Fakta UMKM dalam Krisis Global

Apa saja fakta UMKM dalam krisis global? Pasang-surut, maju-mundur, tentunya tak akan lepas dari kegiatan usaha mana pun. Terlebih pada skala usaha mikro, kecil dan menengah yang banyak diidentikkan sebagai usaha yang memiliki tingkat kerentanan tinggi.

Kenyataannya, usaha kecil telah membuktikan diri sebagai usaha yang paling mampu beradaptasi dan bertahan dalam krisis ekonomi. Fakta UMKM dalam krisis global menunjukkan bahwa krisis ekonomi global yang terjadi di tahun 1997-1998 lalu. Usaha kecil bukan hanya mampu bertahan, tetapi juga mengalami laju yang menggembirakan dalam pertumbuhan dan penyebarannya.

Sedikit flash back ke periode tersebut, krisis ekonomi ternyata mampu mengguncang sebagian besar kegiatan usaha, terutama usaha berskala besar. Alasannya sederhana, usaha besar tak mampu lagi menanggung beban produksi akibat dari kenaikan harga. Dalam kacamata ekonomi, salah satu faktor meningkatnya beban usaha ini diakibatkan oleh menurunnya kurs nilai tukar Rupiah terhadap Mata Uang Asing. Hal ini bisa dianggap kewajaran, mengingat usaha besar memang tak lepas kaitannya dengan nilai tukar Rupiah.

Sedikit meloncat pada dampak guncangan tersebut, usaha besar yang ingin bertahan banyak melakukan pemangkasan dalam manajemennya. Hal yang paling realistis adalah pemutusan hubungan kerja yang dilakukan semata-mata untuk mengurangi beban produksi. Meski tak sedikit juga pengusaha yang tak mampu bertahan lalu menutup kegiatan usahanya.

Fenomena tersebut, tentu saja melahirkan dampak sosial dan dampak ekonomi yang sangat besar. Bayangkan, ratusan, ribuan hingga jutaan orang yang kehilangan pekerjaan, teancam tak dapat lagi memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dalam kerangka makro, dampak tersebut tentunya akan memberikan dampak lain terhadap menurunnya daya beli masyarakat. Daya beli masyarakat menurun, roda ekonomi tentu saja akan berjalan dengan sangat lambat. Bahkan sangat mungkin tidak berjalan.

Hal yang menggembirakan, fenomena pemutusan hubungan kerja tersebut justru disambut dengan terbukanya peluang usaha berskala mikro, kecil dan menengah. Meski pada awalnya mungkin saja hanya dianggap sebagai strategi bertahan hidup.

Tumbuh dan berkembangnya UMKM ini, tentunya memberi dampak langsung dalam penyerapan tenaga kerja. Terserapnya tenaga kerja, sudah tentu berdampak pada peningkatan daya beli masyarakat.

Karena usaha kecil akan selalu berhubungan dengan usaha besar dalam pemenuhan sumberdayanya. Maka keberadaan usaha kecil sudah tentu akan mendongkrak laju produksi bagi usaha-usaha besar. Keterkaitan seperti inilah yang tak bisa dilepaskan dari kenyataan bahwa Indonesia bisa bertahan dan melepaskan diri dari dampak krisis global.

Demikianlah ulasan mengenai fakta UMKM dalam krisis global. Semoga bermanfaat.