tongkatemas

Film silat Pendekar Tongkat Emas (The Golden Cane Warrior) arahan produser Mira Lesmana dan sutradara Ifa Isfansyah, mulai 2015 mendatang bisa dibaca dalam bentuk komik. Dua komikus yang terpilih untuk mengadaptasi film Pendekar Tongkat Emas adalah Sweta Kartika dan Alex Irzaqi. Komik Pendekar Tongkat Emas dijadwalkan sudah rampung dalam jangka waktu satu bulan saja.

Mira Lesmana mengungkapkan jika keinginan memproduksi film Pendekar Tongkat Emas semula juga terinspirasi dari komik silat era tahun 1973. Namun oleh karena berbagai hambatan, impian Mira pun selalu tertunda, sampai datang berbagai peluang baik di tahun 2014. Pendekar Tongkat Emas diproduksi oleh Miles Films bersama Kompas Gramedia Studio.

“Sejak Reformasi belum ada lagi film silat yang diputar di bioskop. Ini akan menjadi film genre silat yang pertama pasca reformasi,” ujar Mira dalam diskusi film Pendekar Tongkat Emas di Gedung Jakarta Post, Palmerah Barat, Jakarta, Oktober lalu.

Maka untuk menyusul rilis film Pendekar Tongkat Emas pekan ini (15/12), Mira Lesmana bermaksud membangkitkan lagi memori komik silat tempo dulu melalui duet karya komikus Sweta Kartika dan Alex Irzaqi.

Pendekar Tongkat Emas Ala Komik Sweta-Zaqi…

swetazaqiii

Sebulan ini, komikus Alex Irzaqi dan Sweta Kartika harus bekerja cepat untuk menyelesaikan 32 halaman komik dari potongan skenario film Pendekar Tongkat Emas. Namun, menurut Zaqi, seringnya frekuensi kolaborasi dengan Sweta antara lain untuk agenda kompetisi komik Indonesia, merupakan bekal cukup bagi pengerjaan Pendekar Tongkat Emas yang mengejar target waktu.

“Saat diberitahu saya hanya diberi waktu sebulan, saya langsung bilang ‘ini harus sama Sweta’,” kata Zaki pada Antara usai menyaksikan film Pendekar Tongkat Emas di Jakarta, Kamis lalu (11/12). Alex Irzaqi sempat meraih penghargaan The Winner Award di lomba Silent Manga Audition yang diselenggarakan majalah Jepang, Comic Zenon.

Berbagi Tugas Ngomik…

Sweta dan Zaqi punya tugas masing-masing untuk menuntaskan Pendekar Tongkat Emas tepat waktu :

  •  Zaqi membuat ringkasan garis besar cerita yang akan divisualisasikan Sweta dalam adegan-adegan di panel komik.

“Dia punya kemampuan memetakan adegan secara cepat. Saya cukup memberi cerita ke Sweta dan tugas Sweta adalah mewujudkan cerita itu dalam sekian halaman,” jelas Zaqi.

  • Zaqi juga bertugas dalam pewarnaan komik. Di tahap itu, dia dapat kembali mengubah hasil yang dikerjakan Sweta supaya lebih sempurna. Menurut Sweta, ada bagian yang harus dipotong atau diedit oleh Zaqi, oleh karena itu ada beberapa panel yang gaya sinematografinya berbeda.

“Gaya saya sangat sinematografis sementara Zaqi komik banget,” ungkap Sweta.

Menutup perbincangan, kedua komikus ini mengaku senang dan bangga bisa terlibat dalam penerbitan komik Pendekar Tongkat Emas.

“Kami berdua besar bersama komik silat,” jelas Sweta.

Penasaran bagaimana kolaborasi Zaqi dan Sweta untuk adaptasi Pendekar Tongkat Emas? Nantikan 2015 mendatang!