Bambang Widjojanto Mengadukan Polri ke Ombudsman
duajurai(com)

Wakil KPK Bambang Widjojanto mengadukan Polri ke Ombudsman RI. Pengaduan ini terkait proses penangkapannya yang terjadi pada Jumat (23/1/2015) lalu. Penangkapan tersebut terjadi karena Bambang Widjojanto diduga meminta saksi untuk memberikan kesaksian palsu dalam sidang sengketa Pemilukada Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi tahun 2010 lalu.

Saya sehat dan waras, banyak orang sehat tapi gak waras,” ujar Bambang di gedung Ombudsman Jakarta, Kamis (29/1/2015).

Bambang Widjojanto mendatangi gedung Ombudsman dengan ditemani sejumlah pengacara. Salah satunya adalah Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Alfons. Kedatangan bambang Widjojanto diterima oleh Komsioner Bidang Penyelesaian Laporan Pengaduan Budi Santoso serta Ketua Ombudsman Danang Girindrawardana.

Kita respon dan apresiasi adanya inisiatif Mas Bambang dan kuasa hukumnya untuk melaporkan masalah itu ke Ombudsman. Kita butuh waktu untuk menelaah itu dan kita dalam posisi independen,” ujar Danang.

Danang mengaku proses pelaporan tersebut akan membutuhkan waktu sekitar 14 hari atau 2 minggu.

Paling cepat dalam waktu 14 hari untuk diproses. Hasilnya akan memberikan rekomendasi ke tiga pihak, presiden, kepolisian, dan KPK,” lanjut Danang.

Sebelumnya, Uli Parulian Sihombing, kuasa hukum dari Bambang Widjojanto telah berkonsultasi ke Ombudsman, Rabu (26/1/2015).

Ombudsman lebih ke pelayanan publiknya karena ombudsman ini punya kewenangan untuk memonitor pelayan publik. Kepolisian sebagai pelayanan publik,” ujar Uli.

Selain berkonsultasi ke Ombudsman, Bambang beserta kuasan hukumnya juga telah melaporkan hal ini ke Komnas HAM, Selasa (27/1/2015).

Bambang Widjojanto dalam kasus ni ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan maporan dari Sugianto Sabran tanggal 19 Januari 2015. Sugianto sabran adalah seorang politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan calon bupati Kotawaringin barat yang bersengketa di MK tahun 2010 lalu.

Terkait kasus ini, Bambang sempat ditahan untuk kepentingan pemeriksaan dan bebas pada Sabtu (24/1/2015) dni hari. Pembebasan ini dilakukan setelah Mabes Polri didesak oleh koalisi masyarakat sipil serta adanya pemberina jamninan oleh dua komisioner KPK yaitu Adnan Pandu Praja dan Zulkarnain.

Menurut Sugianto Sabran, laporan tersebut tidak ada kaitannya dengan kasus yang tengah dihadapi Komjen Pol Budi Gunawan yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Kasusu ini berkaitan dengan masalah kesaksian palsu saja dalam sidang sengketa Pemilukada di MK.