korea selatan
foto: hancinema(net)

Korea Utara memiliki bentuk pemerintahan yang berbeda dengan Korea Selatan. Hal tersebut juga berakibat pada kesenjangan perkembangan di antara kedua negara tersebut. Negara Korea Utara yang cenderung tertutup memang terlihat kurang berkembang jika dibandingkan dengan Korea Selatan.

Jang Se-yul, adalah seorang Professor Matematika di Korea Utara. Seorang muridnya menawarkan satu paket CD yang diselundupkan ke Utara dan karena penasaran Mr. Jang dan professor lainnya akhirnya membawa pulang dan menontonnya sampai subuh. Mereka berhati-hati dengan menutup kelambu agar orang lain tidak bisa melihatnya. Tapi akhirnya mereka tertangkap juga dan diturunkan menjadi pekerja perkebunan bunga.

Mr. Jang mengatakan mereka kabur dari penjara hanya karena mereka membayar uang sogok, tapi menghadapi stigma sosial. Dia sekarang malah memimpin kelompok untuk mengirimkan drama/soap opera dan hiburan lainnya ke Utara untuk memberikan kekuatan pada orang-orang dan mengakhiri kekuasaan yang otoriter.

“Aku yakin drama ini dapat memberikan pengaruh bagi masyarakat Korea Utara, dan aku telah membuktikannya. Pada masa depan, jika mereka tersebar, mereka dapat membantu pergerakan anti pemerintahan. Itu mengapa pemerintah sangat ingin menghentikan peredarannya.”

Pemerintah Korea Utara memang melarang banyak hal di negaranya termasuk drama, film, video k-pop, dan lain-lain. Hal tersebut yang kemudian membuat Jeon Hyo-Jin melarikan diri dari sana pada tahun 2013.

“Dapurnya memiliki alat air panas dan air dingin, orang-orang berpacaran di café, mobil-mobil ramai di jalan, wanita menggunakan pakaian yang berbeda setiap hari, tidak seperti kami yang memakai pakaian sama setiap hari,” kata Ms. Jeon yang sekarang tinggal di Seoul, “Melalui drama, aku belajar bagaimana anehnya negaraku, bagaimana penuh dengan kebohongan.”

“Di Korea Utara, filmnya selalu tentang kesetiaan pada pemimpin dan partai, negara dahulu sebelum cinta. Kamu harus siap mati untuk pemimpin, blah, blah. Di drama Korea Selatan, itu semua berbeda. Aku menemukan dunia baru di sana.”

Aliran hiburan dari luar dimulai sejak tahun 1990-an. Video tape, DVD, CD begitu juga barang Cina yang murah, cepat menjadi pasar gelap yang best seller.

Bagi sebagian orang Korea Utara, emosi dari drama tv tersebut cukup kuat untuk mengubah hidup mereka, selamanya.

Kim Seung hee, 24 tahun salah satunya. Drama pertama yang ia lihat adalah, “Stairway to Heaven.” Ia melihat bahwa laki-laki Korea Selatan di film itu bersikap baik pada perempuan tidak seperti laki-laki di Korea Utara.

sumber: nytimes(com)