Tempat-Wisata-di-Yogyakarta
Benteng Vredeburg Tempat Wisata di Yogyakarta | Foto: yogyakarta(dot)panduanwisata(dot)id

Malioboro! Yaps, salah satu nama jalan di Yogyakarta ini memang terkenal ke seantero jadag ini. Tempat wisata belanja di Yogyakarta ini selalu ramai dan dipadati para wisatawan. Apalagi saat musim liburan kawasasan ini menjadi dikunjungi oleh wisatawan dari mana-mana.

Jalan yang membentang dari titik 0 Yogyakarta hingga ke utara ini memang sudah tersohor. Bahkan jalanan ini sudah taka sing lagi bagi Anda yang gemar jalan-jalan.

Setelah puas berwisata belanja di Malioboro, tak ada salahnya mencoba berkunjung ke salah satu tempat wisata di Yogyakarta yang berada di sekitar kawasan Malioboro. Tempat wisata tersebut merupakan sebuah museum yang bernama Benteng Vredeburg.

Museum Benteng Vredeburg Destinasi Tempat Wisata di Yogyakarta!

Benteng-Vredeburg-Tahun-1970
Museum Benteng Vredeburg Tempo Dulu | Foto: tembi(dot)net

Museum Benteng Vredeburg merupakan sebuah benteng peninggalan jaman penjajahan Belanda. Benteng ini terletak persis di depan Gedung Agung dan Keraton Kesultanan Yogyakarta. Saat ini benteng tersebut dijadikan sebuah museum. Di dalam kompleks museum ini terdapat sejumlah diorama mengenai Indonesia.

Benteng Vredeburg ini dibangunin sekitar tahun 1765 oleh Pemerintah Belanda. Benteng ini memiliki fungsi untuk menahan serangan dari Keraton Yogyakarta. Tempat wisata di Yogyakarta ini berbentuk segiempat dan dikelilingi parit-parit. Selain dikelilingi parit, benteng ini juga memiliki empat menara pengawas yang terletak di setiap sudut benteng.

Benteng Vredeburg berdiri terkait dengan lahirnya kesultanan Yogyakarta. Namun, jauh sebelum benteng yang megah ini dibangun. Pada tahun 1760 Sultan Hamengkubowono I telah membangun sebuah benteng yang sangat sederhana. Benteng tersebut dibangun atas permintaan Belanda.

Benteng tersebut juga berbentuk bujur sangkar yang dilengkapi dengan empat tempat penjagaan. Tempat penjagaan tersebut diberinama oleh Sultan Hamengkubowono I, yaitu Jayawisesa (terletak di barat laut), Jayapurusa (sudut timur laut), Jayaprakosoningprang (sudut barat daya) dan Jayaprayitna (sudut tenggara).

Bangunan bersejarah yang kini menjadi sebuah museum ini memiliki luas sekitar 2.100 meter persegi. Di dalam tempat wisata di Yogyakarta ini memiliki bangunan-bangunan bersejarah dan koleksi benda-benda bersejarah, seperti foto-foto, lukisan, dan diorama.

Semua benda yang terdapat di museum ini menerangkan tentang perjuangan dalam merintis, mencapai, dan mempertahan Negara Indonesia ini. Diorama di museum ini juga menggambarkan tentang kehiudupan masyarakat Indonesia saat perjuangan, sebelum Proklamasi Kemerdekaan dibacakan, hingga masa Orde baru.

Tempat wisata di Yogyakarta ini memiliki daya tarik tersendiri. Tempat ini banyak dikunjungi para wisatawan yang ingin tahu tentang sejarah Indonesia melalui museum ini. Museum ini juga sering dijadikan tempat study tour para pelajar dari mulai sekolah dasar hingga sekolah menengah.

Jika dilihat secara historis Museum Benteng Vredeburg ini sejak berdiri dan hingga sekarang telah mengalami beberapa kali perubahan fungsi. Pada tahun 1760-1788 benteng ini berfungsi sebagai benteng pertahanan, tahun 1830-1945 dialih fungsikan sebagai markas militer Belanda dan Jepang, serta di tahun 1945-1977 digunakan untuk markas militer tentara RI.

Pada tahun 1980 bangunan ini dijadikan sebagai pusat informasi dan pengembangan budaya nusantara oleh pemerintah. Lima tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 16 April 1985 bangunan ini dipugar dan dijadikan Museum Perjuangan dan dibuka untuk umum. Kemudian pada tahun 1992 bangunan ini diresmikan menjadi ‘Museum Khusus Perjuangan Nasional’ dengan nama ‘Museum Benteng Yogyakarta’ hingga sekarang.

Meski sudah berusia lebih dari 2 abad, namun kebersihan dan keindahan bangunannya tetap terawat dengan baik. Di halaman depan tempat wisata di Yogyakarta ini terdapat sebuah jembatan yang menyambut pengunjung sebelum memasuki gerbang utama. Jembatan ini berfungsi sebagai jalan penghubung pintu keluar-masuk Benteng Vredeburg.

Gaya klasik Eropa dan Yunani Romawi sangat kental pada pintu gerbang Benteng Vredeburg. Hal tersebut diperkuat dengan adanya bagian tympanium pada empat pilar penyangga. Pilar penyangga tersebut bergaya Doric. Pintu gerbang benteng ini menjadi tempat favorit para wisatawan untuk berfoto.

Kawasan-Dalam-Benteng-Vredeburg
Bagian Dalam Benteng Vredeburg | Foto: yogyakartahistory(dot)blogspot(dot)com

Masuk ke dalam kawasan Benteng Vredeburg ini, kita akan disuguhkan bangunan-bangunan tua yang memiliki pilar-pilar besar. Bangunan-bangunan tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Diorama-di-Benteng-Vredeburg
Diorama di Museum Benteng Vredeburg | Foto: brilio(dot)net
Diorama-diBenteng-Vredeburg
Diorama di Benteng Vredeburg | Foto: brilio(dot)net

Yang lebih menariknya lagi, di dalam kawasan tempat wisata di Yogyakarta ini adalah berbagai patung yang menggambarkan perjalanan sejarah Indonesia. Patung-patung tersebut dibentuk dengan detail, ekspresi dan situasinya pun dibuat hampir mirip dengan kejadian aslinya.

Patung-Patung-di-Vendeburg
Patung di Benteng Vredeburg | Foto: www(dot)iberita(dot)com

Bukan hanya memiliki koleksi-koleksi benda bersejarah saja. Tempat wisata di Yogyakarta ini juga memiliki fasilitas lain, yaitu perpustakaan dengan koleksi buku yang lengkap dan banyak. Selain itu, di tempat ini juga memiliki fasilitas mushola, toilet, ruang pertunjukan, ruang seminar, dan internet gratis melalui hotspot. Bagi Anda yang ingin tahu lebih jelas tentang sejarah Benteng Vredeburg, pengelola tempat wisata ini juga menyediakan pemandu lho.

Museum-Vredeburg
Bagian Dalam Museum Vredeburg | Foto: daengbattala(dot)com

Tiket masuk ke tempat wisata bersejarah ini cukup murah. Untuk orang dewasa tiket yang harus dibayar sebesar Rp2.000 per orang. Sedangkan untuk anak-anak biaya tiket masuknya sebesar Rp1.000 per orang. Nah, bagi Anda yang membawa kendaraan cukup sediakan uang Rp2.000 saja untuk biaya parkir.

Jika Anda ingin berkunjung ke Museum Benteng Vredeburg ini pada hari Selasa hingga Jum’at dari pukul 07.30 sampai 16.00. Tapi jika Anda berkunjung di akhir pekan, tempat wisata di Yogyakarta ini buka dari pukul 08.00 hingga 17.00. Tenang saja, pada hari libur pun museum ini tetap buka.

Berwisata sambil menambah ilmu pengetahuan kenapa tidak? Museum Benteng Vredeburg bisa menjadi salah satu alternatif wisata Anda. Yuk, agendakan liburan Anda ke Benteng Vredeburg ini!

Baca Juga: Waspadalah! Penyakit Nomophobia Ini Juga Mengintai Mu