mobilselo

Kreatifitas cipta mobil di Jogja tidak kalah menarik dari perusahaan besar seperti milik Proton, Malaysia. Hanya saja memang butuh perhatian khusus sama halnya mobil Esemka. Jadi andaikan pemerintah mau menggenjot karya putera bangsa di berbagai daerah maka bukan tak mungkin, nantinya produksi mobil nasional bisa mandiri.

Dua mobil unik dari Jogja ini paling tidak bisa kembali menginspirasi tentang kreatifitas anak bangsa yang belum mendapat tempat di skala nasional. Semoga pemerintah mau menyokong produksi mobil dari daerah baik di dalam maupun luar Jawa.

1. Mobil Sport Listrik (Tahap Riset)

mobilselo
foto : jogja (co).

Bentuknya yang seperti mobil sport dalam dominasi warka kuning menyala bisa melaju dengan kekuatan listrik. Mobil listrik bernama “Selo” diproduksi oleh bengkel ban velg, spooring, balancing Cotot bersama rumah modifikasi mobil, Kupu-Kupu Malam.

Mobil Selo yang masih berbentuk prototipe ini kelihatan sporty dan futuristik menyaingi desain Porsche, Lamborghini, Ferrari, juga Bugatti Veyron. Untuk komponen dan bahan baku sekitar 85 persen berasal dari Indonesia. Sebagian lagi komponen penting didatangkan dari Jepang dan beberapa negara lain.

Menurut Manajer Bengkel Cotot bernama Kunto, mobil bertenaga listrik sudah diujicoba menyusuri berbagai lokasi dan variasi medan guna menguji ketangguhannya. Mobil sport Selo pernah dites dan mampu menempuh jarak kira-kira 260-300 kilometer dalam satu kali cas baterai penuh di lintasan datar.

Ada dua fakta menarik dibalik riset Mobil Selo. Ternyata dana untuk riset dan rancang bangun mobil Selo bernilai miliaran sepenuhnya diupayakan oleh Dahlan Iskan saat menjabat menteri BUMN. sistem kelistrikan dirancang Ricky Elson, insinyur muda Indonesia yang populer di Jepang.

Dahlan Iskan memang pernah berambisi memproduksi mobil nasional listrik yang sepenuhnya karya anak-anak bangsa. Ia pun menarik pulang anak-anak muda jenius yang sukses di mancanegara. Selain Ricky ada Danet Suryatama pendiri dan pemilik pabrik mobil listrik ElektrikCar LLC di Michigan, AS.

Semoga pengembangan teknologi penyempurnaah kelemahan dan kelebihan mobil Selo yang masih dalam tahap riset, bisa menjadi salah satu alternatif mobil dalam negeri di masa depan.

2. Mobil Kayu Antik (Pesanan Kolektor Barang Antik)

mobilkayu2

Desain mobil antik ala transportasi klasik dari bahan kayu ini diproduksi oleh Wiyanta (50), warga Kecamatan Kalasan, Sleman.

Bentuk mobil kayu sangat unik seperti perpaduan kereta kencana dan juga mobil antik. Meskipun dilengkapi tempat duduk kayu dan roda kayu jati, terdapat kemudi bundar seperti layaknya sebuah mobil. Sedangkan, posisi mesin tertutup di bagian belakang.

“Mesin ini dicomot dari sepeda motor roda tiga. Selain tidak terlalu memakan tempat dan berat yang lebih ringan dari mesin mobil, mesin ini punya tenaga yang besar serta bisa mundur,” ungkapnya dengan gaya bicara yang khas saat ditemui Rabu (4/2/2015).

Sayangnya, mobil antik 100 juta ini justru pesanan khusus seorang kolektor barang antik dari Malaysia!  Setelah mendapatkan desain yang sesuai, Wiyanta membuat sendiri rangka mobil dari kayu jati.

“Pemesan cukup datang membawa mesin mobil. Desainnya terserah saya, asal pemesannya berkenan. Sulit memang, tapi ini tantangan,” papar Wiyanta yang pernah membuat mobil kayu sederhana, di tahun 1993.

Menurut Wiyanta, pembuatan mobil klasik dari kayu merupakan pekerjaan seni yang tidak bisa diukur dengan nilai rupiah sebagai tolok ukur.

“Seperti halnya lukisan, tidak mungkin pelukis menjual lukisannya dengan menghitung cat yang dipakai atau bahan baku lainnya. Ini soal perasaan, harganya sudah ada kesepakatan nanti kalau sudah selesai dan siap pakai,” ujarnya.