penghuni neraka

Setiap anak yang terlahir ke dunia ini berasal dari rahim seorang wanita. Sebelum melahirkan, wanita harus kuat menahan beban diperut selama 9 bulan lamanya. Sebegitu besarnya perjuangan dan pengorbanan seorang wanita, lantas kenapa bisa mayoritas penghuni neraka justru kaum wanita?

Benarkah, Mayoritas Penghuni Neraka Kaum Wanita?

Tidak ada akibat, kalau tidak ada sebab. Iya, banyaknya kaum wanita yang menjadi penghuni neraka tidak terlepas dari tindak-tanduk perbuatan selama hidupnya. Dengan kata lain, ada dosa besar yang ia lakukan semasa hidupnya.

Tapi kalau dipikir secara logika, manusia adalah tempatnya salah, tak memandang jenis kelamin, baik wanita maupun pria. Namun yang perlu digarisbawahi disini adalah salah tidak sama artinya dengan dosa.

Kesalahan adalah perbuatan tercela yang kita lakukan karena tidak tahu kalau hal tersebut itu dosa. Berbeda halnya dengan dosa. Dosa adalah ketika seseorang sudah tahu hal itu salah tapi tetap saja dilakukan terus menerus dalam waktu yang lama.

surga dan neraka

Dengan kata lain, pada dasarnya baik wanita ataupun pria mempunyai peluang yang sama untuk memilih surga atau neraka. Namun yang pasti, hasil akhirnya adalah pada timbangan amalnya. Jika timbangan amal baiknya lebih berat dibanding amal buruk, insyaallah dia masuk surga. Begitu pun sebaliknya.

Lantas, benarkah mayoritas penghuni neraka itu adalah kaum wanita? Tak sedikit orang yang menyangsikan hal ini. Karena banyak yang beranggapan kalau hal tersebut sekadar omongan belaka, tanpa bukti yang nyata.

Namun nyatanya, dalam sebuah Hadis Rasulullah mengatakan bahwa, “ Aku melihat ke dalam Syurga maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah fuqara’ (orang-orang kafir) dan aku melihat ke dalam Neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penghuninya adalah wanita, (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Dari hadis tersebut bisa kita ambil garis besarnya, mayoritas penghuni surga adalah fuqara atau orang-orang fakir. Sementara itu, mayoritas penghuni neraka adalah kaum wanita.

Nah yang jadi pertanyaan sekarang, kenapa harus kaum wanita yang mendominasi di neraka. Dosa apa yang membuat kaum wanita kebanyakan harus merasakan panasnya api neraka? Daripada penasaran, yuk cari tahu penyebabnya.

Ini Dia Jawaban, Kenapa Mayoritas Penghuni Neraka Adalah Wanita

Meski terlahir dari seorang ibu, namun dalam menapaki jalan hidupnya, seorang wanita bergantung pada 2 pria, yakni bapak dan suami. Sejak kecil sampai dengan memasuki masa remaja, dosa anak masih bergantung pada seorang bapak, tepatnya sebelum sang anak dipinang oleh pria lain.

Salah satu contohnya adalah saat anak wanitanya belum menutupi aurat dengan sempurna, yakni menggunakan hijab. Padahal seperti yang kita tahu, bagi wanita muslim wajib hukumnya menutup aurat dengan hijab. Nah, selama belum menikah, dosa itu berada di tangan bapak.

Namun berbeda halnya jika sudah menikah. ketika sudah menikah, segala tanggungjawab berada ditangan suami. Dengan kata lain, suami harus bisa menuntun istri ke jalan yang diridhoi allah. Contohnya adalah dengan mengajak sang istri untuk bisa memakai hijab. Nah, selama sang istri belum juga memakai hijab, dosa itu berada ditangan suami.

Nah, kembali lagi ke topik awal, kenapa banyak wanita yang harus merasakan panasnya api neraka? Ini dia jawabannya.

1. Kufur Terhadap Suami dan Kebaikan-kebaikannya

Apa itu kufur? Kufur diartikan dengan kufur kepada Allah swt. Namun dalam hal ini kufur yang dimaksud adalah ingkar terhadap kebaikan-kebaikan suaminya. Roda kehidupan itu terus berputar, kadang di atas kadang di bawah.

istri marah

Nah, kadang ada saatnya kondisi ekonomi tengah berada dibawah. Saat kondisi seperti ini, sebagai seorang istri yang baik seharusnya memberikan semangat kepada sang suami untuk terus berikhtiar mencari rezeki. Karena pada dasarnya, sang istri harus setia baik saat senang maupun susah, sama seperti yang diucapkan ketika awal menikah dulu.

Namun dalam kenyataannya, banyak wanita yang ingkar akan janji itu. Tak sedikit wanita yang justru tidak mau menerima kenyataan pahit ini dan akhirnya menyalahkan sang suami. Padahal kita tahu bahwa sang suami berusaha banting tulang untuk menafkahi keluarga.

Jika demikian keadaannya, segeralah minta ampun kepada Allah dan meminta maaflah kepada suamimu. Karena kufur kepada kebaikan-kepaikan suami akan menuntunmu kepada pintu neraka. Naudzubillahimindzalik.

2. Durhaka kepada Suami

Bukan hanya durhaka kepada kedua orangtua yang akan menuntun ke pintu neraka, melainkan juga durhaka kepada suami. Dalam hal ini durhaka yang dimaksud adalah durhaka atas ucapan, perbuatan maupun keduanya.

Bagaimana bentuk durhaka atas ucapan itu? Contohnya adalah ketika biasanya istri berucap dan bersikap baik kepada suami. Namun tiba-tiba berubah, ucapan justru kasar. Hal yang dianggap sepele ini justru sangat dibenci oleh Allah swt.

Perlakuan seperti ini sama halnya meremehkan suami sebagai imam keluarga. Kalau pun memang ada hal-hal yang tidak disenangi dari sang suami, seharusnya dibicarakan dengan halus, tidak perlu kasar.

Gosip

Nah, kedurhakaan lain kepada suami adalah durhaka dalam perbuatan. Bentuk kedurhakaan dalam perbuatan sering kali tidak disadari. Misalnya, seorang istri membicarakan perbuatan buruk sang suami kepada teman tanpa sebab.

Jangankan kepada teman, kepada keluarga pun tidak boleh membicarakan perbuatan buruk sang suami. Karena pada dasarnya, perbuatan buruk suami adalah aib yang seharusnya ditutup rapat oleh istri. Lebih parahnya lagi, jika ucapan tersebut tidak hanya omong kosong belaka, tanpa bukti.

Biasanya, hal ini dilakukan ketika tengah ada percecokan didalam rumah tangga. Karena kadang, ketika rumah tangga sedang tidak harmonis, sulit mengendalikan ucapan dan perbuatan. Dan jika sudah kelewat emosi, kadang kata talak itu meluncur dengan cepatnya dari mulut.

Talak

Mengucapkan kata talak itu mudah, tapi mempertanggungjawabkannya sangatlah sulit. Bagaimana tidak, ternyata permintaan cerai atau kata talak adalah salah satu tiket untuk menikmati panasnya neraka.

Dalam sebuah hadist Rasulullah mengatakan bahwa “ Wanita mana pun yang meminta cerai kepada suami tampa sebab maka haram baginya mencium wangi surga”. Dengan kata lain, jangan pun menapaki surga, mencium wanginya pun tak mampu.

Bentuk kedurkaan lainnya adalah ketika istri tidak mau melayani keperluan batinian suaminya. Atau melayani suami dengan muka masam. Meski terlihat sepele, namun ini termasuk bentuk kedurhakaan kepada suami. Karena seperti yang kita tahu, melayani suami itu hukumnya wajib.

izin suami

Bahkan jika didapati seorang istri keluar rumah tanpa seizin suami, itu termasuk dosa. Sekalipun keluar rumah untuk berkunjung kerumah kedua orangtuanya. Hal ini dikarenakan, pergi tanpa izin suami sama halnya dengan lari dari rumah. Oleh karena itulah, kemanapun kaki melangkah, minta izinlah kepada suami.

Lantas bagaimana jika sudah terlanjur melakukan beragam bentuk kedurhakaan kepada suami? Segera meminta maaflah kepada suami dan bertaubatlah atas segala kesalahan kepada Allah swt.

3. Tabarruj

Selain kufur dan durhaka kepada suami, tiket lain untuk masuk neraka adalah tabarruj. Apa itu tabarruj? Tabarruj ialah wanita yang menampakkan perhiasan dan keindahan tubuhnya dihadapan pria yang bukan mahramnya.

Pernahkah mendengar sabda Rasulullah tentang wanita-wanita yang terlihat berpakaian namun hakikatnya telanjang. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan, wanita tersebut berpakaian, namun berbahan tipis, sehingga lekuk tubuhnya masih bisa terlihat oleh banyak orang.

aurat

Memakai busana tipis sama saja halnya dengan merendahkan harga dirinya sendiri. Karena tak menutup kemungkinan, busana tipis membuat pria yang bukan mahram tergoncang imannya untuk bersikap nakal kepadanya. Kalau sudah begini, kaum pria yang disalahkan.

Oleh karena itulah, sebagai wanita muslim janganlah bertabarruj kerika keluar rumah. Hindari penggunaan pakaian tipis, rok mini, pakaian ketat, atau pakaian lainnya yang memperlihatlah lekuk tubuh serta aurat kita.

Nah, lantas bagaimana cara menghapus dosa-dosa tersebut? Rasulullah pun bersabda, “Satu amalan yang menyelamatkan kaum wanita dari azab neraka adalah sedekah. Oleh karena itulah, segera bertaubat dan bersedekah agar  bisa menghuni surga dan terhindar dari panasnya api neraka.