Daniel Kaiser
okeinfo.net

Setelah putri Susi Pudjiastuti yang disorot media, kini giliran mantan suami kedua dari Susi yaitu Daniel Kaiser yang turut dikejar para awak media. Saat kunjungan Susi ke Pangandaran tanggal 1 November 2014 lalu, Daniel Kaiser ikut hadir. Ia memberikan ucapan selamat kepada Susi saat ia menemuinya di kantor Susi, di maskapai penerbangan Susi Air.

Daniel Kaiser percaya Susi bisa menjalankan tugasnya sebagai menteri meskipun ia hanya tamatan SMP. Hal ini karena Susi memiliki ilmu kelautan dan perikanan yang sangat mumpuni. Ia juga adalah seorang yang pekerja keras.

Saya percaya (Susi) mampu bekerja sangat baik,” ujar Daniel, Sabtu (1/11/2014).

Sabtu, 1 November 2014, Susi pulang ke kampong halamannya di Pangandaran, Jawa Barat. Setelah nyekar ke makam kedua orangtuanya, ia langsung mengunjungi kantor Susi Air sekitar pukul 07.30 WIB. Saat tiba di gerbang masuk Susi Air, menteri Susi dikalungi bunga serta isambut oleh para staf serta karyawan Susi Air.

Dalam kunjungan itu, Susi mengunjungi tempat pelelangan ikan. Ia mengenang masa-masa dulu ia menjadi penjual ikan di sana. Di pelelangan ini, Susi banyak berbincang-bincang dengan para nelayan tentang berbagai hal termasuk kesejahteraan nelayan dan nelayan-nelayan tua yang jauh dari kata layak.

Dalam kesempatan itu juga Susi berjanji akan memberikan gajinya untuk asuransi nelayan. Ia juga berpesan agar para nelayan tidak menangkap ikan, lobster, udah, atau binatang laut lainnya yang sedang bertelur dan tidak menangkap ikan yang mash kecil karena dapat mengancam kelangsungan hidup hewan-hewan laut ini.

Keilmuan Susi dalam masalah kelautan dan perikanan memang tidak diragukan lagi. Ia tidak hanya memikirkan upaya untuk mensejahterakan nelayan tapi juga bagaimana agar biota laut tetap terjaga. Dalam beberapa jam setelah ia dilantik, ia pun menyadarkan masyarakat Indonesia akan illegal fishing yang terjadi di wilayah Indonesia.

Ia pun akan menindak tegas Negara-negara yang melakukan illegal fishing di wilayah Indonesia. Bahkan ia akan memboikot Negara yang tidak mau bekerja sama untuk menindak tegas pencuri ikan di wilayah laut Indonesia.