Budaya Barat yang Sudah Masuk ke Tanah Arab
Budaya Barat yang Sudah Masuk ke Tanah Arab | Foto : thebohemianchronicles.wordpress(com)

Budaya barat kini tak hanya membanjiri tanah Asia yang notabeni terdiri atas beragam suku bangsa, bahasa, dan agama. Bagaimana dengan tanah Arab yang sangat kental dengan ketatnya peraturan agama Islam? Apakah budaya orang bule seperti dugem, clubbing, disko, dan sebagainya yang banyak dijumpai di Asia, termasuk Indonesia, banyak juga ditemukan di tanah Arab?

Jangan salah, kebisaan orang barat seperti dugem dan sebagainya tadi kini semakin dikenal di beberapa negara Arab. Kalau begitu, samakah dugem di negara-negara Arab dengan di Indonesia? Seperti apa sih gaya dugem, clubbing, dan disko di sana? Siapa saja yang melakukannya?

Clubbing dan Dugem, Budaya Barat yang Mulai Menghiasi Kehidupan Malam di Tanah Arab

Clubbing dan Dugem Mulai Menghiasi Kehidupan Malam di Tanah Arab
Clubbing dan Dugem Mulai Menghiasi Kehidupan Malam di Tanah Arab | Foto : filipinotimes(ae)

Arus urbanisasi tak dapat dipungkiri semakin menggurita ke seluruh penjuru dunia, khususnya penyebaran budaya barat yang dinilai tabu dan negatif.

Tak ada satu tempat pun di dunia ini yang luput dari jajahan perubahan zaman modern yang diprakarsai oleh dunia barat, termasuk di tanah Arab.

Meskipun beberapa negara Arab masih konsisten mempertahankan peraturan agama Islam seperti mengharamkan minuman keras, namun ini bukan jaminan masyarakatnya bebas miras 100 persen atau mungkin ada saja yang melanggar aturan tersebut dengan meminum miras.

Lalu, adakah bar, lounge, atau night clubs, di tanah Arab?

Selama ini, tempat-tempat seperti itu identik dengan tempat berkumpulnya para pecinta “racun dunia”. Kita semua pasti tak pernah membayangkan seperti apa clubbing atau kehidupan malam orang-orang Arab, karena memang selama ini kita meyakini bahwa tak ada tempat-tempat semacam itu di Arab yang sangat kental dengan budaya ketimuran.

Tak pernah terpikirkan juga bahwa di sebuah hotel di sana memiliki lebih dari 5 tempat clubbing yang berbeda-beda, baik itu jenis maupun target marketnya.

Di Indonesia, night club banyak tumbuh di perkotaan, terutama di Jakarta, tentu dengan berbagai jenis tempat yang masih tergolong regular seperti lounge, mix DJ and band, full DJ, atau apalah namanya, bahkan sampai dangdut.

Bagaimana dengan di tanah Arab? Sama seperti Indonesia, di beberapa negara Arab, tempat-tempat maksiat seperti itu mulai banyak hadir, kecuali di Arab Saudi dan Kwait yang melarang keras hal itu.

Nah, berikut ini adalah beberapa contoh jenis tempat clubbing yang dijumpai di sana.

Arabic Club

Arabic Club
Arabic Club | Foto : sumber: www.futuredisco(net)

Budaya barat tak disangka telah mempengaruhi budaya Arab, salah satunya dengan kehadiran Arabic club. Apa saja yang ada di tempat ini? Aktivitas apa pula yang dilakukan di sana?

Di club malam ini, kita akan disajikan tarian perut khas Arab dengan iringan music Arabic dan dilengkapi juga dengan wanita berbaju seksi yang bernyanyi lagu-lagu Arab di atas panggung.

Lalu, terdapat pula lounge yang di dalamnya kita bisa menyaksikan hiburan seorang pria bermain violin atau semacam gitar dengan menyanyikan lagi-lagu slow Arab.

Selain sajian tari perut dan nyanyian lagu slow Arab, di club ini pun disediakan permainan bilyard, shisha (untuk tempat-tempat tertentu), dan yang pasti tersedia juga berbagai jenis makanan lengkap dengan minumannya.

Di tempat ini, para pengunjungnya sebagian besar kaum pria dan bahkan bisa dikatakan hampir semuanya berjenis kelamin laki-laki untuk di club-club tertentu.

Tapi, ada juga beberapa tempat yang dikunjungi oleh perempuan Arab, hanya beberapa wanita saja, biasanya mereka adalah keturunan Arab gulf. Ini wajar karena wanita-wanita Arab sangat tabu mendatangi diskotek.

Bagaimana dengan gaya berpakaian orang Arab yang pergi ke tempat ini? Walaupun pergi ke tempat hiburan malam, pria Arab banyak juga yang menggunakan pakaian khas Arab “thab” yang rapi ditambah ikat kepalanya.

Rusian Club

Rusian Club
Rusian Club | Foto : www.youtube(com)

Tak hanya budaya barat yang masuk ke tanah Arab, pesona wanita barat atau wanita bule pun banyak tersaji di tempat-tempat hiburan malam seperti di Bahrain misalnya.

Para wanita ini kebanyakan berasal dari pecahan-pecahan negara Rusia dan tempat mereka nongkrong di malam hari disebut dengan Rusian club.

Ada apa di tempat ini? Di tempat hiburan malam ini, wanita-wanita bule dengan bajunya yang cukup seksi bernyanyi lagu-lagu barat dan tak jarang juga lagu-lagu Arab mereka nyanyikan.

Sudah bisa dipastikan para pengunjungnya yang juga kebanyakan kaum pria banyak yang melongo melihat para wanita menyanyi dan menari sambil menghisap sisha sampai minum bir. Bahkan, lebih jauh lagi, beberapa pengunjung pun sampai terbawa larut ikut menari menuruti irama musik.

Memang benar-benar sudah parah ya penyebaran budaya orang barat di tanah Arab.

Indian Club di Bahrain

Indian Club
Indian Club | Foto : roundtableindia.wordpress(com)

Di Bahrain, banyak dijumpai orang India asli sehingga wajar jika banyak restoran India ataupun Indian night club di tanah Arab yang satu ini. Indian night club di Bahrain ini hampir sama konsepnya dengan Rusian club yang kental dengan budaya barat.

Di sini juga menghadirkan beberapa wanita cantik dengan dandanan ala India yang menari-nari di atas panggung dengan iringan lagu India mirip seperti yang sering kita saksikan di film-film India.

Reguler Club di Bahrain

Reguler Club di Bahrain
Reguler Club di Bahrain | Foto : america.aljazeera(com)

Reguler club di Bahrain sama seperti di beberapa negara lain, ada yang hanya bertemakan Australia, African, Jerman, hip hop, house music, techno dan elektro. Pokoknya, semuanya tersedia di sini.

Banyak orang Arab yang sudah membuka diri, terutama yang berduit, dengan cara sekolah ke Eropa ataupun Amerika dan ada juga yang hanya sekolah summer ke luar negeri sampai hanya homestay untuk mempelajari bahasa asing.

Mereka-mereka inilah kaum Arab yang biasanya memenuhi night club elit di Bahrain selain juga para pendatang lainnya dari berbagai penjuru dunia.

Jadi, jangan dikira di Bahrain tidak ada tempat hiburan malam, justru sebaliknya, cukup banyak di sini. Bahkan, level ecek-ecek pun tak kalah banyaknya. lho!

Tempat Hiburan Malam di Bahrain Dipenuhi Pengunjung pada Malam Jumat

Tempat Hiburan Malam di Bahrain Dipenuhi Pengunjung pada Malam Jumat
Tempat Hiburan Malam di Bahrain Dipenuhi Pengunjung pada Malam Jumat | sumber: www.youtube(com)

Zaman dulu, anak-anak muda Arab terkenal dengan kehidupannya yang sangat lekat aturan agama dan tidak gaul. Eit jangan salah! Kini banyak dari mereka, khususnya di Bahrain, yang ahli tarian salsa sampai hip-hop. Dandanan ataupun gaya berpakaiannya pun mewah-mewah.

Saat akan memasuki sebuah club malam pun, pakaiannya tak boleh memakai pakaian khas Arab. Mereka yang memakai pakaian khas Arab saat akan masuk, pasti akan dilarang masuk oleh pihak security di sana.

Ya, di reguler club ini semua pengunjungnya berpakaian gaul seperti pakaian clubbing pada umumnya yang sering kita lihat juga di Indonesia.

Para pengunjungnya pun bukan hanya dari kalangan Arab, tetapi dari berbagai negara lain, baik pria maupun wanita, sedangkan wanita Arab masih jarang dijumpai di sini. Kebanyakan adalah wanita bule, Asia, India, ataupun Afrika, bergantung pada jenis clubnya.

Satu lagi yang membedakan tempat hiburan malam di sini dengan di Indonesia, yaitu ramai pengunjung pada malam Jumat, karena memang hari libur di sini yaitu pada hari Jumat dan hari Sabtu.

Oleh sebab itulah, pada malam jumat tempat hiburan malam di Bahrain dipenuhi orang-raong yang rindu akan hiburan ala barat. Jadi, jika di Indonesia, malam Jumat itu dikatakan malam yang menakutkan, di tanah Arab ini justru sebaliknya, malam yang menyenangkan.

Sangat memprihatinkan memang bagaimana bisa dengan mudahnya budaya barat seperti kehadiran tempat hiburan malam yang penuh maksiat ini sampai-sampai membanjiri tanah Arab, salah satunya di Bahrain. Bagaimana dengan di Indonesia?

Baca Juga Nih: Ledakan di Mulut, Efek Samping Rokok Elektrik yang Paling Mengerikan?