Manfaat Jenggot Bikin Pria Lebih Ganteng
Manfaat Jenggot Bikin Pria Lebih Ganteng | Foto : www.independent(co.uk)

Manfaat jenggot bagi pria mungkin akan sulit dipercaya, tetapi tak dipungkiri bahwa jenggot memang benar-benar berkhasiat untuk menjaga kesehatan dan penampilan seorang pria. Dari segi kesehatan, selain mampu mencegah alergi, jenggot pun bisa memperlambat terjadinya keriput dan meminimalisir risiko kanker kulit.

Bagaimana dari sisi penampilan? Untuk lebih jelasnya lagi, baca saja ulasan seputar jenggot dan manfaatnya bagi kesehatan juga penampilan seorang pria berikut ini.

Lebih Ganteng dan Sehat, Itulah Manfaat Jenggot!

Tahukah Anda manfaat jenggot bagi pria? Jenggot diciptakan Tuhan karena memang ada manfaatnya. Ya, sebab segala sesuatu yang diciptakan oleh Tuhan itu pasti ada manfaatnya. Seperti halnya penciptaan rambut yang manfaatnya sudah banyak diketahui orang, jenggot pun banyak manfaatnya untuk pria.

Oleh sebab itulah, dalam Islam, memelihara jenggot adalah sebuah sunnah, karena itu tadi, selain sunnah Rasul, juga ada banyak manfaat lainnya. Anda tidak percaya? Baca saja di sini ya!

1. Pria Lebih Ganteng dengan Jenggot

Pria Lebih Ganteng dengan Jenggot
Pria Lebih Ganteng dengan Jenggot | Foto : www.noticiasnet(mx)

Boleh percaya atau tidak, manfaat jenggot salah satunya adalah bikin pria lebih terlihat ganteng, lho!

Pria berjenggot lebih terlihat ganteng karena pada dasarnya jenggot itu memang fitrah laki-laki sama halnya sosok laki-laki itu sendiri yang memang fitrahnya suka wanita cantik.

Jika seorang pria tak suka dengan wanita cantik, tentu si pria tersebut keluar dari fitrahnya sebagai seorang laki-laki. Sama halnya dengan jenggot. Dengan jenggot, boleh setuju atau tidak, pria jadi lebih ganteng dan lebih jantan di mata wanita.

Bisa dikatakan bahwa perhiasan seorang pria adalah jenggotnya, sedangkan perhiasan seorang wanita adalah rambutnya.

Bila ada yang menganggap pria lebih ganteng dan keren kalau tidak pakai jenggot seperti aktor-aktor terkenal, itu kurang tepat juga. Karena jika kita berkaca pada para tokoh dunia zaman dulu, raja-raja, cendikiawan, ilmuan, mereka banyak yang berjenggot tebal seperti Aristoteles, Plato, dan lain sebagainya.

2. Melindungi Kulit dari Sinar Matahari

Jenggot Melindungi Kulit dari Sinar Matahari
Jenggot Melindungi Kulit dari Sinar Matahari | Foto : samdoo.blogspot(com)

Sebuah penelitian paling baru yang dilakukan University of Southern Queensland menyebutkan bahwa jenggot bisa melindungi kulit secara signifikan dari sinar matahari yang bisa mengakibatkan kerusakan pada kulit serta kanker kulit.

Secara lebih mendetail, para peneliti membuktikan bahwa bagian kulit yang terhalangi kumis ataupun cambang sebagian besar 3 kali lebih sedikit terkena sinar matahari yang membahayakan. Berbanding terbalik dengan bagian kulit atau tubuh yang tak tertutupi oleh bulu apa pun.

Dengan memakai teknik dosimetrik yang berkemampuan mengetahui jumlah radiasi atau sinar yang diserap oleh tubuh, ditemukan sebuah fakta bahwa bulu jenggot memberi perlindungan kulit dari sinar UV sampai 90 – 95%. Tapi hal tersebut tergantung dari panjangnya jenggot.

Beralih sejenak pada rambut yang secara umum berfungsi melindungi tubuh dari sinar UV. Itulah sebabnya para wanita tidak terlalu mengalami kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari bila rambutnya menutupi bagian samping wajah dan bagian belakang leher.

Namun ternyata ketebalan rambut pun cukup mempengaruhi. Tak ada beda dengan faktor SPF sebab semakin tinggi ketebalan dan kepadatan rambut, maka semakin tinggi pula SPF-nya.

Sebagai buktinya, di California, banyak peselancar yang kepalanya botak tetapi berjenggot yang kulit kepalanya justru sering mengalami kerusakan karena sinar UV juga pra-kanker dibandingkan bila mereka memiliki rambut di kepalanya.

Sementara itu, teori lain diungkapkan oleh seorang konsultan trikologi. Dirinya menyatakan bahwa cahaya itu memancarkan cahayanya berbentuk garis lurus. Tapi, saat bertabrakan dengan bulu jenggot yang bentuknya keriting, maka jenggot tadi akan memecah cahaya tersebut, sehingga cahaya tidak pernah bisa mencapai kulit.

3. Mengurangi Gejala Asma

Manfaat jenggot berikutnya adalah mencegah serangan asma. Seorang pria yang penyakit asmanya kumat karena debu ataupun serbuk bunga, bisa terlindungi dengan jenggot yang lebat, sebab jenggot tersebut mampu membantu meminimalisir gejala serangan asma.

Adapun kumis yang menghalangi wilayah hidung bisa mencegah pemicu alergen atau alergi masuk ke hidung juga mencegah terhidup ke dalam paru-paru.

Tapi, berdasarkan pernyataan seorang dokter di London bernama Dr. Rob Hicks, hanya serbuk sari yang dapat terjebak dengan cara ini, tidak dengan debu yang bentuknya berupa mikroskopis.

Jika pun terperangkap pada kumis, debu-debu tersebut akan menumpuk pada kumis lalu tinggal menunggu waktu dan akhirnya tetap bisa masuk ke hidung. Berdasarkan teori, tak begitu saja kumis mampu menghambat pemicu terjadinya asma memasuki saluran pernapasan, kecuali bila kumisnya sangat lebat.

4. Awet Muda dan Memperlambat Penuaan Dini

Berjenggot Bikin Awet Muda
Berjenggot Bikin Awet Muda | Foto : www.stylishwife(com)

Dari hari ke hari, rambut atau bulu yang tumbuh di wajah ternyata bisa membantu menjaga kulit tetap sehat dan awet muda.

Artinya, bulu tersebut mampu menjaga supaya kulit wajah tetap lembab karena jenggot melindunginya dari tiupan angin yang bisa mengeringkan kulit sekaligus mengganggu upaya perlindungan terhadap kulit tersebut.

Untuk saran, bila memakai pelembab, direkomendasikan Anda pun harus memberi pelembab juga di jenggot dan kumis. Cara ini dipandang lebih baik daripada menempelkan pelembab di kulit wajah yang tak ditumbuhi bulu atau sudah dicukur sebab akan lebih gampang terhapus.

5. Mencegah Demam dan Batuk

Berdasarkan penelitian, jenggot yang tumbuh tebal di bawah dagu dan di leher mampu menaikkan temperatur leher juga membantu untuk mencegah demam ataupun batuk.

Rambut diketahui adalah sejenis insulator yang bisa membuat kita merasa terus hangat. Nah, jenggot yang tebal dan panjang pun bisa menahan udara dingin serta mampu meningkatkan suhu di leher, sehingga pria berjenggot dapat bertahan saat kondisi cuaca dingin.

6. Mengurangi Ruam Kulit

Bulu Jenggot Mengurangi Ruam Kulit
Bulu Jenggot Mengurangi Ruam Kulit | Foto : www.people(com)

Bagaimana cara mencegah ruam kulit? Bila Anda pria berjenggot malas untuk mencukur jenggot, justru hal itu bisa menyebabkan terhindar dari ruam kulit.

Mencukur bulu jenggot adalah penyebab nomor satu terjadinya infeksi di bagian tubuh yang ditutupi jenggot. Inilah yang bisa mengakibatkan ruam karena pisau cukur, folikulitis atau infeksi folikel rambut yang berakibat tumbuhnya bintik-bintik pada kulit, dan rambut tumbuh ke dalam kulit.

Jenggot memang membikin sehat dan penampilan pria terlihat macho juga ganteng di hadapan lawan jenis. Tapi, layaknya rambut, jenggot pun harus dipelihara kesehatan dan kebersihannya.

Apa jadinya jika rambut dibiarkan begitu saja tidak dirawat dan tidak dibersihkan? Pasti sangat tak sedap dipandang mata. Oleh sebab itulah, rambut harus sering dibilas dan keramas menggunakan sampo.

Sama halnya dengan jenggot. Rawatlah seperti rambut, bilaslah secara rutin dan bersihkan dengan sampo agar enak dipandang mata.

Memelihara jenggot bagi pria Islam adalah sunnah Rasul yang banyak orang belum melakukannya. Berjenggot mungkin bagi banyak pria dianggap aneh karena mungkin tak nyaman atau orang yang melihatnya pun tak nyaman.

Padahal sebenarnya memelihara jenggot tak hanya sebatas sunnah, tetapi ada banyak manfaatnya bagi pria seperti untuk kesehatan sampai penampilan wajah menjadi lebih ganteng.

Jadi, jangan ragukan lagi manfaat jenggot ini. Sudahkah Anda siap mengubah penampilan dengan berjenggot? Berjenggot tak hanya dianjurkan bagi pria muslim, mereka yang tidak beragama Islam pun banyak yang berjenggot seperti Abraham Lincon, Charles Darwin, dan pria terkenal lainnya. Sudahkah Anda berjenggot hari ini?

Baca Juga Nih: Pilih Online Shop Baju Muslim yang Terpercaya, Begini Caranya!