tinggalkan facebook
foto: technobuffalo(com)

European Commission memperingatkan warga Uni Eropa untuk tinggalkan Facebook mereka jika mereka ingin informasi pribadi mereka tidak diketahui keamanan Amerika Serikat. Legislasi Safe Harbour saat ini tidak dapat melindungi data warga negara.

Komentar tersebut dibuat oleh pengacara EC, yaitu Bernhard Schima yang membawa masalah kampanye privasi. Pihaknya memang mempertanyakan keamanan data warga Uni Eropa yang seharusnya aman jika dikirimkan ke Amerika Serikat.

“Warga seharusnya tinggalkan facebook mereka, jika memiliki Facebook,” Schima mengatakan hal tersebut pada pengadilan Eropa di Luxembourg.

Saat ditanyakan langsung, komisi tidak mengkonfirmasi pada pengadilan bahwa Safe Harbour memiliki proteksi yang cukup untuk warga negara Uni Eropa.

Masalah kasus data pribadi di Facebook memperlihatkan peran framework Safe Harbour yang meng-cover transmisi data warga Uni Eropa melewati Atlantik ke Amerika Serikat. Tanpa framework tersebut, ini melawan hukum Uni Eropa untuk memindahkan data pribadi keluar Uni Eropa. Kasus tersebut dikumpulkan bersama dengan kasus melawan Apple, Facebook, Microsoft, Microsoft yang merupakan pemilik Skype, dan Yahoo.

Kasus yang mengungkapkan program pengumpulan data pemerintah Amerika Serikat tersebut pernah diungkapkan oleh Edward Snowden di NSA file, yang memperlihatkan data warga Uni Eropa yang dipegang pemerintah Amerika Serikat diberikan ke agensi intelijen Amerika Serikat, sehingga menunjukkan bahwa proteksi data pribadi warga Uni Eropa tidak bisa ditangani oleh Safe Harbour.

Facebook sendiri saat ini merupakan jejaring sosial media terbesar yang memiliki pengguna terbesar. Pengguna Facebook memang sebagian besar mencantumkan profil pribadinya di Facebook, mulai dari nama, nomer telepon, tanggal lahir, sekolah, pekerjaan, hubungan, dan lain-lain. Tak jarang status yang diupdate juga berkaitan dengan dimana mereka berada dan kegiatan apa yang dilakukan pengguna.

Anjuran untuk tinggalkan Facebook ini memang tergantung dari pengguna itu sendiri, apakah mereka merasa aman atau tidak di Facebook. Jika mereka tidak masalah data pribadinya diketahui oleh banyak orang ataupun badan intelijen maka tak ada masalah. Namun memang sebaiknya tidak terlalu sering memberikan keterangan detail tentang informasi pribadi di sana. Facebook berbeda dengan diary kertas yang kita simpan di lemari buku.