasad gadis cantk itu dalam keadaan yang menyedihkan. Tubuhnya dalam keadaan tertekuk membungkuk ke samping sambil memeluk boneka. Seluruh tubuhnya juga sudah penuh belatung dan membusuk.

Irjen Ronny juga telah memastikan sejumlah saksi sudah diamankan termasuk Ibu angkatnya Margareta dan kedua anak kandungnya. Selain keluarga itu polisi juga mengamankan satpam, dua pembantu dan dua orang yang mengontrak dirumah tersebut untuk dimintai keterangannya.

Di saat polisi menemukan jasad Angeline, awalnya tak ada satu pun anggota keluarga yang berada di lokasi kejadian. Tetapi setelah dilakukan pembuktian bahwa jasad tersebut memang benar Angeline, baru sejumlah saksi tadi dicari dan diamankan.

Kini puluhan tim penyidik kepolisian tengah berada di lokasi kejadian. Polisi juga telah melakukan pemeriksaan dan lokasi juga telah dipasangi garis polisi.

tempat-kejadian-Angeline-ditemukan-dipasang-garis-polisi

Sejumlah warga juga ikut berkerumun menyaksikan penemuan jasad Angeline. Kabar hilangnya Angelin sejak beberapa waktu lalu memang menjadi hal yang sangat diperbincangan. Tak ada yang tahu kemana gadis kecil itu pergi. Hingga siang ini semua kabar itu terjawab sudah. Angeline ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.

Kini jasad Angeline tengah dibawa ke Rumah Sakit Sanglah, Denpasar untuk dilakukan pemeriksaan dan autopsi. Hingga kini polisi belum menetapkan tersangka terkait tewasnya Angeline. Polisi juga belum bisa memastikan bahwa Angeline tewas karena dibunuh.

Semoga kejadian yang dialami Angeline ini tidak akan terjadi lagi. Anak adalah titipan dari yang Maha Kuasa sudah sepantasnya kita berikan kasih sayang yang sebaik-baiknya.