dampak kenaikan bbm
plus.google.com
Kenaikan harga BBM oleh pemerintah beberapa waktu lalu tidak hanya berdampak pada kondisi keuangan masyarakat dan kenaikan harga kebutuhan pokok saja. Produsen otomotif pun juga mendapatkan imbasnya. Adalah Yamaha yang mengalami dampak kenaikan BBM terhadap perubahan divisi marketingnya semenjak harga BBM naik.

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditetapkan pemerintah dua minggu lalu diakui oleh Yamaha Indonesia bakal membawa dampak secara tidak langsung terhadap kinerja penjualannya. Calon konsumen, khususnya dari segmen entry level, banyak yang menunda pembelian produk Yamaha ini.

“Efeknya tidak secara langsung, kemungkinannya konsumen menunda pembelian khususnya kelas entry level,” tutur Asisten General Manager Marketing PT Yamaga Indonesia Motor Manufacturing, Mohammad Masykur, seperti yang dilansir dari detikOto, Jumat (28/11/2014).

Penundaan niat pembelian itu dikarenakan masyarakat masih berupaya menyesuaikan diri dengan kenaikan harga barang-barang akibat meningkatnya inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga BBM. Tidak sedikit diantara mereka yang menata kembali urutan prioritas barang yang akan dibelinya sebagai dampak kenaikan BBM ini.

Fenomena penundaan pembelian produk Yamaha baik mobil maupun motor oleh konsumen pada akhir tahun, kata Masykur, sejatinya menjadi fenomena yang biasa. “Sebab mereka umumnya sebenarnya juga ingin mendapat motor baru pada tahun 2015, dengan alasan selisih harga jual,” ucapnya.

Dampak kenaikan BBM terhadap penjualan otomotif khususnya sepeda motor diprediksi bisa terjadi selama 3 bulan bahkan lebih. Meski begitu, Yamaha tetap optimistis untuk bisa menyiasati kondisi saat ini.

“Alhamdulillah kami mempunyai model baru Blue Core yang akan diluncurkan sebagai kado bingkisan akhir tahun bagi konsumen, semoga penjualan tidak turun,” paparnya.

Sementara menyinggung soal harga produk Yamaha, Masykur mengatakan sampai saat ini pihak Yamaha belum berniat menaikkan harga jual dengan alasan masih menunggu kenaikan tarif pengiriman yang akan ditetapkan oleh Organisasi Angkutan Darat (Organda).

Sebagaimana yang kita ketahui, pihak Organda sampai saat ini masih belum mengeluarkan aturan kenaikan tariff resmi mengenai biaya pengiriman terkait dengan kenaikan harga BBM ini. Meski demikian, konsumen berharap jika kenaikan tarif pengiriman juga berdampak dengan harga produk Yamaha, tidak terlalu signifikan perbedaannya dengan harga-harga sebelumnya. Semoga saja.