Ojek-Syar'i
Ojek Syar’i Indonesia | Foto: bisnis(dot)tempo(dot)co

Kecanggihan teknologi saat ini sangat dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk memulai bisnis. Dari mulai online shop, taksi online, hingga ojek online pun kini menggunakan kecanggihan teknologi. Seolah-olah yang kita butuhkan kini tersedia melalui teknologi yang canggih.

Kini masyarakat dimudahkan dengan segala keperluannya. Istilahnya tinggal download aplikasinya terus langsung order, bayar melalui mobile banking, jadi deh. Semua bisa digunakan hanya mengakses melalui telepon pintas yang dimiliki. Maka tak heran jika dimana-dimana kita melihat semua orang sekarang sibuk dengan telepon pintarnya.

Ojek Syar’i, Layanan Ojek Online Khusus Perempuan!

PT-Ojesy-Indonesia
PT Ojek Syar’i Indonesia | Foto: www(dot)ojeksyari(dot)com

Setelah hadirnya Gojek, Grabbike, dan Blu-Jek, kini muncul Ojesy alias Ojek Syar’i Indonesia. Jika dilihat dari namanya kita bisa menyimpulkan bahwa layanan antar jemput ini lebih islami dan yang pasti khusus untuk perempuan.

Ojek syar’i ini pertama kali diciptakan oleh Evilita Adriani (19), seorang mahasiswi jurusan hubungan Internasional di Universitas Pembangunan Nasional Surabaya. Sebelum menjalankan bisnis ini Evi sempat kuliah sambil bekerja, ia bekerja menjadi tukang ojek dibawah pimpinan orang lain yang hanya melayani wanita saja.

Seragam-Ojek-Syar'i
Evilita Andriani pencipta ojek syar’i khusus wanita pertama di Indonesia | Foto: tekno(dot)liputan6(dot)com

Namun, Seiring dengan berjalannya waktu Evi berpikir untuk meniptakan sebuah layanan antar jemput ojek yang dikhususkan bagi kaum perempuan. Ide tersebut lahir karena ia sering melihat banyaknya kejahatan yang terjadi pada wanita di angkutan umum.

Disisi lain, hampir semua layanan ojek online yang sudah ada dijalankan oleh laki-laki. Hal ini tidak bisa dimanfaatkan bagi perempuan yang tidak mau naik motor selain dengan muhrimnya.

Ojek Syar’i ini mulai digagas oleh Evi pada Februari 2015. Sebelum resmi beroperasi Evi berdiskusi dengan temannya yang memiliki keahlian dalam bidang teknologi dan manajeman. Setelah semua dirasa telah sesuai dengan yang Ia inginkan, barulah pada tanggal 10 Maret 2015 Ojesy ini diresmikan untuk beroperasi.

Ojek Syar’i atau Ojesy ini benar-benar memanfaatkan teknologi dan internet. Ojesy dan layanan ojek online lainnya memang sama, jika layanan ojek online yang menggunakan aplikasi sendiri, nah Ojesy ini lebih memanfaatkan media sosial yang ada.

Sejauh ini, untuk pemesanan Ojek Syar’i ini bisa diakses melalui media sosial, seperti twitter dan facebook. Selain itu, Ojesy ini juga memanfaatkan media pesan instan, seperti Blackberry Messenger, Line, dan WtahsApp. Hal ini disesuaikan dengan banyaknya kaum ibu-ibu atau remaja putri yang lebih sering berkutat dengan media pesan instan atau chatting.

Kejeniusan Evi dan rekannya dalam menjalankan bisnis ini patut diacungi jempol. Bisa dilihat, bisnis yang baru berjalan dalam waktu setengah tahun saja kini sudah menuai hasil yang sangat memuaskan.

Bayangkan dalam waktu setengah tahun, Ojesy ini telah menjadi sebuah PT (Perseoran Terbatas). Ya, tanggal 8 Agustus 2015 lalu Ojesy diresmikan menjadi PT Ojek Syar’I Indonesia.

Bisnis yang dirintis oleh Evi ini tak semata-mata hanya untuk mendapatkan uang. Ia juga ingin memberikan lapangan pekerjaan untuk para wanita yang ingin membantu ekonomi keuangan keluarganya.

Minat yang tinggi dari para kaum wanita untuk menjadi tukang ojek di Ojesy ini membuat bisnis ini semakin besar. Tidak heran, hingga saat ini semakin banyak wanita yang ingin menjadi Sahabat Pengendara dari Ojek Syar’i ini.

Sahabat-Pengendara-Ojesy
Salah satu Sahabat Pengendara Ojesy | Foto: brilio(dot)net

Untuk menjadi tukang ojek di Ojesy ini ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Syarat tersebut antara lain harus bisa mengendarakan motor dengan baik, memiliki motor dengan kondisi yang baik pula, memiliki kelengkapan surat-surat yang aman, dikhususkan untuk wanita berjilbab dan berpakaian tidak ketat, wanita berusia maksimal 45 tahun, serta memiliki dan mampu mengoperasikan ponsel pintar.

Selain syarat diatas, masih ada beberapa syarat lagi yang harus diperhatikan jika ingin menjadi Sahabat Pengendara Ojesy, yaitu memiliki waktu luang minimal lima jam perhari, dan yang terpenting adalah harus mempunyai surat izin dari mahromnya.

Jumlah Sahabat Pengendara Ojesy ini sekarang sudah mencapai 60 orang. Saat ini di Surabaya ada 20 orang, Sidoarjo 4 orang, Malang 1 orang, dan wilayah Jabodetabek mencapai 35 orang.

Yang melamar sebagai pengendara Ojesy ini beragam. Dari mulai ibu rumah tangga, mahasiswi, mantan karyawan swasta, mantan SPG, hingga mantan kepala bagian HRD beberapa perusahan besar di Surabaya.

Ojesy-Cabang-Depok
Ojek Syar’i atau Ojesy cabang Depok | Foto: www(dot)depokpos(dot)com

Di awal kemunculannya, ojek syar’i ini hanya beroperasi di wilayah Surabaya, Malang, dan Sidoarjo saja. Tapi kini melihat minat masyarakat yang cukup bagus, Evi dan tim manajemennya kini memiliki mitra atau cabang Ojesy di 13 kota yang tersebar di Pulau Jawa. Bukan hanya itu, Evi juga berencana untuk melebarkan sayap Ojesynya hingga ke luar Pulau Jawa.

Bon-Ojesy
tarif Ojesy memang lebih mahal tapi sebanding dengan pelayanan | Foto: brilio(dot)net

Lantas berapa tarif ojek syar’i ini? Tarif Ojesy ini memang lebih mahal dari layanan ojek online lain. Tarif awal Ojesy ini adalah Rp5.000 dan tariff perkilometernya sebesar Rp3.000. Berbeda dengan ojek online lain, ojek syar’i ini memiliki layanan menunggu penumpang dengan biaya tambahan sebesar Rp5.000 yang dihitung per 30 menit.

Biaya mahal yang dikeluarkan para penumpang tersebut, memang sebanding dengan layanan yang diberikan oleh Ojesy ini. Meskipun mahal, tapi para penumpang Ojesy malah ketagihan menggunakan layanan ojek syar’i ini.

Pengendara-dan-Pelanggan-Ojest
Sahabat Pengendara sedang menjemput Pelanggan OJesy | Foto: indowarta(dot)com

Untuk pembagian fee atau gaji bagi Sahabat Pengendara Ojesy ini sebesar 30% dari tariff awal Rp5.000 dan 70% dari tarif ojek perkilometer yang ditarif sebesar Rp3.000. Pengendara ojek syar’I ini juga akan mendapatkan bonus dan tunjangan jika target terpenuhi. Pengendara Ojesy ini memang memiliki target minimal rata-rata jarak tempuh harian, yaitu 15 kilometer.

Selain dikhususkan untuk wanita, ojek syar’i ini juga memiliki jam layanan lho. Ojesy ini beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 19.00 malam.

Ojesy ini bersifat kemitraan, selain membuka lowongan untuk pengendara, ojek syar’i ini juga membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin bermitra dengan PT Ojesy. Keuntungan yang didapat dari bermitra dengan Ojesy adalah 10% dari total pendapatan daerah dan mendapatkan tambahan pembagian sebesar 5% dari pendapatan nasional.

Syarat untuk menjadi mitra Ojesy adalah harus menyediakan tempat untuk melakukan koordinasi, pembinaan, dan evaluasi bulanan bagi pengendara. Selain itu, tempat tersebut juga digunakan untuk tempat perekrutan pengendara baru di wilayah tersebut.

Karena saat ini, Ojesy masih melayani pesanan melalui media sosial dan media pesan singkat cara memesannya kita bisa langsung masuk halaman web milik ojek syar’i ini, yaitu www.ojeksyari.com. Di web tersebut telah tersedia nomor telepon langsung yang bisa dihubungi untuk masing-masing wilayah.

Untuk memudahkan pemesanan layanan ojek online ini, manajemen Ojesy tengah mempersiapkan aplikasi Ojesy yang bisa di unduh langsung para pelanggan ojek syar’i ini.

Kehadiran ojek syar’i membuat para perempuan merasa lebih aman dan nyaman menggunakan ojek. Bagaimana? Apakah Anda tertarik menggunakan layanan ojek ini? Yuk, nikmati kenyamanan ojek wanita pertama di Indonesia ini!

Baca Juga: Teknologi Masa Depan Super Canggih yang Wow Banget!