Mimik Pimpinan KPK
kompas(com)

Kuasa hukum Komjen Budi Gunawan, Frederick Yunadi mengaku mempunyai 73 barang bukti yang bisa digunakan untuk mendukung calon tunggal Kapolri tersebut di sidang praperadilan.

Ada 73 barang bukti yang kami siapkan,” ungkap Frederick di lokasi sidang, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (10/2/2015).

Ragam dari barang bukti tersebut banyak karena jumlahnya pun sangat banyak. Frederick mengatakan, ada barang bukti yang berupa kliping koran, surat perintah tugas, surat perintah penyidikan, bahkan hingga mimik pimpinan KPK.

Dalam keterangan, mereka mengejek klien kami, mimik mengejek. Mereka itu kan pejabat negara, enggak boleh begitu,” jelas Frederick.

Sarpin Rizaldi, hakim yang memimpin sidang sudah menerima salinan barang bukti yang telah disiapkan oleh kubu Budi Gunawan.

Saya terima dulu salinannya, tapi saya belum bisa mempertimbangkan,” ujar Sarpin.

Setelah sidang diskors untuk sholat dan makan, kemudian sidang dilanjutkan pukul 13.00 WIB. Sidang lanjutan praperadilan yang diajukan oleh Budi Gunawan kemari mengagendakan pembuktian pihak Budi Gunawan atas dalil-dalil yang telah disampaikan dalam sidang sebelumnya. Untuk pembuktian, kemudian haki memberikan waktu dua hari yaitu Selasa dan Rabu. Pembuktian kuasa hukum KPK sendiri akan dilakukan pada sidang hari Kamis dan Jumat.

Sidang praperadilan ini juga diawasi oleh Komisi Yudisial. Komisioner Komisi Yudisial Ibrahim mengatakan pihaknya sudah mengerahkan tiga orang, termsuk dirinya untuk melakukan pengawasan terhadap persidangan praperadilan dengan tersangka korupsi Komjen Budi Gunawan, Selasa (10/2/2015).

Ada dua staf pengawasan dari komisioner dan saya sendiri. Staf di sayap kiri dan kanan,” jelas Ibrahim di PN Jakarta Selatan.

Ibrahim juga menegaskan, keberadaannya serta staf KY bukan untuk melakukan intervensi jalannya sidang tapi untuk memastikan sidang berjalan sesuai dengan hukum acara yang berlaku. Ia juga menambahkan, jalannya sidang sudah cuku bagus. Hakim Sarpin Rizaldi juga dinilai sudah cukup transparan dalam memimpin siang mengkipun independensinya tetap harus diawasi.

Kalaupun nanti dia mengabulkan permohonan pemohon, kan tinggal dilihat apa legal reason-nya dan itu teruji. Kami anggap hakim profesional lah,” ujar Ibrahim.