donor organ tubuh

Hidup di dunia hanya sementara. Oleh karena itu, selagi masih bisa berbagi dengan sesama, kenapa tidak. Lantas, benarkah donor organ tubuh sama halnya dengan sedekah? Dan bagaimana hukumnya dalam agama islam?

Benarkah Donor Organ Tubuh Itu Sedekah?

Donor organ tubuh atau dikenak dengan istilah transplantasi merupkana pemindahan organ tubuh dari tubuh seseorang ke tubuh orang lain. Dalam dunia medis, transplantasi bisa dilakukan kapan saja, baik saat sang pendonor masih hidup atau sudah meninggal.

Pada dasarnya transplantasi organ tubuh termasuk terobosan ilmiyah dalam dunia kedokteran modern. Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari transplantasi organ tubuh. Salah satunya adalah menyelamatkan seseorang dari kematian. Namun bagaimana hukumnya dalam islam?

Para ulama mempunyai pendapat masing-masing terkait hukum donor organ tubuh. Ada ulama yang menganalogikan donor anggota tubuh sebagai bentuk sedekah. Dengan kata lain, jika seseorang dianjurkan untuk memberi sebagian hartanya untuk orang lain, memberikan organ tubuhnya juga boleh-boleh saja.

hidup

Mendonorkan organ tubuh termasuk salah satu perbuatan yang mulia. Tak banyak orang yang rela mendonorkan organnya kepada orang lain. Namun perlu diketahui, untuk berbagi harta tak ada takarannya, namun dalam mendonorkan organ tubuh tidak boleh sembarangan.

Jika memberikan seluruh harta kepada orang yang membutuhkan itu amat mulia, berbeda halnya dengan donor organ. Coba saja bayangkan, jika semua organ tubuh didonorkan, bagaimana caranya kita hidup. Oleh karena itulah, dalam mendoronorkan organ tubuh ada aturannya.

Donor organ tubuh dalam islam diperbolehkan apabila dalam kondisi yang urgent untuk menyelamatkan seseorang. Namun yang perlu diketahui, mendonorkan organ tubuh disaat masih hidup tidak diperbolehkan dalam islam. Hal ini dikarenakan, kahawatir akan membahayakan nyawa sang pendoronor.

Oleh karena itu, dalam Islam hanya memperbolehkan donor organ tubuh setelah meninggal dunia, terkecuali darah. Untuk donor darah, kapan pun diperbolehkan. Karena pada dasarnya mendonorkan darah membuat tubuh menjadi sehat.

Namun tentunya tidak bisa sembarang donor darah, harus diperhatikan juga kesehatannya. Kalau kesehatannya bagus bisa, tapi kalau sedan tidak fit sebaiknya jangan.

Organ yang Tidak Boleh Didonorkan

Dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa ada beberapa organ tubuh yang tidak boleh didonorkan saat masih hidup. Adapun organ tubuh yang dimaksud adalah sebagai berikut.

hati

Pertama adalah organ tubuh yang hanya satu didalam tubuh. Iya, dalam Islam tidak diperbolehkan mendonorkan organ tubuh yang hanya satu-satunya, contoh jantung dan hati. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan, kita tidak mungkin bisa hidup tanpa organ penting tersebut.

eyes

Kedua, organ tubuh bagian luar. Organ tubuh lainnya yang tidak diperbolehkan untuk didonorkan adalah organ tubuh bagian luar. Contohnya kaki, tangan, dan mata. hal ini dikarenakan, menghilangkan organ bagian luar menjadikan seseorang buruk rupanya. Dan dalam Islam hal ini tidak dibenarkan.

Ketiga, organ yang berpasangan. Organ tubuh yang berpasangan juga tidak boleh didonorkan. Karena pada dasarnya, organ berpeasangan dianggap seperti satu organ. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan, organ tidak akan berfungsi secara optimal jika hanya ada satu bagian.

Lantas, bagaimana dengan ungkapan donor organ tubuh itu bersedekah? Pada dasarnya ungkapan tersebut benar jika yang dimaksud adalah darah. Namun jika organ selain itu, tidak boleh sembarangan mendonorkannya.

Untuk menjauhi diri dari dosa, kalau pun mau mendonorkan organ tubuh, sebaiknya pendonornya sudah meninggal. Meskipun demikian, pendonoran organ tidak bisa langsung dilakukan, tetapi harus melalui persetujuan ahli waris.

Mengapa harus berdasarkan persetujuan ahli waris? Karena seperti yang kita tahu, ketika seseorang meninggal, hartanya akan beralih tangan ke ahli waris. Nah, ternyata anggota tubuh juga termasuk harta. Oleh karena itulah, persetujuan ahli waris itu penting.

Namun jika sang mayit tidak pernah meninggalkan wasiat untuk mendonorkan organ tubuhnya, tidak boleh didonorkan. Meskipun sudah meninggal, namun anggota tubuh itu tetap miliknya. Oleh karena itu, harus diperlakukan dengan sebaik-baiknya.

Jual Beli Organ Tubuh

jual beli organ

Lantas, bagaimana hukumnya tentang jual beli organ tubuh? Karena seperti yang kita tahu, sudah banyak orang yang mendonorkan organ tubuh dengan alasan ekonomi. Tak sedikit yang merelakan organ tubuhnya demi mendapatkan sejumlah uang. Tapi bagaimana hukumnya dalam Islam?

Islam sangat membenci jual beli organ tubuh. Mengapa? Segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah swt di dunia ini ada fungsinya. Begitu pula dengan anggota tubuh. Allah swt memberi kelengkapan anggota tubuh agar kita bisa menggunakannya dengan maksimal.

Di luar sana banyak orang yang terlahir dengan anggota tubuh yang tidak lengkap. Tapi anehnya, orang yang memiliki anggota tubuh lengkap justru dijual dengan harga yang tidak sebanding.

Berapa pun nominal harganya, itu tak sebanding dengan fungsi organ tubuh. Hal inilah yang menjadi alasan kenapa jual beli organ tubuh itu dibenci Allah. Kalaupun ingin mendonor, lakukan dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan sedikit pun, insya allah akan berkah.

Jadi benarkah donor organ tubuh itu termasuk bentuk sedekah? Iya, jika sang pendonor sudah meninggal dan ikhlas mendonorkan organ tubuhnya. Tidak, jika mendonorkan organ tubuh yang dilarang dalam Islam.

Nah, itulah ulasan singkat tentang hukum donor organ tubuh dalam islam. Semoga bisa memberikan pelajaran bagi kita semua.