Kenapa Warna Api Berbeda-Beda

Berbicara tentang api, bukanlah hal yang asing, melainkan sudah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari. Namun sadarkah Anda, kalau warna api itu berbeda-beda. Lantas, kenapa warna api bisa berbeda-beda?

Kenapa Warna Api Berbeda-Beda?

Seperti yang kita tahu, api berpern penting dalam kehidupan sehari-hari, contohnya untuk memasak. Warna api yang dihasilkan untuk memasak umumnya berwarna biru. Dan ternyata, warna api itu bukan hanya biru, melainkan ada juga merah, putih, dan hitam.

Lalu, kenapa warna api berbeda-beda? Dan apakah fungsinya juga berbeda? Yuk simak info selengkapnya berikut ini.

Pengertian Api

Pengertian api

Api merupakan hasil dari reaksi pembakaran senyawa yang mengandung oksigen. Apabila reaksi pembakaran kekurangan oksigen, efisiensi pembakaran berkurang, akan menghasilkan senyawa karbon seperti halnya asap.

Contohnya ketika lilin mati karena ditutup dengan gelas. Hal ini terjadi karena, saat gelas ditutupkan ke arah lilin, oksigen akan berkurang dan lilin pun seketika mati.

Perlu diketahui, ada beberapa hal yang memengaruhi warna api. Di antaranya adalah faktor kimia (zat yang mengalami reaksi) dan faktor fisika (suhu).  Adapun warna-warna api adalah sebagai berikut.

1. Api Merah

api merah

Api yang berwarna merah suhunya dibawah 1000 derajat Celcius. Api jenis ini termasuk api yang kurang panas. Tak heran, jika api berwarna merah tidak cocok untuk pabrik-pabrik industry baja. Nah, kalau pada matahari, api warna merah berada pada bagian paling luar.

2. Api Biru

Api Biru

Berbicara api berwarna biru, tak terlepas dari rutinitas sehari-hari di dapur. Bagaimana tidak, api biru merupakan jenis api yang kita lihat di kompor gas. Suhu api yang berwarna biru umumnya kurang dari 2000 derajat Celcius.

Api yang berwarna biru memerlukan bahan bakar berupa gas. Jika dilihat dari tingkatannya, api biru berada di atas api merah.

3. Api Putih

api putih

Dibandingkan api lainnya, api yang berwarna putih bisa dibilang paling panas di bumi. Hal ini dikarenakan, api berwarna putih suhunya diatas 2000 derajat Celcius. Suhu panas tersebut dibutuhkan di pabrik-pabrik yang memproduksi material besi dan baja. Dan api berwarna putih ini berada dalam inti matahari.

4. Api Hitam

api hitam

Sudah pernahkah melihat api berwarna hitam? Semoga saja, kita tidak dipertemukan dengan api hitam. Mengapa? Karena pada dasarnya, api hitam hanya ada di Neraka, Naudzubillahimindzalik.

Sebenarnya keberadaan api hitam ini sudah termuat dalam Al-Quran. Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa Allah memerintahkan malaikat mengampil api neraka untuk disimpan di bumi. Namun anehnya, penjaga neraka memberikan api hanya seukuran semut.

Api yang seukuran semut itu didinginkan dahulu sampai 700 masa, kalau dibumi sekitar 350 ribu tahun lamanya. Setelah didinginkan sekian lama barulah api disimpan dibumi. Api yang telah didinginkan tersebut perlahan akan berubah warna, dari hitam, putih, biru, dan akhirnya berwarna merah.

Dan sesungguhnya, panasnya api berwarna hitam ini 70 kali lipat dari api lainnya. Tak heran, jika api berwarna hitam hanya ada di neraka.

Api warna-warni

Lantas, kenapa bisa bermunculan warna api lainnya, seperti oranye, kuning, ungu, dan hijau? Pada dasarnya, warna api itu bergantung pada bahan bakarnya. Misalnya kalau warba oranye menggunakan kalsium, kemdian, warna kuning menggunakan sodium. Dan warna ungu menggunakan potassium.

Nah, untuk menghasilkan api yang warna-warni, Anda tinggal mencampurkan bahan-bahan tadi. Biasanya, pencampuran ini digunakan saat proses pembuatan kembang api. Tak heran, jika kembang api bisa menghasilkan pencampuran warna yang indah.

Itu dia, sekilas ulasan kenapa warna api berbeda? Jadi perbedaan warna tersebut bergantung pada bahan kimia dan suhunya.