Ayah Bunda Jangan Workaholic Dong
Ayah Bunda Jangan Workaholic Dong | Foto : tolovehonorandvacuum(com)

Menjalankan bisnis dan bekerja dengan semangat tinggi penuh dedikasi itu baik sekali dilakukan dalam rangka mencari rezeki, terlebih seorang ayah, untuk menafkahi anak istrinya.  Keseriusan dalam berbisnis dan bekerja itu penting sebab tuntutan di masa depan dalam mengelola sebuah bisnis makin ketat. Tapi, jangan sampai Anda para orangtua, terutama ayah, menjadi gila kerja atau workaholic.

Gila kerja adalah sebuah virus yang membuat seseorang tergila-gila dengan bisnis dan pekerjaannya, sehingga melupakan kewajiban-kewajiban lain seperti mendidik anak sampai berinteraksi sosial.

Apa bahaya gila kerja bagi ayah bunda?

Jika Workaholic Menyerang Ayah Bunda, Ini Akibatnya!

Ayah yang Gila Kerja Dibenci Anaknya
Ayah yang Gila Kerja Dibenci Anaknya | Foto : www.entrepreneur(com)

Persaingan kerja dan bisnis kini memang semakin ketat, tetapi jangan sampai membuat Anda terbebani dan lupa segalanya, baik itu melupakan kebutuhan dasar diri sendiri, keluarga, anak, istri, sampai orang-orang di luar rumah.

Menjadi orangtua yang workaholic itu sangat-sangat tidak sehat, sebab akan menyebabkan Anda tak peduli dengan keadaan diri sendiri, anak, dan lainnya hanya karena pekerjaan.

Apa sih bahaya gila kerja ini?

1. Kesehatan Menurun

Salah satu akibat buruk dari orang tua yang mengidap workaholic atau gila kerja adalah menurunnya kesehatan. Ya, waktu bekerja yang tanpa mengenal lelah dan waktu, lembur terus-terusan, di rumah pun lembur memikirkan bisnis, tentu akan menyebabkan kesehatan Anda menurun.

Ingat ayah bunda, tubuh manusia itu ada batasnya. Jangan menyiksa tubuh dengan aktivitas kerja atau bisnis pribadi yang tak ada habisnya. Bila sampai terjadi, tentu yang akan menderita adalah diri sendiri.

2. Anak Menjadi Korban

Mengorbankan anak demi sebuah bisnis atau pekerjaan adalah sangat menyakitkan, terutama bagi si anak.

Percaya deh, ayah atau ibu yang gila kerja tak akan pernah membuat anak menjadi bangga, apalagi bahagia hidupnya. Sebaliknya, si buah hati tercinta akan selalu merasa kesepian dan seolah kehilangan kasih sayang orangtuanya.

Anak adalah harta yang paling berharga bagi orangtuanya. Jadi, jangan pernah sia-siakan mereka, karena buah hati itu sangat membutuhkan kehadiran orangtuanya di tengah-tengah kesibukan Anda bekerja.

Keharmonisan antara orangtua dan anak serta keluarga akan terancam bila virus gila kerja sudah menguasai diri Anda.

Kesuksesan bisnis ataupun keuntungan bisnis yang didapat percuma saja jika sampai mengorbankan anak tercinta. Biasa-biasa saja dalam berbisnis atau bekerja, yang penting kebarokahannya, bukan dinilai dari uang yang didapat.

3. Produktivitas Terancam

Kata siapa workaholic bisa membuat seseorang jadi makin produktif? Justru sebaliknya, gila kerja itu menyebabkan seseorang tidak produktif.

Kenapa? Sebab kebugaran fisik akan sangat mempengaruhi daya kreativitas dan inovasi seseorang.

Otomatis, hal tersebut akan pula melebar pada daya produktivitas Anda. Jadi, jangan pernah berpikir bahwa menjadi orang yang gila kerja itu akan menyebabkan pekerjaan atau bisnis berjalan sempurna. Ini adalah mindset yang sangat salah.

4. Lupa Ingatan Cara Menikmati Hidup

Jika gila bisnis atau gila kerja ini terus hinggap di pikiran, Anda bisa lupa ingatan bagaimana sebenarnya menikmati kehidupan itu. Lebih parah lagi, menikmati hidup untuk dirinya sendiri pun sulit sekali direalisasikan.

Bila sudah seperti ini, terus-terusan memikirkan bisnis yang masih merugi misalnya, dijamin stres pun akan segera masuk ke otak Anda.

Depresi pun mudah sekali menemani hidup Anda jika memang Anda tak mampu lagi menikmati kehidupan di dunia yang sesaat ini.

Solusinya, nikmatilah setiap langkah kehidupan yang Anda buat, sehingga dengan begitu akan membuat kehidupan Anda nyaman dan tentu lebih baik daripada hari kemarin.

5. Akan Membentuk Karakter Perfeksionis

Keadaan atau kondisi orangtua yang bekerja atau berbisnis terus-terusan tanpa ada istirahat karena sudah kecanduan akan menyebabkan mereka menjadi berkarakter perfeksionis. Karakter seperti ini tentu sangat buruk bagi dirinya dan orang lain pun terkena dampaknya.

Menjadi seorang perfeksionis dalam berbisnis ini artinya segala sesuatu yang dilakukan haruslah sempurna, padahal tak ada satu pun yang sempurna di dunia ini. Perasaan inilah yang akan selalu menghantui pikiran seseorang saat melakukan pekerjaan atau mengelola bisnis yang dimilikinya.

Akibatnya, semua tugas ataupun pengelolaan bisnis akan mudah dianggap salah sebab secara tak sadar mental Anda telah terganggu dengan karakter perfeksionis yang merupakan keadaan yang tak nyaman.

Keadaan tidak nyaman tersebut Anda sendirilah yang membuatnya, bukan teman kerja ataupun karyawan yang mengelola bisnis Anda. Karakter gila kerja atau workaholic Anda lah sumber dari segala ketidaknyamanan hidup.

Anda jadinya akan makin terasa tersiksa dengan bisnis Anda sendiri, sehingga lambat laun akan berakhir pada depresi dan stres.

Pekerjaan dan berbisnis itu memang penting untuk mendapatkan rezeki, tetapi jangan sampai kita diperbudak oleh pekerjaan atau bisnis yang digeluti sampai-sampai melupakan kewajiban untuk mendidik anak istri misalnya.

6. Melupakan Status Sosial dan Hilangnya Interaksi Sosial

Hilangnya interaksi sosial sangat-sangat berbahaya bila sampai para orangtua mengalaminya hanya gara-gara gila berbisnis. Benar sekali, dengan berbagai macam kesibukan bisnis dan kerja yang setiap hari dilakukan, ini bisa membuat seseorang tak memdulikan status sosialnya di masyarakat.

Orangtua yang gila kerja akan menjadi jarang berinteraksi sosial dan bergaul dengan tetangga juga orang-orang di sekitarnya, misalnya tak pernah datang dalam pertemuan RT/RW dan kegiatan sosial lainnya. Padahal kehadiran kita penting sekali dalam pertemuan-pertemuan tersebut untuk menjalin hubungan silaturahmi dan interaksi sosial yang sehat.

Jangan sampai tak adanya interaksi sosial akibat gila kerja ini membuat kita seperti hidup seorang diri di tengah keramaian orang. Tentu hal ini akan semakin menyebabkan Anda terkucil dalam pergaulan sosial bermasyarakat.

Jadi, para orangtua atau siapa pun yang gila kerja dan tergila-gila pada bisnis yang dimilikinya, berpikirlah dewasa dan jangan dangkal berpikir, jangan sampai Anda menjadi seorang individualis hanya karena gila kerja.

Hiduplah dengan Seimbang!

Hiduplah dengan Seimbang
Hiduplah dengan Seimbang | Foto : welnis(com.au)

Jika ingin sukses dan selamat, jalankanlah hidup dengan keseimbangan. Seperti halnya saat Anda ingin menjalankan sepeda motor, jika ingin selamat sampai tujuan tentu Anda harus memiliki keseimbangan untuk menjalankannya. Jika tidak, jatuhlah Anda di tengah jalan.

Dalam menjalani hidup pun sama seperti berbisnis misalnya. Jalankanlah bisnis tersebut dengan keseimbangan. Artinya, jika hanya dijalankan total dengan sibuk berbisnis terus-terusan tanpa diiringi doa dan diseimbangkan dengan kesibukan beribadah, maka bisnis Anda rentan dengan kegagalan.

Sebaliknya, jika bisnis yang dirintis dijalankan hanya dengan berdoa dan ibadah saja tanpa kerja keras dalam bekerja, maka bisnis pun tak akan berjalan, hanya diam di tempat.

Jadi, jalankanlah pekerjaan dan bisnis dengan keseimbangan kerja keras diiringi doa dan interaksi sosial, termasuk mendidik anak istri juga harus dilakukan, karena itu pun adalah kewajiban seorang ayah.

Lalu, jika keseimbangan tersebut sudah dilakukan, tetapi bisnis yang dijalankan tetap tidak maju, bahkan bangkrut, siapa yang harus disalahkan?

Tidak ada yang harus disalahkan, karena tugas manusia itu hanyalah berusaha dan berdoa. Dalam berbisnis pun, kita hanya bisa berusaha keras dan berdoa untuk kesuksesan bisnis kita, sedangkan hasil akhirnya, sukses atau tidaknya bisnis, itu bukan urusan kita, tetapi Tuhan lah yang menentukan. Jika masih gagal juga, ya sabar saja, teruslah bekerja keras dan berdoa, tetapi jangan sampai jadi gila kerja.

Nah, demikianlah ulasan seputar bahaya virus workaholic. Bila Anda para orangtua belum terkena virus ini, selalu waspada, sebab di zaman modern virus gila kerja ini gampang sekali menyerang. Hal ini karena sangat besarnya tuntutan kerja dan berbisnis yang kian hari bukannya hilang, tetapi justru makin bertambah.

Baca Juga Nih: Inilah Bedanya Kanal di Indonesia dengan Kanal-kanal Terindah di Dunia!