kepiting2

Kisah seram Menteri Susi diancam santet 7 turunan jadi salah satu pengalaman aneh selama menjabat sebagai menteri kelautan dan perikanan. Ancaman itu ditujukan kepada Menteri Susi saat pihaknya melarang ekspor kepiting telur di Kalimantan.

Susi mengaku tak tertarik memperdulikan segala bentuk ancaman maupun makian terhadap dirinya. Dia merasa, keputusan melarang ekspor kepiting telur sudah benar karena dilandasi tujuan mulia demi menyejahterakan masyarakat nelayan. Sayang, banyak oknum merasa kepentingan pribadinya terusik olej Susi.

“Saya dapat SMS dari orang Kalimantan untuk menyantet 7 turunan karena melarang kepiting telur diekspor. Saya saja baru satu cucu, bagaimana mau tujuh turunan,” gurau Susi saat mengadakan rapat koordinasi dengan 338 nakhoda kapal pengawas di Gedung Mina Bahari I, selasa kemarin (13/1).

Menurut Susi, berbagai ancaman itu datang karena masyarakat belum paham soal bagaimana melindungi kelestarian laut. Dirinya juga mendukung para nelayan yang tetap memegang budaya kearifan lokal.

“Kita mesti ajarkan itu ke mereka hitung-hitungan. Semua orang wajib menjadi juru kampanye kemaritiman” ungkapnya.

Kebijakan ini, menusur Susi, sekaligus sebagai upaya pihaknya menjaga kelestarian kekayaan laut secara berkelanjutan. Di negara lain bahkan pemasukan pendapatan negara dari sektor laut tidak lagi didapat dengan cara menangkap spesies ikan tetapi dengan cara lain seperti penginapan (cottage) dan wisata bawah laut. Lebih lanjut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bakal melakukan edukasi kepada warga tentang pentingnya budidaya.

“Saya tidak tahu Presiden mau pakai saya berapa lama, tetapi apa yang saya terapkan sudah benar, karena banyak orang mengikuti,” kata Susi.

kepiting1

Mengapa ekspor kepiting telur dilarang?

Susi menegaskan, jika ekspor tersebut dibiarkan saja maka kepiting bakal punah karena tak punya peluang berkembang biak. Maka untuk memperdagangkan kepiting telur harus ditunggu sampai kepiting melepaskan telurnya. Inilah mengapa sejumlah oknum pelaku berkeberatan dengan kebijakan tersebut.

“Anda selamatkan 5.000 ekor dari 1 kepiting yang sedang bertelur. Perbedaan harganya memang 100%. Anda harus jelaskan itu kepada masyarakat. Harga kepiting tidak bertelur Rp 50.000, bertelur Rp 100.000,” paparnya.