Pelimpahan Kasus Komjen Budi Gunawan
kompas(com)

Heri Budianto, seorang pengamat politik mengatakan Presiden Jokowi harus turun tangan dengan segera untuk merespon reaksi publik atas pelimpahkan kasus Komjen Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung oleh KPK. Keputusan pimpinan KPK tersebut serta pernyataan dari Ketua sementara KPK Taufiequrachman Ruki yang mengaku kalah dalam sidang praperadilan Komjen Budi Gunawan dinilai telah berlawanan dengan semangat pemberantasan korupsi yang selama ini disuarakan oleh KPK.

Heri juga mengatakan, dengan berbagai upaya yang dianggap pelemahan KPK, presiden harus turun tangan.

Jokowi harus segera turun tangan sebelum publik menyalahkan Presiden atas hal ini. Jangan sampai Ruki menepuk air di dulangan, terpercik muka orang lain (Jokowi),” ujar Heri, Rabu (4/3/2015).

Bahkan, Heri melanjutkan, jika perlu harus ada evaluasi terhadap pimpinan sementara yang telah ditunjuk oleh Jokowi.

Dalam situasi sekarang, KPK justru dilemahkan oleh orang-orang dari dalam. Ini yang perlu dikualifikasi ulang adalah Ruki sebagai pimpinan sementara KPK,” jelas Heri.

Dalam pengambilan keputusan KPK, peran Ruki dinilai sangat besar. Selain itu, Heri juga menilai meskipun termasuk generasi pertama pimpinan KPK, sikap Ruki ini sangat beda jika dibandingkan dengan awal-awal ia memimpin KPK.

Mantan Komisioner Komnas HAM, M. Billah yang kini menjadi anggota Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi, mengatakan Presiden Jokowi harus menarik lagi Keputusan Presiden terkait pimpinan KPK sementara. Pasalnya, keberadaan Ruki sekarang ini justr ia nilai hanya melemahkan KPK.

M. Billah juga mengatakan, Presien Jokowi harus mempercepat seleksi pimpinan KPK. Hal ini dilakukan agar kekosongan pimpinan KPK bisa kembali terisi dengan nama-nama yang memang sudah teruji integritasnya.

Pelimpahan kasus Komjen Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung memang dianggap sebagai salah satu kekalahan KPK. Atas keputusan pimpinan KPK ini, banyak pegawai KPK yang melakukan protes di depan gedung KPK, Rabu (4/3/2015) kemarin. Bukan hanya itu, disebut-sebut juga kekalahan KPK yang lain atas kekisruhan KPK dengan Polri, seperti dibatalkannya status tersangka Budi Gunawan, serta dinonaktifkannya dua pimpinan KPK oleh Presiden Jokowi yaitu Abraham Samad dan Bambang Widjojanto.