Foto : Sindonews
Foto : Sindonews

Rapat pemilihan pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD), kemarin (29/10) berlangsung kisruh sehingga KIH membentuk tandingan KMP. Koalisi Indonesia Hebat (KIH) tidak memasukkan nama anggota dewan yang diusulkan untuk setiap alat kelengkapan dewan. Akibatnya semua alat kelengkapan dewan disapu bersih oleh Koalisi Merah Putih (KMP).

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyatakan jika fraksi yang belum menyerahkan anggota di setiap alat kelengkapan dewan antara lain PDIP, Hanura, PKB dan Nasdem tak punya hak suara dalam pemilihan pimpinan komisi. “Tidak bisa. Mereka harus mendaftarkan nama anggota dulu. Setiap pendaftaran AKD juga harus disahkan lewat paripurna tak bisa langsung masuk ke AKD,” jelasnya.

Jadi, menurut Fahri, KIH tak punya hak suara karena juga tidak memiliki perwakilan di pimpinan komisi.
Menyikapi hasil ini, KIH tak begitu saja tinggal diam. KIH sepakat untuk membentuk Pimpinan Komisi Tandingan. Parpol yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat memunculkan Pimpinan Komisi DPR tandingan. “Kita lihat kemungkinan itu (pimpinan komisi DPR tandingan) sangat dinamis,” ungkap politikus senior PDIP Hendrawan Supratikno.

KIH membentuk pimpinan DPR tandingan dengan posisi ketua diplot politisi senior PDIP Pramono Anung mendapat respon dari ketua DPR Setyo Novanto. “ Kita serahkan penilaian untuk masalah ini kepada rakyat saja,” katanya di Gedung DPR seperti dilansir oleh media KR.

Hasil pemilihan dan penetapan pimpinan komisi-komisi di DPR :
Komisi I DPR :
Ketua : Mahfudz Siddiq (PKS)
Wakil ketua : Tantowi Yahya (Golkar), Asril Hamzah Tanjung (Gerindra), Mustafa Kamal (PKS) dan Wahidin Halim (Demokrat).
Komisi II DPR
Ketua : Rambe Kamaruzzaman (Golkar)
Wakil Ketua : Ahmad Riza Patria (Gerindra), Mustafa Kamal (PKS),dan Wahidin Halim (Demokrat)
Komisi III DPR
Ketua : Aziz Syamsuddin (Golkar)
Wakil Ketua : Desmon Mahesa (Gerindra), Benny K Harman (Demokrat), DAN Mufahri Harahap (PAN)
Komisi IV DPR
Ketua : Edhy Prabowo (Gerindra)
Wakil Ketua
Herman Khaeron (Demokrat), Titik Suharto (Golkar), Viva Yoga Mauladi (PAN)
Komisi V Masih ditunda