Santunan dari Perusahaan Asuransi
liputan6(com)

Otoritas Jasa keuangan memastikan pelanggaran jadwal terbang pesawat Air Asia QZ8501 yang jatuh tidak akan mengugurkan para ahli waris untuk mendapatkan santunan dari perusahaan asuransi.

Penumpang kan enggak salah, itu fungsinya asuransi,” ujar Firdaus Djaelani, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank, saat ditemui di Menara Merdeka, Jakarta, Selasa (6/1/2015).

Menurutnya, Otoritas Jasa Keuangan berpendapat penyabab pasti dari jatuhnya pasawat Air Asia QZ8501 ini masih diselidiki dan bukan karena masalah perizina rute penerbangan.

Dengan demikian penumpang tetap memiliki hak untuk mendapatkan penggantian sesuai ketentuan yang berlaku,” tambah Firdaus.

Sebagai informasi, Surat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Nomor AU.008/30/6/DRJU.DAU-2014 tertanggal 24 Oktober 2014 tentang izin penerbangan luar negeri periode Winter 2014/2015 menyatakan rute penerbangan Surabaya-Singapura yang telah diberikan kepada Indonesia Air Asia sesuai dengan jadwal penerbangan yaitu hari Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Namun pada kenyataannya Air Asia terbang dengan rute Surabaya-Singapura pada hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Dengan adanya pelanggaran tersebut, rute Surabaya-SIngapura kemudian dibekukan sejak tanggal 2 Januari 2015 hingga hasil investigasi dan evaluasi didapatkan.

Terkait hal ini, dana yang akan didapatkan oleh ahli waris korban pesawat Air Asia QZ8501 ini sebesar Rp. 1,25 miliar untu satu orangnya. Klaim asuransi ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: PM 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara.

Penumpang pesawat berhak mendapatkan penggantian kerugian maksimal Rp 1,25 miliar per orang jika kondisinya meninggal dunia atau cacat total,” ujar Firdaus Djaelani, Selasa (5/1/2015).

Firdaus juga mengatakan hal ini berlaku juga untuk penumpang Air Asia QZ8501 yang dikabarkan melanggar jadwal penerbangan tersebut. Pergantian kerugian sendiri akan dilakukan oleh PT Asuransi Sinar Mas dan PT Asuransi Jasa Indonesia. Untuk korban yang sudah membeli asuransi dari PT Asuransi Dayin Mitra Tbk, akan mendapatkan klaim asuransi lagi sekitar Rp 750 juta atau Rp 315 juta.

Dari 155 penumpang, yang membeli Asuransi Dayin Mitra ada 25 orang. 10 penumpang polis asuransi oneway (sekali jalan) dengan nilai pertanggungan Rp 750 juta, dan 15 penumpang membeli return (pergi-pulang),” jelasnya.