pemerintah as
sumber: theguardian(com)

Google mengungkapkan bahwa meningkatnya kekuatan FBI bisa memerlukan payung hukum yang harus ditetapkan oleh kongres pemerintah AS. Google sendiri tidak setuju dengan perluasan kekuatan dari pemerintah AS untuk melakukan pencarian dan memperoleh data digital. Mereka juga memperingatkan bahwa itu bisa membuat Amerika Serikat melakukan hacking terhadap setiap fasilitas di dunia.

Komite di Washington memang terlihat sedang ingin melakukan perubahan, Google mengungkapkan bahwa meningkatnya kekuatan FBI dalam pencarian data memerlukan legalitas yang kompleks, dan harus diputuskan oleh kongres.

Google, sebagai mesin pencari raksasa di internet memberikan peringatan pada FBI yang bisa memberikan data yang luas dan tak terbatas terhadap informasi pribadi yang diberikan pada pemerintah Amerika Serikat. Padahal internet sendiri adalah jaringan yang global, tak terbatas antar negara, lalu bagaimana jika negara lain digali informasinya oleh Amerika Serikat, padahal berbeda pemerintahannya.

Pencarian seseorang melalui jaringan internet memang tampaknya kompleks. National Association of Assistant US Attorneys mengatakan  bahwa kadang tertuduh menggunakan teknologi canggih sehingga tampak anonim dan mereka menyembunyikan layanan proxy dan juga alamat IP. Hal tersebut membuat pihak yang berwenang kesulitan dalam mengidentifikasi orang tersebut di lokas tempat informasi itu berada.

Christopher Soghoian dari ACLU mengatakan bahwa pemerintah AS sedang mencari permasalahan dengan ingin memperluas kekuatannya untuk melakukan hacking terhadap komputer, termasuk menggunakan malware. Meskipun proposal diselubungi dengan perubahan prosedural yang minim, kenyataannya ini akan menjadi besar dan merupakan perubahan yang substantif.

FBI sendiri telah mengembangkan teknik komputer selama lebih dari 15 tahun. Ini sekarang secara regular menggunakan “network investigate techniques,” atau NIT yang memasukkan software malware pada peralatan yang ditargetkan sehingga dapat berefek mengizinkan agen untuk mengontrol mesin tersebut. Mereka dapat mematikan atau menghidupkan kamera, mereka peralatan, mendownload database informasi dan mendapatkan akses ke komputer lain yang terhubung.

Beberapa waktu lalu mereka sempat heboh dengan adanya hacking terhadap Sony Pictures, saat itu FBI menyalahkan Korea Utara. Tapi nyatanya pemerintah Amerika Serikat sendiri malah ingin membenarnya FBI dalam melakukan hacking untuk kepentingan mereka sendiri.