kelebihan dan kekurangan kurikulum 2013
rri.co.id
Kurikulum 2013 yang beberapa waktu ini sudah berjalan dianggap tidak cocok diterapkan dalam sistem pendidikan Indonesia. Banyak sekali kekurangan yang ditemui dalam pelaksanaan kurikulum 2013. Kekurangan ini berdampak tidak sinerginya antara pendidik dengan siswa, di mana siswa tidak bisa berkembang berdasarkan kompetensinya. Agaknya tidak ada salahnya jika menyebutkan tak ada gading yang tak retak untuk kurikulum 2013 ini.

Ungkapan di atas bukan berarti tidak ada kelebihan dan kekurangan kurikulum 2013. Karena meski demikian diberlakukannya kurikulum 2013 sudah tentu melalui mekanisme panjang, bukan asal hadir atau asal baru. Oleh karenanya ada sisi kelebihan yang bisa kita potret di sana, sebagaimana di kutip Antaranews, Minggu (7/12/2014).
“Selain kreatif dan inovatif, pendidikan karakter juga penting yang nantinya terintegrasi menjadi satu. Misalnya, pendidikan budi pekerti dan karakter harus diintegrasikan ke semua program studi,” kata Prof Anna Suhaenah
Suparno dari Kementerian Pendidikan.

Ia mengatakan asumsi dari kurikulum itu adalah tidak ada perbedaan antara anak desa atau kota. Anak di desa cenderung tidak diberi kesempatan untuk memaksimalkan potensi mereka. Menurut dia, potensi siswa perlu dirangsang dari awal, misalnya melalui jenjang pendidikan anak usia dini.

Namun, kata dia, kunci terpenting adalah kesiapan pada guru. Guru, lanjut dia, juga harus terus dipacu kemampuannya melalui pelatihan-pelatihan dan pendidikan calon guru untuk meningkatkan kecakapan profesionalisme secara terus menerus. Ia mencontohkan di Singapura, dalam setahun guru berhak mendapatkan pelatihan selama 100 jam. Sementara di Indonesia, “tagihan” hanya mendapat sertifikat. “Padahal, harus dievaluasi hasil dari pelatihan guru,” ujarnya. Lalu apa kelebihan dan kekurangan kurikulum 2013?

Bagian yang menjadi kelebihan dari kurikulum 2013 ialah seluruh siswa dituntut untuk menjadi kreatif serta inovatif, selain itu ada juga yang namanya pengembangan karakter siswa yang sudah diintegrasikan kedalam semua program studi yang ada. Sementara yang menjadi kekurangan kurikulum 2013 adalah dalam pembentukan kurikulum 2013 tidak banyak dari guru seluruh nusantara ini yang terlibat, sehingga ada anggapan bahwa kurikulum ini muncul dan para guru tidak tahu menahu tentang pentingnya kurikulum 2013, termasuk penulis sendiri. Padahal jika kita sadar, bahwa semua siswa tidak mempunyai kapasitas yang sama persis, termasuk alat peraganya.