Film-Terbaru-Dwayne-Johnson

Film terbaru yang dibintangi oleh aktor Hollywood, Dwayne Johnson, baru saja rilis dan tayang perdana pada Jum’at 29 Mei 2015 lalu di bioskop-bioskop Indonesia. Film yang bercerita tentang bencana alam gempa itu telah dinanti oleh para penggemar Dwayne Johnson. Para penggemar sudah tak sabar ingin meilihat akting pria yang biasa disapa The Rock itu.

Trailer-San-Andreas-Film-Terbaru-Dwayne-Johnson

Film yang bertajuk ‘San Andreas’ itu mengisahkan tentang Ray (Dwayne Johnson) sedang mengunjungi putrinya, Blake, yang tinggal dengan mantan istrinya di San Andreas, Los Angeles. Saat ia baru saja tiba, mendadak terjadi gempa yang cukup dahsyat berkekuatan 9 skala richter.

Ray-Blake-Film-Terbaru-Dwayne-Johnson

Ray pun harus bekerja keras untuk menyelamatkan para korban. Ia juga harus berusaha menyelamatkan putrinya dari ancaman gempa susulan yang kapan saja bisa terjadi dan akan lebih dahsyat lagi.

Selain Dwayne Johnson, film San Andreas ini juga dibintangi oleh Carla Gugino, Alexandra Daddario, Loan Gruffudd, Archie Punjabi, Paul Giamatti, Kylie Minoque dan beberapa pemain lainnya.

Film Terbaru Dwayne Johnson, San Andreas: Antara Kritikan dan Pujian

Film yang digarap oleh Brad Peyton ini menuai kritik dari salah seorang ahli gempa, Dr. Lucy Jones. Memang sudah menjadi hal yang biasa ketika sebuah film menuai kritik dan pujian. Kritik Dr. Lucy terhadap film terbaru Dwayne Johnson itu disampaikannya melalui media sosial twitter.

kritikan-Lucy-Untuk-Film-Terbaru-Dwayne-Johnson

Dr. Lucy menganggap film yang berlokasi di California itu tidak masuk akal. Dia juga mengatakan banyak kesalahan mengenai gempa yang dipaparkan dalam film tersebut. Menurutnya, gempa yang terjadi di dalam film itu tak sesuai dengan kondisi tanah di Amerika Serikat yang padat penduduk.

“Kesalahan besar pertama, Film ‘San Andreas’ berpura-pura kalau California memiliki zona subduksi (jalur antara lempeng benua dan lempeng dasar samudra). Kami hanya memiliki M8.2,” tulis Lucy dalam akun twitternya.

Tak lama ia juga kembali mengkritik film itu, “Ya Tuhan! Sebuah Jurang? Jika jurang patahan itu bisa terbuka, tidak ada gesekan. Kalau tak ada gesekan, maka tak mungkin timbul gempa,” tambah Lucy.

Kemudian Lucy juga menuliskan: “Menyadari bahwa air laut yang surut sebagai tanda untuk tsunami itu bagus. Tetapi, tsunami tak mungkin akan terjadi di San Andreas. Sekarang kita sedang berada di wilayah fantasi.”

Sejumlah orang yang membaca cuitan ahli gempa itu menganggap, bahwa Lucy terlalu serius mengkritik film terbaru Dwayne Johnson itu. Namun sebagian ahli gempa lainnya tak begitu serius menanggapi soal gempa yang terjadi di San Andreas. Pasalnya, film tersebut tidak diambil dari kisah nyata.

Kritikan Dr. Lucy dalam akun twitternya mungkin bertujuan memberitahu kepada publik, kalau keadaan alam di California, tak memungkinkan untuk terjadi gempa seperti dalam film terbaru Dwayne Johnson itu.

Premier-San-Andreas-Film-terbaru-Dwayne-Johnson

Disisi lain, film terbaru Dwayne Johnson itu membuat para penonton merasa puas. Sebagian dari mereka ikut terhanyut dalam kejadian yang memilkukan di film itu. Film yang diproduksi oleh Warner Bros ini juga menawarkan efek visual yang super canggih dan membuat penonton benar-benar masuk dalam situasi gempa.

Saat premier pertama kali, film ini juga berhasil mencetak pendapatan hingga 48 juta USD. Bahkan tak hanya di Amerika Serikat, San Andreas sukses masuk peringkat pertama difilm box office di beberapa Negara.

Memang pendapatan yang berhasil diraih oleh San Andreas belum mengalahkan rekor yang diciptakan film Dwayne Johnson sebelumnya, ‘Fast & Furious 7’. Film yang menjadi tribute (alm) Paul Walker itu telah menghasilkan 1,6 miliar USD di seluruh dunia.

Gala-Premier-Film-Terbaru-Dwayne-Johnson

Beberapa pengamat film memprediksi bahwa kesuksesan film terbaru Dwayne Johnson ini akan terus meningkat selama penayangan di bisokop. Karakter Ray yang sukses diperankan oleh Dwayne Jhonson adalah kelebihan dari film San Andreas ini.

Di Indonesia, film ini juga mendapat sambutan yang baik dari para penontonnya.