sugianto1

Masa lalu Sugianto Sabran atau Yusuf Sugianto justru dibuka lagi oleh sejumlah media saat menelusuri identitas pelapor wakil ketua KPK, Bambang Widjojanto. Bahkan, bahasan panas seputar Sugianto bukan lagi fokus kasus Pilkada maupun pelaporan dirinya soal Bambang. Kini terungkit ulang catatan kelam saat mantan suami Ussy Sulistyowaty masih menjadi pengusaha kayu di Kalimantan.

Melansir Informasi yang diperoleh dari laman Jawa Pos (Radar Cirebon Group) menurut sejumlah masyarakat di Pangkalan Bun Kotawaringin Barat, Sugianto termasuk pengusaha yang sering bermasalah dengan hukum. Dia pernah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) soal illegal logging. Selain itu juga terlibat kasus pemukulan terjadi November 2001.

Informasi dari sumber laman Tempo (23/1/2015), nama Sugianto Sabran pernah mencuat saat terjadi kasus penyiksaan investigator lingkungan hidup dengan kejam yaitu penganiayaan juga pemotongan empat ruas jari tangan aktivis lingkungan hidup. Aktivis lingkungan hidup bernama Faith Doherty dari Environmental Investigation Agency, London, dan Ruwidrijanto, anggota lembaga swadaya masyarakat.

Korban lain yaitu seorang wartawan bernama Abi Kusno Nachran, tabloid Lintas Khatulistiwa. Dia menyebut dua nama yang bertanggung jawab atas kekerasan itu: Sg dan AR. Jari di tangan kanan Abikusno masih utuh, tapi sekujur lengannya menyimpan bekas luka.

Saat itu, Abikusno yang juga wartawan lokal menerbitkan tulisan mengenai kasus penyelundupan kayu ke Tiongkok yang diduga melibatkan kerabat Sugianto. Sugianto geram, akibat tulisan wartawan tersebut Departemen Kehutanan melakukan penindakan dengan menyita kayu selundupan.

Kasus penganiayaan diduga kuat terkait dengan kasus kerusakan hutan di Taman Nasional Tanjung Puting. Pada tahun 2002, Sugianto dipercaya pamannya Rasyid mengelola perusahaan Tanjung Lingga yang mendapat hak penguasaan hutan seluas 40 ribu hektare are lebih di Kalimantan.

Menurut sumber Tempo, terbongkarnya kerusakan hutan itu diakui sendiri oleh Sugianto. Ia terekam video pabrik-pabrik ramin milik Rasyid yang dibuat oleh tim investigasi Environmental Investigation Agency bersama Ruwidrijanto, anggota Telapak Indonesia, pada tahun 1999. Ketika itu, mereka menyamar sebagai pengusaha kayu yang melihat-lihat pabrik milik Rasyid. Sugianto, sendiri yang mengantar tim ini berkeliling saat itu.

Dalam rekaman itu Sugianto juga memaparkan bagaimana seluk beluk mengekspor kayu-kayu secara ilegal dari Taman Nasional Tanjung Puting. Tujuannya, menghindari pajak eksport.

Sungguh mengerikan. Dalam wawancara dengan Tempo pada 2002 Sugianto tidak membantah.

“Sudah untung mereka tidak kami bunuh,” katanya, “Masuk ke perusahaan orang kok seperti itu.”

Sugianto bahkan tidak membantah telah memberi order menyiksa Abi Kusno. “Dia masih tergolong kakek saya,” katanya, “Tapi dia juga pemeras. Sudah untung dia tidak kami bunuh.” Saat itu, Sugianto hanya dihukum percobaan satu setengah bulan.

(Baca majalah Tempo, 21-27 Oktober 2002)