Pelantikan Jokowi-JK akan berlangsung aman
www.tempo.com

Marciano Norman, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) memastikan acara pelantikan Jokowi-JK akan berlangsung aman. Ia bisa memastikan bahwa acara tanggal 20 Oktober 2014 mendatang tidak akan akan terganggu oleh gangguan-gangguan keamanan.

Untuk tanggal 20 Oktober, pada saat pelantikan Presiden hingga saat ini tidak ada indikasi yang menunjukkan bahwa pelantikan itu akan mendapatkan gangguan yang berarti,” ujar Marciano Norman saat ditemui di kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (13/10/2014).

Menurut Marciano, kalau hanya sekadar unjuk rasa atau demo kecil mungkin bisa saja terjadi. Tapi lanjutnya, hal ini tidak akan membuat proses pelantikan Jokowi dan Jusuf Kalla ini menjadi terganggu.

Rencana atau program pelantikan itu Insya Allah akan berjalan sesuai rencana dan tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan. Oleh karena itu saya mengimbau kepada media untuk membantu menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” jelas Marciano.

Lebih lanjut Marciano menjelaskan, meskipun begitu, Kapolri Jenderal Pol Sutarman beserta Panglima TNI Jenderal Moeldoko akan menjaga keamanan di lokasi pelantikan dengan semaksimal mungkin baik sebelum proses hingga selesai proses pelantikan. Hal ini semakin memperkuat keyakinan bahwa proses pelantikan Jokowi-JK akan berlangsung aman.

Saya rasa Panglima TNI dan Kapolri telah menggelar itu dengan semaksimal mungkin,” tambah Marciano.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, TNI dan Polri telah bekerja sama untuk mengamankan proses pelantikan Jokowi-JK di bulan Oktober mendatang ini agar berlangsung aman. Sekitar 23.500 personel yang berasal dari Mabes Polri, Kodam Jaya, dan Polda Metro Jaya akan turun guna agar proses pelantikan Jokowi-JK akan berlangsung aman. Ribuan personel ini akan berjaga dan dibagi menjadi lima ring. Mereka akan tergabung dalam Operasi Mantap Jaya Brata.

Untuk mengantisipasi terjadinya unjuk rasa atau demo akan dilakukan tanpa senjata api. Maksimal alat yang digunakan adalah water canon. Alat ini dapat digunakan untuk mengatasi atau membuat mundur massa yang unjuk rasa. Gabungan pasukan ini juga akan mengantisipasi berbagai kemungkinan seperti kerusuhan, penyusupan, kecelakaan, kemacetan, dan gangguan-gangguan lain yang mungkin terjadi dan bisa mengganggu proses pelantikan Jokowi-JK.