gelombang panas di india

Bagi warga Indonesia, berkunjung ke Ibukota Jakarta itu menyenangkan. Namun disisi lain, harus siap juga menahan panasnya udara disana. Tapi bisa dipastikan panas Kota Jakarta masih kalah dengan gelombang panas di India.

Bagaimana tidak, suhu di India mencapai 50 derajat celcius. Coba bayangkan betapa panasnya suhu disana? Banyak warga India yang tidak sanggup menahan panasnya suhu, hingga akhirnya meninggal dunia.

Akibat Gelombang Panas di India

Diketahui bahwa gelombang panas ini menewaskan lebih dari 1100 jiwa. Jumlah korban yang tewas diperkirakan akan terus bertambah selama suhu masih dititik 50 derajat celcius.

korban

Berdasarkan laporan yang diterima, kebanyakan korban berasal dari negara-negara bagian di India Selatan, yaitu Telangana dan Andhra Pradesh. Korbannya kebanyakan merupakan orang-orang yang menghabiskan waktu di luar rumah, seperti halnya gelandangan dan pekerja bangunan.

Namun tak sedikit kaum lanjut usia pun turut menjadi korban dari gelombang panas ini. Maklum saja, daya tahan tubuh di usia lanjut memang lebih rentan dibandingkan dengan kalangan muda.

jalanan meleleh

Sungguh mengejutkan, gelombang panas di India tak hanya merenggut nyawa banyak orang, melainkan juga berimbas pada kontur jalan. Bagaimana tidak, panasnya suhu mampu melelehkan jalan-jalan raya di ibukota New Delhi.

Mimpi buruk ini melanda kawasan India Selata sejak pertengahan April 2015. Namun mirisnya, sampai saat ini korban justru semakin bertambah setiap harinya. Lalu, sebenarnya apa penyebab dari gelombang panas di India ini?

Penjelasan Ilmiah tentang Gelombang Panas India

Sungguh mengerikan, banyak nyawa yang melayang karena gelombang panas. Iya, belakangan ini India tengah berjuang untuk bisa bertahan di suhu yang mencapai 50 derajat Celcius.

Badan Meteorologi India mencarat bahwa pada 26 mei 2015 suhu udara di India mencapai 48 derajat Celcius. Anehnya suhu udara tetap panas meski matahari sudah tenggelam. Lantas apa penyebab dari gelombang panas ini?

Berdasarkan pengamatan, aliran udara panas merupakan pola musim panas yang meluas, diindikasikan dengan suhu sekitar 5 derajat Celcius di atas suhu maksimumnya. Nah, ketika aliran udara panas tersebut melewati permukaan daratan yang luas, aliran udara semakin panas. Inilah yang pada akhirnya membuat India ‘diserang’ gelombang panas.

Dan setelah dianalisa, gelombang panas di India diperkirakan akan bertahan selama sepekan di wilayah timur laur dan utara India. Nah, bagi para WNI yang tinggal atau bekerja disana harap mewaspadai suhu panas ini.

Setiap harinya selalu ada kabar terbaru terkait gelombang panas di India. Dan berdasarkan data paling terbaru diketahui bahwa jumlah korban di Indoa sdah lebih dari 1.118 jiwa. Untuk mencegah jumlah korban bertambah banyak, pemerintah memberlakukan sebuah peraturan.

dehidrasi

Peraturannya adalah para penduduk diharapkan untuk tidak keluar rumah selama suhu masih belum bersahabat. Namun sayang, peraturan ini masih saja dilanggar. Hal ini dikarenakan, masih banyak warga India yang lalu lalang di jalan.

Kebanyakan dari warga memaksakan diri untuk keluar rumah untuk bekerja. Iya karena kalau mereka terus diam didalam rumah, tidak ada pemasukkan, sedangkan kebutuhan sehari-hari harus terpenuhi.

Meski banyak yang melanggar, namun pemerintah tak pernah bosan untuk mengingatkan warga akan peraturan ini. Karena pada dasarnya, peraturan ini dibuat untuk keselamatan warga India.

sumber air

Selain itu, pemerintah India juga menyediakan pos-pos air diberbagai tempat. Tujuannya adalah agar para warga terhindar dari dehidrasi. Karena panasnya suhu, membuat kita harus lebih banyak minum air putih.

Meski suhu di India belum juga turun, namun diperkirakan sejak 2 Juni nanti akan turun hujan. Dengan demikian, suhu panas akan berkurang. Iya semoga saja suhunya kembali normal, agar penderitaan warga India berakhir.