diary guantanamo
sumber: theguardian(com)

Diary Guantanamo adalah buku yang ditulis oleh seorang tahanan yang dipublikasikan di 20 negara dan telah diserialkan oleh situs Guardian. Mohamedou Ould Slahi dalam Diary Guantanamo mendeskripsikan perjalanan dunia tentang kekerasan dan penyiksaan terhadapnya, orang asli Mauritania, selama lebih dari 13 tahun lalu dan berlanjut ke Yordania dan Afghanistan sebelum ia akhirnya berada di Guantanamo, Cuba, pada Agustus 2002 sebagai tahanan nomer 760. Militer Amerika Serikat mengatakan pada Guardian meskipun belum pernah diadili dan akan dibebaskan pada tahun 2010, ia tidak mungkin dapat dibebaskan tahun depan.

Dalam jurnal Diary Guantanamo yang ditulis dalam Bahasa Inggris, dia menuliskan tentang masalah tidur, ancaman kematian, kekerasan seksual, dan penyiksaan yang juga akan diderita oleh ibunya.

Setelah itu ia menjelaskan tentang tambahan teknik interogasi yang secara pribadi disetujui oleh sekretaris pertahanan AS, Donald Rumsfeld. Slahi ditutup matanya, dipaksa meminum air laut yang asin dan dibawa ke laut dengan boat. Di sana ia dipukul selama tiga jam dan dicelupkan dalam es.

Akhir dari penyiksaan tersebut, menurutnya adalah kebohongan. Slahi malah membuat beberapa pernyataan yang salah agar penyiksaan tersebut berakhir. Ia mengatakan pada sang interogator bahwa ia berencana untuk meledakkan CN Tower di Toronto.

Tulisan yang dibuat Slahi ini telah diterbitkan dengan banyak sensor, dan penerbitnya Canongate di UK dan Little, Brown di Amerika Serikat berharap mereka akan dapat menerbitkan edisi yang tidak disensor saat Slahi dibebaskan.

Dalam tulisannya tersebut, Slahi menjelaskan bahwa penyiksaan atau kekerasan yang ia alami telah berpengaruh pada tubuh dan pikirannya, “Aku berhalusinasi dan mendengar suara sebening kristal. Aku mendengar keluargaku dalam percakapan biasa.. Aku mendengar pembacaan Al-Quran dengan suara yang indah. Aku mendengar musik dari negaraku. Selanjutnya penjaga menggunakan halusinasi dan mulai berbicara dengan suara yang lucu, mendorongku untuk menyakiti para penjaga dan berencana untuk kabur. Tapi itu tidak dianggap oleh mereka.” Mereka mengatakan, “Aku mendengar seseorang, mungkin seorang jin.” Slahi merasa kehilangan akal.

American Civil Liberties Union lalu merilis petisi online agar Slahi dibebaskan. Mereka menganggap Slahi adalah laki-laki yang tak berdosa yang telah disiksa oleh Amerika Serikat.