FPI Curhat pada DPD
www.kiblat.net

Front Pembela Islam atau FPI curhat pada DPD (Dewan Perwaklan Daerah) DKI Jakarta untuk membuat pengaduan terkait sikap represif para aparat kepolisian ketika mengamankan aksi unjuk rasa di DPRD DKI Jakarta dan Balai Kota Jakarta beberapa pekan lalu. Setelah pertemuan tersebut, Habib Muchsin (Ketua FPI) menjelaskan bahwa FPI sedang mengumpulkan berbagai fakta dan data terkait bentrokan antara FPI dengan aparat kepolisian kepada AM Fatwa.

Aspirasi menolak Ahok akan kita laporkan kepada DPD, DPR, DPRD, Komnas HAM, dan Komnas Anak karena FPI dirugikan,” ujar Muchsin.

Menurutnya, jika FPI dijadikan pihak yang paling salah sangatlah keliru karena ada pihak lain yang sengaja menyusup serta memprovokasi. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya sudah menerima surst yang isinya wacana untuk membubarkan FPI dari Kementerian Dalam Negeri.

Kalau hasil investigasi ada pelanggaran (dilakukan polisi), kami tuntut Kapolda (Metro Jaya) harus mundur. Kalau Kapolri ikut berbicara (pembubaran FPI), Kapolri juga harus mundur,” ujarnya.

Muchsin juga menambahkan, pihak manapun tidak perlu repot untuk membubarkan FPI karena pada dasarnya FPI ini akan membubarkan diri jika tidak ada lagi pelanggaran hukum serta keterlibatan pihak asing dalam penyelenggaraan bernegara.

Tegakkan hukum saja, bersihkan dari pengaruh asing, dan FPI pasti bubar sendiri. Tapi, kalau ada rekayasa hukum dalam pembubaran FPI, kami akan melawan,” tambahnya.

Dalam pertemuan FPI curhat pada DPD ini juga pihak FPI mengadukan beberapa poin penting terkait demo tersebut. Dari keempat poin tersebut, salah satunya adalah menjaga kedaulatan Indonesia dari pengaruh asing.

Ada kesepakatan yang disepakati kita senantiasa sama-sama untuk menjaga ketahanan kedaulatan NKRI baik dari pada upaya-upaya pengaruh asing dan pengaruh asing,” ujar Habib Muhsin seusai pertemuan dengan anggota DPD DKI, Senin (13/10/2014).

Lebih lanjut, Muchsin menjelaskan bahwa FPI telah sepakat menjaga ketenangan pelantikan Jokowi-JK tanggal 20 Oktober mendatang. Ia yakin bahwa FPI akan turut menjaga keamanan dan ketenangan kondisi politik saat pelantikan tersebut.

Kami semua sepakat dalam rangka agenda nasional pelantikan presiden akan berupaya menjaga ketenangan di warga kami untuk tidak campur. Eskalasinya panas kita tidak akan ikut, kita FPI dan umat di bawah akan kita tenangkan, bila ada ekses politik FPI tidak tanggung jawab dan ikut-ikutan,” tegasnya.