minyak zaitun untuk pijat bayi
foto: eatingrichly.com

Mungkin sebagian dari orang tua bertanya-tanya apakah boleh minyak zaitun untuk pijat bayi? Sebenarnya sudah banyak orang tua di seluruh dunia yang menggunakan minyak zaitun untuk pijat bayi dan hasilnya tidak ada masalah. Tapi berdasarkan riset, ditemukan bahwa minyak zaitun bukan merupakan pilihan terbaik untuk memijat bayimu. Jika bayimu memiliki kulit yang kering atau rusak, disarankan untuk tidak menggunakan minyak zaitun.

Ada banyak jenis minyak yang dapat digunakan untuk memijat kulit bayi. Minyak zaitun hanyalah satu satu dari jenis minyak tersebut. Untuk membantu memilih minyak yang terbaik untuk memijat bayi, berikut ini beberapa fakta tentang efek minyak zaitun untuk pijat bayi atau pengaruhnya terhadap kulit bayi.

Minyak zaitun itu rendah dalam asam lemak yang disebut dengan ama linoleic dan tinggi kadar asam lemak yang disebut oleic.Linoleic dapat menguatkan kulit bayi dan sebaliknya oleic dapat membaut lapisan kulit bayi lebih tipis. Jika kulit bayi kita tipis atau mudah ditembus air berarti batas kulit akan lebih terbuak. Minyak dan air yang ditaruh pada kulit bayi mungkin akan hilang. Jadi oleic dapat membuat kulit bayi kehilangan kelembaban. Jadi jika kulit bayi mengalami kerusakan misalnya saja terkana eczema, maka jika menggunakan minyak zaitun untuk pijat bayi maka penyakit pada kulit bayi akan semakin memburuk.

Namun sampai sekarang belum ada riset apakah minyak zaitun yang digunakan pada kulit bayi yang sehat dapat berbahaya bagi bayi. Sebagai perbandingannya minyak bunga matahari memiliki kandungan asam linoleic yang lebih tinggi akan melindungi batas kulit dan meningkatkan kelembaban kulit. Studi tersebut meningkatkan pertanyaan tentang bagaimana keamanana minyak zaitun jika digunakan pada semua tipe kulit dan umur, termasuk pada bayi. Hasilnya bahwa kulit bayi yang rusak atau kering memang tidak baik diberi minyak zaitun.

Jadi menggunakan minyak zaitun untuk pijat bayi sebaiknya tidak dilakukan pada kulit bayi yang kering dan rusak. Lebih aman menggunakan minyak sayur atau minyak bayi mineral yang tinggi kandungan asam linoleic-nya, seperti minyak safflower.