Mengangkat Badan Pesawat Air Asia
kompas(com)

TNI AL dari Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) mengirim tim penyelam dari Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmatim. Tim penyelam ini membawa alat yang akan digunakan untuk mengangkat badan pesawat Air Asia QZ8501 yang ada di dasar laut.

Tim penyelam tersebut terbagi dalam dua pemberangkatan,” ujar Kadispenartmatim Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman, Jumat (9/1/2015).

Tim yang pertama dipimpin oleh Kapten Laut (P) Saiful Apriyanto. Tim yang berjumlah 8 orang ni diberangkatkan dari Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (Lanudal) Juanda dengan menggunakan pesawat CN235 TNI AL.

Maman juga menambahkan, tim ini membawa peralatan yang bisa mengangkut badan pesawat dari dalam dasar laut. Alat tersebut disebut Lifting Bag. Alat ini memiliki kemampuan untuk mengangkut beban hingga 110 ton lebih dengan rincian Lifting Bag dengan berat 35 ton ada 2 buah, 10 ton ada 3 buah, 5 ton da 2 buah, 2 ton da 1 buah, 500 kg ada 4 buah, serta beberapa egel, pengikat, sejumlah perlengkapan lainnya. Sementara itu, peralatan yang lain diberangkatkan dari Dermaga Koarmatim Ujung Surabaya dengan menggunakan KRI Ahmad Yani-351 di bawah komando Letkol Laut (P) Muhamad Riza.

Peralatan yang ibawa oleh KRI Ahmad Yani-351 ini di antaranya kompresaor bertekanan tinggi yang fungsinya untuk mengisi tabung selam 2 unit, MK-27 yang akan digunakan untuk penyelaman dalam 2 unit, kompressor dengan tekanan rendah yang akan digunakan untuk mengisi Lifting Bag untuk pengapungan obyek 1 unit, Air Bank erta perlengkapan selam lain.

Tim penyelam yang berangkat dengan menggunakan KRI Ahmad Yani-351 ini berjumlah 7 orang. Mereka memerlukan waktu 19 jam untuk bisa sampai ke Pangkalan Bun.

Kadislambair Koarmatim Letkol Laut (T) Erwin C. Gora yang menjadi Komandan Satgas menjelaskan sedikit tentang rencana proses pengangkatan bagian pesawat AirAsia tersebut. Setelah ada di atas lokasi bagian pesawat tersebut, tim kemudian akan menurunkan beberapa penyelam yang akan memasang tali-tali pengikat serta segel ke badan pesawat tersebut. Setelah seluruh pengikat dan segel terpsang dengan sempurna, proses pengapungn akan dilakukan dengan menggunakan compressor tekanan rendah yang terhubung dengan Lifting Bag.

Setelah badan pesawat terapung selanjutnya akan dievakuasi dengan alat yang lain, seperti Crane dan Tongkang untuk selanjutnya dievakuasi ke Pangkalan Bun,” ujar Erwin.