korean air
sumber: theguardian(com)

Cho Hyun-ah yang diadili atas kasus “kacang” Korean Air harus menghadapi tuntutan 3 tahun penjara. Cho Hyun-ah merupakan mantan eksekutif Korean Air yang terkena kasus tentang pelayanan “kacang” beberapa waktu lalu. Ia menawarkan kacang kepada penumpang yang terbang pada 5 Desember lalu. Masalahnya adalah Cho terlibat konfrontasi dengan penumpang tersebut sehingga memaksa pesawat untuk kembali ke gerbang bandara John F. Kennedy di New York.

Salah satu kru pesawat menjelaskan bahwa Cho bersikap seperti “macan marah” saat ia menawarkan kacang di sebuah tas, daripada hidangan yang disediakan. Park Chang-jin, kepala penumpang tersebut mengatakan pada pengadilan bahwa ia dan lainnya diperlakukan seperti budak feudal oleh Cho.

Selama pengadilan, Cho telah mengakui menggunakan kekerasan saat berhadapan dengan penumpang penerbangan dengan mendorong bahunya dan melemparkan benda padanya. Perliku Cho tersebut menyebabkan kegemparan di Korea Selatan. Insiden tersebut menyentuh kegelisahan di negara tersebut saat ekonominya didominasi oleh keluarga konglomerat yang dikenal dengan chaebol.

Cho Hyun-ah sendiri merupakan anak perempuan dari pimpinan Korean Air. Dalam kasus itu ia menolak tuntutan yang diajukan padanya. Dia mempertahankan aksinya sebagai kesetiaan dalam bekerja dan mengatakan bahwa kru kabin kelas utama telah berbuat salah dengan tidak melakukan pekerjaan sesuai dengan prosedur.

Jaksa penuntut juga membidik Yeo Woon-jin, eksekutif Korean Air yang menekan pada kru kabin untuk menutupi insiden tersebut dan berbohong pada saat proses investigasi, dan Kim Woon-sub, pegawai kementrian transportasi yang membocorkan rahasia tentang investigasi kementriannya. Hasil dari pengadilan tersebut kemungkinan akan diumumkan sebelum liburan tahun baru cina bulan ini.

Berita tentang insiden pelayanan penerbangan Korea Selatan ini memang sempat menjadi ramai diperbincangkan. Apalagi akhirnya anak dari pimpinan perusahaan penerbangan yang menjadi tersangkanya. Pelayanan pada penumpang memang harus diutamakan. Pihak perusahaan penerbangan perlu memberikan pelayanan yang menyenangkan pada penumpangnya. Reputasi perusahaan ada di tangan penumpang, jika penumpang tidak puas maka mereka bisa menuntut atau menyebarkan review yang jelek tentang perusahaan tersebut.