Meme Seputar Kenaikan BBM
tempo.com

Kenaikan harga BBM sudah dimulai sejak Selasa (18/11/2014) pukul 00.00 WIB. Kenaikan harga BB mini direspon oleh seluruh kalangan masyarakat. Tak terkecuali penghuni duna maya (netizen). Para netizen ini membuat dan menyebarkan gambar-gambar meme seputar kenaikan harga BBM.

Meme yang mengolok-olok sebuah klub sepak bola Inggris, Liperpool, misalnya. Dalam meme ini, terlihat seorang pengendara motor yang sedang mengantre BBM di SPBU dengan tulisan yang cukup dapat mengundang tawa. Tulisan dalam meme tersebut yaitu, “Dari BBM seharga Rp 550 hingga sekarang Rp 8.500, Liverpool belum merasakan gelar Premier League”.

Bukan hanya pemain sepak bola, Bekasi juga tidak luput dari ualh para netizen yang iseng ini. Bekasi yang dulu pernah diolok-olok ada di luar planet Buni, kini juga mendapatkan olokan yang serupa. Dalam sebuah meme ditulis, “BBM naik, warga Bekasi jangan panik. Harga BBM roket tidak naik”.

Ada juga meme yang menyindir para pendemo kebijakan kenaikan harga BBM. Dalam meme tersebut, dipasang foto Vin Diesel dengan kata-kata, “Selamat datang di Indonesia di mana rokok Rp 16 ribu dibeli tetapi BBM Rp 9 ribu malah didemo.”

Meme yang lain menggambarkan sebuah SPBU dan Pertamina dengan tulisan, “BBM naik itu sakitnya tuh di situ”. Ada juga tulisan “BBM naik nggak masalah, yang jadi masalah kalau kamu naik kursi pelaminan bukan dengan aku”, atau “BBM naik berapapun belinya tetap 10.000”.

Bahkan, ada meme yang menyindir Jokowi dengan foto cokelat tabor kemasan 100 gram. Nama merek dari cokelat tersebut diganti menjadi “Bensin Sachet Pertamina” dan logonya bertuliskan “Premium Kemasan Ekonomis”. Di sisi paling bawah, ditulis keterangan takaran yang diubah menjadi “Isi 15 ml”.

Itulah memememe dari netizen yang merespon kenaikan harga BBM bersubsidi. Ulah para netizen yang mengundang tawa ini cukup menarik perhatian. Banyak netizen lain yang memposting ulang meme-meme tersebut di media sosial. Meme seputar kenaikan harga BBM seperti ini rupanya dijadikan sebagai penghibur untuk sebagian orang di tengah-tengah keadaan ekonomi yang semakin semrawut.