Peran Bambang Widjojanto
tempo(co)

Saksi kasus sengketa Pemilukada Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstiusi tahun 2010 lalu, Muhammad Suherman, menjelaskan apa peran Bambang Widjojanto waktu itu. Menurutnya, pada saat itu peran Bambang Widjojanto menjadi salah satu kuasa hukum dari pasangan Ujang Iskandar dan Bambang Purwanto. Ia ketika itu meminta para sasksi untuk tidak berbohong.

Pak BW bilang, tolong sampaikan apa yang Bapak rasakan, dengar, dan lihat, karena Bapak akan disumpah,” ujar Suherman, Sabtu (24/1/2015).

Tahun 2010 Suherman adalah koordinator saksi dari kubu Ujang iskandar dan Bambang Purwanto untuk Kecamatan Pangkalan Banteng, Kotawaringin Barat. Pada waktu itu, kubu Ujang Iskandar-Bambang Purwanto meraih 55 ribu suara, sementara kubu Sugianto Sabran- Eko Soemarno meraih 67 suara.

Selanjutnya, Ujang Iskandar melakukan gugatan atas kemenangan Sugianto tersebut kepada MK. Suherman kemudian membawa 8 orang saksi untuk hadir di persidangan tersebut antara lain Marsianto, Ratna Mutiara, Jariya, Aceng, Dewi, Sabri, Sunardi, dan Musripan. Total saksi dari kubu Ujang Iskandar ini sebanyak 68 orang.

Suherman mengatakan, Bambang beserta timnya memang mengumpulkan sejumlah saksi sebelum persidangan. Salah satu pertemuan dilakukan di mushola hotel setelha shalat subuh. Dalam pertemuan tersebut, tidak sekaipun Bambang mengarahkan saksinya untuk memberikan keterangan palsu.

Selanjutnya pertemuan dilakukan di sebuah rumah makan. Dalam pertemuan tersebut dilakukan simulasi persidangan.

Jujur, kami baru pertama kali ke Jakarta dan tidak pernah sidang. Kami diajari cara duduk ketika sidang dan sopan santunnya. Bukan mengarahkan kami untuk berbohong,” jelas Suherman.

Di Mahkamah Konstitusi, Suherman dan saksi-saksi lainnya kemudian menceritakan pengalaman mereka yang memergoki praktik politik uang dari kubu Sugianto Sabran. Belakangan, salah seorang saksi dari kubu Ujang Iskandar-Bambang Purwanto dilaporkan telah memberikan kesaksian palu. Ratna kemudian dijatuhi hukuman 5 bulan penjara oleh PN Jakarta Pusat. Menurut Mabes Polri, Ratna inilah yang menjerat Bambang.

Suherman menambahkan ratna juga para saksi lainnya tidak pernah diarahkan oleh Bambang Widjojanto untuk memberikan keterangan atau kesaksian palsu.

Setiap ada pertemuan dengan tim Pak BW, saya selalu hadir,” ujar Suherman.