Abraham Samad dan Bambang Widjajanto
suaramahasiswa(com)

Wakil Ketua tim independen untuk KPK dan Polri, Jimly Asshidiqie menilai putusan praperadilan yang membatalkan status tersangka Komjen Budi Gunawan adalah saat yang tepat untuk membuat KPK dan Polri damai. Jika kasus Komjen Budi Gunawan dihentikan, menurutnya, Polri juga semestinya menghentikan kasus yang menyeret pimpinan nonaktif Abraham Samad dan Bambang Widjajanto.

Kalau saya ya, Bambang Widjojanto dan Abraham itu SP3 aja. Biar sudahlah clear semua, supaya tidak ada kesan kriminalisasi semua,” jelas Jimly saat dihubungi, Minggu (1/3/2015).

Jimly juga mengatakan, kini KPK tidak dapat melanjutkan kasus Komjen Budi Gunawan dengan alasan kasasinya ditolak. Sementara lembaga antirasuah ini juga tidak dapat mengajukan peninjauan kembali (PK). Oleh karena itu, untuk sementara waktu kasus Komjen Budi Gunawan dihentikan.

Lebih lanjut Jimly mengatakan, dalam kondisi yang seperti ini, semestinya Polri juga menghentikan kasus yang menjerat Abrahan Samad dan Bambang Widjajanto. Pasalnya, penetapan tersangka terhadap kedua pimpinan KPK nonaktif ini tidak lepas dari ditetapkannya Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka.

Selain itu, tambah Jimly, tuduhan yang ditujukan kepada Abraham Samad dan Bambang Widjajanto memberikan kesan hanya mencari kesalahan untuk keduanya.

Kalau cari kesalahan, semua pejabat pasti punya salah. Demikian juga di kasus Abraham dan Bambang, pasti mereka banyak salahnya. Maka sebaiknya kasus Abraham dan Bambang ini di SP3 saja,” jelas mantan Ketua MK itu.

Jimly juga merasa yakin jika KPK dapat membicarakan kemungkinan Abraham Samad dan Bambang Widjajanto dilepas dari jeratan pidana. Jika Polri masih bersikukuh ingin melanjutkan kasus keduanya, alternative lain adalah kejaksaanlah yang menghentikan kasus keduanya dengan mekanisme deponeering. Sama halnya seperti yang pada kasus mantan pimpinan KPK terdahulu, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah.

Saya rasa kalau masih diproses (oleh polisi) dan diajukan ke kejaksaan, di kejaksaan dilepas. Itu jalan yang paling baik, walaupun dalam proses hukum yang pasti itu artinya negatif, tapi ini win-win karena menurut saya BW dan AS tidak pantas jadi tersangka,” ujar Jimly.

Seperti yang sudah diketahui, Bambang Widjajanto ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus keterangan palsu di Mahkamah Konstitusi dalam sengketa Pemilukada Kotawaringin Barat tahun 2010 lalu. Sementara itu, Abraham Samad menjadi tersangka atas dua kasus yaitu penyalahgunaan wewenang dan pemalsuan dokumen.