Pimpinan Sementara KPK
indoberita(com)

Deputi Pencegahan KPK Johan Budi menuturkan KPK sebenarnya sudah merekomendasikan 7 nama calon pimpinan sementara KPK kepada Presiden Jokowi. Namun, dari tujuh nama yang direkomendasikan oleh KPK, tidak ada satu orang pun yang dipilih oleh Presiden Jokowi.

Johan juga mengatakan, ia memang sudah mengetahui jika Presiden Jokowi akan memberhentikan sementara dua pimpinan KPK, sehari sebelum presiden mengumumkan keputusannya tersebut di Istana Merdeka, Rabu (19/2/2015). Begitupun dengan rencana Jokowi yang menunjuk tiga orang untuk mengisi kekosongan tersebut.

Johan juga mnegatakan, pada hari itu, Istana menghubungi KPK kemudian menanyakan usulan pimpinan sementara yang diusulkan oleh KPK.

Saya ketua tim krisis di KPK. Istana tanya, ‘Kalau ada usulan pelaksana tugas, usul siapa?’ Kami usulkan tujuh nama, tetapi tidak ada yang dari KPK,” jelas Johan Budi, Kamis (19/2/2015) dini hari.

Namun, lebih lanjut Johan enggan menyebutkan siapa saja ketujuh orang yang direkomendasikan oleh KPK tersebut. Dari ketujuh orang yang diusulkan, ternyata tidak ada satu orang pun yang dipilih oleh Presiden Jokowi. Ia berpendapat memang lebih baik orang-orang di luar KPK yang mengisi kekosongan tersebut.

Ada sejumlah nama, termasuk anggota Tim 9. Ternyata, ada tim dari pakar hukum di sini yang mengusulkan itu juga,” ujar Johan.

Akhirnya, Presiden Jokowi menunjuk Johan Budi, mantan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki, erta akademisi UI Indriyanto Seno Adji untuk menjadi pimpinan sementara KPK. Johan mengaku terkejut dan tidak menyangka akan dipilih oleh Presiden Jokowi untuk menempati posisi tersebut.

Saya sama sekali tidak menyangka dan terkejut ditunjuk jadi Plt (pelaksana tugas) pimpinan KPK,” jelasnya.

Ia juga menganggap keputusan Presiden Jokowi tersebut setidaknya telah menjazab pertanyaan public yang terus menunggu langkah yang akan diambil presiden untuk mengatasi masalah KPK dan Polri ini. Ia juga berharap keputusan yang dimabil presiden bisa mengembalikan keadaan antara KPK dan Polri kembali seperti semula.

Apa yang dilakukan Jokowi harus diapresiasi, cepat dan konkret. Saya yakin ini langkah yang dilakukan Jokowi pasti tujuannya untuk mengembalikan lagi hubungan baik antara Polri dengan KPK,” pungkas Johan.