Kontes Sapi Sonok di Pulau Madura
Kontes Sapi Sonok di Pulau Madura | Foto : news.metrotvnews(com)

Karapan sapi bisa dikatakan sebagai budaya yang paling populer dari Pulau Madura. Apakah hanya itu saja yang terkenal dari Madura? Selain karapan sapi, ada juga lho budaya lainnya di Madura yang cukup unik. Masyarakat di Madura mungkin sudah tahu tentang budaya unik yang satu ini, tetapi kita mungkin belum tahu, karena yang kita tahu hanyalah karapan sapi.

Budaya unik dari Madura ini bernama kontes sapi sonok Madura, sebuah kontes yang masih berhubungan erat dengan hewan sapi, tetapi berbeda dengan karapan sapi. Apa yang membedakannya?

Kontes Sapi Sonok di Pulau Madura, Kontes Kecantikan Sapi di Atas “Catwalk”!

Kontes Kecantikan Sapi di Atas Catwalk
Kontes Kecantikan Sapi di Atas Catwalk | Foto : travel.kompas(com)

Bila karapan sapi di Pulau Madura ini diadakan untuk mengadu kecepatan sapi-sapi jantan, beda dengan kontes sapi sonok yang digelar di sebuah tempat berupa lapangan yang didesain sedemikian rupa seperti catwalk, bukan di arena balapan seperti karapan sapi.

Lalu, sapi sonok itu apakah nama jenis-jenis sapi di Madura? Sonok itu sebenarnya asalnya dari kata sokona nongkok yang artinya ‘kakinya naik’. Istilah tersebut berkaitan dengan pijakan yang berada di bagian ujung “catwalk” atau lintasan peragaan berbentuk balok kayu yang dipakai untuk tempat berpijak kaki sapi yang mengikuti kontes ini. Itulah sebabnya kontes ini diberi nama kontes sapi sonok.

Sapi-sapi Didandani Layaknya Model yang Melenggang di Atas Catwalk

Sapi-sapi Didandani Layaknya Model yang Melenggang di Atas Catwalk
Sapi-sapi Didandani Layaknya Model yang Melenggang di Atas Catwalk | Foto : www.youtube(com)
Sapi Sonok Didandani dengan Berbagai Macam Perhiasan
Sapi Sonok Didandani dengan Berbagai Macam Perhiasan | Foto : harnas(co)

Seperti layaknya model cantik yang akan berjalan di atas catwalk, sapi-sapi dalam kontes sapi sonok di Pulau Madura ini pun didandani dengan selempangan berwarna keemasan di dada dan di leher. Di bagian lehernya pun dihiasi dengan pangonong, yaitu berupa kayu perangkai sapi dengan ukiran-ukiran indah ditambah warna merah serta kuning emas.

Karena berdandan unik seperti ini, tak jarang para bule yang menyaksikan kontes ini gemas sehingga tak segan-segan mengelus-elus tubuh sapi-sapi sonok tersebut. Tangan-tangan mereka terlihat juga menyentuh perhiasan-perhiasan yang menghiasi tubuh sapi sonok.

Rangkaian Acara Kontes Sapi Sonok Madura

Pemilik Sapi Sonok Menari Bersama Sinden Sambil Menggiring Sapinya Keliling Lapangan
Pemilik Sapi Sonok Menari Bersama Sinden Sambil Menggiring Sapinya Keliling Lapangan | Foto : www.beritamoneter(com)
Pasangan Sapi Melenggang Layaknya Model yang Berjalan di Atas Catwalk
Pasangan Sapi Melenggang Layaknya Model yang Berjalan di Atas Catwalk | Foto : elshinta(com)
Joki Bertugas Mengendalikan Pasangan Sapi Sonok
Joki Bertugas Mengendalikan Pasangan Sapi Sonok | Foto : www.youtube(com)
Adu Kecantikan Sapi Sonok di Madura
Adu Kecantikan Sapi Sonok di Madura | Foto : www.maduracorner(com)
Sapi Berhenti Bersamaan di Pintu Gerbang dengan Kaki Depan Menginjak Kayu Pintu Gerbang Dialah Pemenangnya
Sapi Berhenti Bersamaan di Pintu Gerbang dengan Kaki Depan Menginjak Kayu Pintu Gerbang Dialah Pemenangnya | Foto : ppipasongsongan.blogspot(com)

Sebelum dimulai kontes, sejumlah pemilik sapi sonok terlihat menari serta menggiring sapi-sapinya mengelilingi lapangan juga diiringi dengan musik dari grup musik Saronen. Grup musik ini terdiri dari 3 orang pemain kenong, 1 pemain gong, 1 pemain kendang, 2 pemain kecer, dan 2 pemain terompet.

Tak hanya memainkan musik, grup musik tadi ikut juga mengiringi pasangan sapi betina yang melenggang tak ubahnya seperti seorang model berjalan di atas catwalk.

Para penonton pun sudah banyak yang memenuhi arena kontes sapi sonok yang berukuran kurang lebih 15 meter x 25 meter tersebut.

Di arena inilah, para penonton mulai menyaksikan pasangan sapi yang melenggang secara bergantian menuju ke pintu gerbang kayu yang ada di depan 3 juri kontes.

Pasangan sapi sonok yang akan mendapat nilai tinggi yaitu sapi-sapi yang berhasil melewati arena kontes dengan langkah kaki yang serasi tanpa sedikit pun menginjak garis lintasan kontes.

Adapun joki yang memegang tali sepanjang kira-kira 7 meter berusaha untuk mengendalikan pasangan sapi sonok supaya bisa berhenti bersamaan di pintu gerbang dengan posisi masing-masing kaki bagian depan menginjak kayu pintu gerbang.

Selain menilai keanggunan sapi dan ketangkasannya di arena kontes, postur tubuh si sapi pun menjadi kriteria penilaian juri. Sapi sonok yang dicap unggul dari segi postur tubuh adalah memiliki bulu ekor hitam, lingkar dada yang lebar, badannya panjang, dan punuknya juga besar.

Sapi Sonok Memerlukan Perawatan Ekstra

Sapi Sonok Memerlukan Perawatan Ekstra
Sapi Sonok Memerlukan Perawatan Ekstra | Foto : ayuavenue.wordpress(com)

Tidak seperti sapi-sapi lainnya di Pulau Madura, sapi sonok memerlukan perawatan khusus agar bisa menjadi sapi unggul.

Oleh sebab itulah, si pemilik sapi, sebulan sekali memberi makan sapinya dengan asupan jamu dari adonan tepung jagung campur gula jawa, daun bawang, bawang, kelapa, asam jawa, dan telur.

Tak cukup sampai di situ, 2 kali dalam sebulan, sapi sonok pun diberi asupan susu segar yang dicampur dengan 25 butir kuning telur.

Untuk perawatan awalnya dimulai sejak si sapi berumur 3 bulan dengan melatihnya berdiri tegak pada tempat pengikatan khusus antara waktu pukul 3 sore sampai pukul 7 malam. Dengan perawatan seperti ini, sapi-sapi tersebut menjadi terbiasa nantinya berjalan tegak juga terlihat anggun.

Perawatan lainnya adalah kebersihan kulit sapi yang dirawat agar selalu bersih dan mengkilap dengan cara memandikannya rutin 2 kali sehari. Kandang sapi pun tak luput dari kebersihan.

Harga Sapi Sonok Sangat Fantastis

Harga Sapi Sonok Sangat Fantastis
Harga Sapi Sonok Sangat Fantastis | Foto : soloraya(com)

Budaya sapi sonok itu awalnya muncul dari kebutuhan orang-orang di Madura dalam mencari bibit sapi yang unggul.

Zaman dulu, di pedesaan dikenal aktivitas seperti arisan para pemilik sapi yang disebut lotrengan. Di acara itu, mereka semua berkumpul bersama sekaligus memamerkan sapi-sapi mereka dan lama kelamaan kebiasaan berkumpul ini berkembang jadi kontes sapi sonok seperti yang sekarang kita saksikan.

Yang tak terlupakan dari kultur masyarakat Madura yaitu bercocok tanam, sehingga sapi sebagai hewan yang cukup berperan membantu pertanian di sana tak bisa terlepaskan dari masyarakat Madura.

Sapi yang dulu dijadikan sebagai hewan untuk membantu petani, saat ini memilikinya adalah sebuah gengsi, kebanggaan sekaligus bernilai jual sangat tinggi.

Karena adanya budaya sapi sonok inilah, kini memelihara sapi tak hanya sekadar mencari kesenangan, namun juga menaikkan nilai ekonomis.

Berapa harganya? Bila sapi biasa umur 4 bulan dijual 4 juta rupiah, sangat jauh dengan bibit sapi sonok yang bisa dijual sampai harga 30 juta rupiah. Bahkan, harganya bisa mencapai 100 juta sampai 125 juta rupiah jika seekor sapi sonok dewasa sudah berkali-kali menang kontes.

Hingga saat ini, kontes sapi sonok masih terus dilestarikan. Lewat tradisi inilah, sapi-sapi unggul di Madura ini dihargai lebih tinggi daripada sapi biasa.

Walaupun keadaan geografis Pulau Madura tandus dan kering, masyarakat di sana masih bisa mampu menghasilkan sapi-sapi sonok yang sangat berkualitas tinggi. Jadi, saat berkunjung ke Madura, jangan hanya menyaksikan karapan sapi, saksikan pula kontes sapi sonok di sana.

Baca Juga Nih: Inilah Bedanya Kanal di Indonesia dengan Kanal-kanal Terindah di Dunia!