kesehatan mental
foto: news.uic(edu)

Lebih banyak orang saat ini berbicara kesehatan mental secara online. Apakah itu lewat blog, video, tweet, atau percakapan tentang penyakit mental. Dahulu mungkin tak banyak orang yang mengenal autisme atau bipolar disorder, saat ini sepertinya semua orang mulai familiar dengan istilah-istilah gangguan kesehatan psikologis tersebut. Menurut survey dari Time to Change, ada 47% orang diusia 21 tahun dan dibawahnya yang merasa lebih nyaman berbicara tentang tentang masalah kesehatan mental secara online. Sisanya memang masih nyaman berbicara secara tatap muka atau lewat telepon.

Melalui Youtube, Zoe Sugg, atau Zoella yang sekarang dikenal sebagai duta digital untuk Mind, berdiskusi tentang serangan kegelisahan dan kepanikan di channelnya. Ia menjadikan media video untuk menjelaskan tentang masalah kegelisahan dan kepanikan yang mungkin diderita oleh banyak orang.

Ada juga Rebecca Brown yang mengunggah video tentang kondisi depresi yang disebut trichotillomania. Di dalam videonya ia menjelaskan tentang bagaiamana gangguan tersebut berefek pada kondisinya yang kompleks. Minggu lalu videonya mencapai 10 juta views, menunjukkan bahwa video tentang gangguan kesehatan psikologis sangat populer di Youtube.

Tentu saja komentar yang datang pada mereka, tak hanya komentar yang baik saja. Banyak komentar kasar dan tidak menyenangkan yang mereka terima. Tapi Rebecca bersyukur ia masih bisa memiliki ruang untuk berbicara pada orang lain tentang masalah kesehatannya tersebut, walaupun sebenarnya ia juga merasakan tak banyak perubahan. Ia menyatakan banyak politisi yang mulai berbicara tentang kesehatan mental tapi tetap saja tak ada perubahan dalam sistem penanganannya.

Laura Lejeune yang sebelumnya merasa kecewa dengan penangganan para psikolog, akhirnya bisa mendapatkan solusi dari internet. Ia mendaatkan jawaban di Youtube, yaitu sebuah komunitas kesehatan mental yang dapat membantunya.

Masyarakat memang perlu diberikan pelajaran tentang masalah penyakit mental yang mungkin diderita oleh orang lain atau bahkan dirinya sendiri. Seperti halnya penyakit fisik, penyakit mental tersebut perlu mendapatkan penanganan yang tepat sehingga tidak menjadi parah. Orang-orang yang mulai terbuka dalam membicarakan masalah ini di sosial media memberikan peluang juga bagi orang lain yang mungkin merasakan gangguan yang serupa untuk memahami apa yang terjadi pada kesehatan mentalnya.