ketiga pelaksana tugas pimpinan KPK
kompas(com)

Wakil Ketua KPK nonaktif, Bambang Widjajanto mengatakan presiden mempunyai kemampuan untuk menentukan hal-hal yang terbaik untuk bangsa termasuk memilih para pimpinan KPK. Namun, Bambang menegaskan, ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh ketiga pelaksana tugas pimpinan KPK.

Siapa pun yang menjadi pelaksana tugas, pastikan untuk tidak terlibat konflik kepentingan. Karena saya pernah punya pengalaman jadi lawyer, dan kemudian diperlakukan tidak adil dan terus-menerus di-bully,” jelas Bambang ketika ditemui dalam gerakan “Save KPK” di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (22/2/2015).

Bambang melanjutkan, ketiga hal itu antara lain: Pertama, seorang pimpinan KPK haruslah tidak mempunyai rekam jejak yang berhubungan dengan konflik kepentingan. Ia juga mengatakan, hal ini harus dilakukan untuk menghindari adanya kriminalisasi pimpinan KPK nantinya.

Kedua, masih menurut Bambang, bagian penting yang mesti dilakukan oleh pimpinan KPK yaitu dengan menyinergikan seluruh kekuatan penegak hukum. Hal ini mesti dilakukan secara adil tanpa adanya diskriminasi terhadap lembaga tertentu.

Ketiga, program strategis yang memerlukan sinergi antara penegak hukum. Bambang juga mengatakan, pimpinan KPK yang ditunjuk oleh Presidne Jokowi harus mempersiapkan program berkesinambungan antaralembaga dengan segera.

Bukan itu saja, Bambang juga menyatakan optimismenya bahwa KPK harus tetap dihidupkan melalui orang-orang yang memiliki tugas mengatr jalannya penegakan hukum di negeri ini. Ia juga mnegatakan, optimisme tersebut harus dibarengi dengan penjagaan, kontrol, serta pengawasan terhadap seluruh proses hukum.

Buatlah program yang sifatnya jelas untuk bisa mendorong akuntabilitas. Selain itu, jangan lagi ada rekayasa-rekayasa, semua harus transparan,” kata Bambang.

Saat ini, Bambang Widjajanto dan Abraham Samad telah diberhentikan untuk sementara. Untuk mengisi kekosongan tersebut, Presiden Jokowi telah menunjuk tiga orang Plt pimpinan KPK yaitu Taufiekurrahman Ruki, Johan Budi, dan Insriyanto Seno Adjie. Ketiganya telah dilantik oleh Presiden Jokowi pada Jumat (20/2/2015) lalu.

Sebelumnya, KPK telah mengusulkan tujuh nama untuk mengisi kekosongan pimpinan di KPK. Namun, dari tujuh nama yang direkomendasikan, tidak ada satu orang pun yang dipilih Presiden Jokowi. Jokowi lebih memilih Ruki, Indriyanto, dan Johan Budi untuk menjadi Plt pimpinan KPK tersebut hingga Desember 2015 mendatang.