kurikulum 2013 akan diganti
rri.co.id
Pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menghentikan kurikulum 2013. Dengan kata lain, kurikulum 2013 akan diganti. Penghentian ini dilakukan pada ribuan sekolah di Tanah Air. Seperti apa kronologi kemunculan kurikulum 2013 ini sampai akhirnya kurikulum 2013 akan diganti?

Kementerian Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah melalui surat keputusan Mendikbud tentang penghentian Kurikulum 2013, Senin (8/12/2014), memaparkan kronologi kurikulum ini dari penyusunan hingga diganti atau dihentikan. Berikut kronologinya, seperti yang dilansir dari detikNews, Senin (8/12/2014).

Januari 2013

Pembentukan tim penyusun Kurikulum 2013 berdasarkan Surat Keputusan (SK) Mendikbud No 15/P/2013.

April 2013

Inspektur Jenderal Kemdikbud berkirim surat kepada Mendikbud memperingatkan bahwa apabila persiapan belum diyakini maka pelaksanaan kurikulum baru perlu ditunda mengingat waktu yang sempit.

Juli 2013

Penerapan Kurikulum 2013 mulai dilaksanakan pada 6.221 sekolah sasaran. Persiapan guru inti dan sasaran dengan menerapkan pelatihan berjenjang selama 5 hari dan bersamaan dengan waktu dimulainya tahun pelajaran 2013/2014. Buku Kurikulum 2013 belum siap kecuali 3 buku yang sudah selesai ditulis untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika dan Sejarah.

September 2013

Survei persepsi terhadap kepala sekolah, guru, orangtua dan siswa di sekolah sasaran dua bulan setelah Kurikulum 2013 diterapkan. Tidak ada lagi survei/evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Kurikulum 2013 sampai akhir tahun pelajaran 2013/2014 selesai.

Juli 2014

Penerapan Kurikulum 2013 di seluruh sekolah.

Agustus 2014

Buku semester 1 belum terdistribusi di lebih dari 60.000 sekolah.

Oktober 2014

Peraturan Mendikbud No 159 Tahun 2014 untuk mengevaluasi Kurikulum 2013 secara menyeluruh baru dikeluarkan pada tanggal 14 Oktober 2014, sesudah penerapan Kurikulum 2013 di seluruh sekolah dilakukan.

November 2014

Per tanggal 25 November 2014, buku semester 1 Kurikulum 2013 belum diterima di 19 persen kabupaten/kota tingkat SD, 32 persen kabupaten/kota di SMP dan 22 persen kabupaten/kota untuk tingkat SMA dan SMK.

Desember 2014

Mendikbud Anies Baswedan menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013. Penghentikan itu diterapkan bagi sekolah-sekolah yang baru melaksanakan Kurikulum 2013 selama 1 semester.

“Saya memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang baru menetapkan satu semester yaitu sejak tahun pelajaran 2014/2015,” kata Anies di kantornya, Jl Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (5/12/2014).

Anies menginstruksikan sekolah-sekolah itu agar‎ kembali menggunakan Kurikulum 2006 mulai semester genap tahun pelajaran 2014/2015. Anies menegaskan bahwa berbagai konsep di Kurikulum 2013 sebenarnya telah diakomodasi dalam Kurikulum 2006.

“Jadi tidak ada alasan bagi guru-guru untuk tidak mengembangkan metode pembelajaran di kela‎s,” kata Anies.