Benarkah Olok-olok terhadap Iklan Mastin Menjadi Berkah?
Benarkah Olok-olok terhadap Iklan Mastin Menjadi Berkah? | almishbah

“Kulit manggis kini ada ekstraknya.”

“Uang gaji kini hanya tinggal ekstraknya.”

Kedua kalimat tersebut tentunya sudah tidak asing lagi dengan telinga kita, bukan? Jika yang pertama merupakan kalimat slogan dari produk jamu, sedangkan kalimat yang kedua merupakan guyonannya. Tepatnya lagi kalimat yang menjadi guyonan tersebut ditujukan kepada iklan jamu Mastin.

Iklan tersebut memang cukup sering terdengar karena hadir di berbagai media, seperti cetak dan elektronik. Dengan begitu, kita sebagai pemirsa menjadi sangat hafal dengan liriknya. Namun bagi beberapa orang, slogan dari iklan tersebut justru mengundang guyonan dan olok-olok, seperti pada kalimat di awal tadi.

Namun mengapa pihak produsen sering sekali mempromosikan iklan tersebut? Menurut informasi yang berhasil dikutip dari laman Tempo, kulit manggis tersebut memang menjadi unggulan dari perusahaan tersebut.

“Kami memang terdepan dalam ekstrak kulit manggis,” papar staf pemasaran dari produk Mastin, Edi Utomo.

Dengan alasan itulah, Edi mengklaim bahwa Mastin sebagai produk jamu unggulan dalam hal kulit manggis. Selain itu, dengan slogan yang dimilikinya itu, masyarakat akan lebih mudah mengingat produk ini ketimbang produk lainnya yang sejenis. Terlebih dengan adanya olok-olok yang sering terdengar, terutama di dunia maya.

Keunggulan lainnya menurut Edi adalah terletak pada bentuk obat tersebut. Pembuatan bentuk ekstrak kulit manggis yang dibuat ke dalam kapsul merupakan langkah jitu. Kapsul sendiri merupakan obat yang mudah untuk diminum. Selain itu, kapsul juga mudah larut dalam tubuh.

Dengan semua bentuk kepraktisan dan khasiat yang dimiliki oleh Mastin, menjadikan pemasaran ini jauh lebih pesat. Di Indonesia sendiri untuk urusan kulit manggis yang dijadikan sebagai obat masih sangat jarang. Dengan penemuan ini, Mastin merasa bangga karena menjadi pelopor bagi kesehatan masyarakat dari kulit buah yang tidak diduga sebelumnya.

Kita pun bisa mencontoh dari langkah yang dilakukan oleh perusahaan Mastin ini, terutama dalam urusan berbisnis. Ketika olok-olok merajalela, bukan kemunduran yang dilakukan. Justru di sanalah letak kemajuan dalam suatu bisnis. Olok-olok dapat menjadi cambuk bagi bisnis yang kita lakukan.

Jadi, jangan pernah menciut ketika guyonan kita dapatkan!