Orang Bule Jarang Mandi karena di Negaranya Sangat Dingin
Orang Bule Jarang Mandi karena di Negaranya Sangat Dingin | sumber: rulenkmlekunteng.blogspot(com)

Dulu bahkan mungkin sampai sekarang, orang-orang bule itu bau karena jarang mandi. Inilah sisi jorok kaum bule dan orang-orang Eropa yang belum banyak diketahui oleh kita. Ih jorok ya bule jarang mandi ternyata!

Itulah mungkin tanggapan kita setelah membaca tulisan di awal tadi. Ini bukan tanpa alasan, tetapi memang sudah menjadi kultur di Eropa sejak lama.

Coba saja lihat film-film barat, saat ada adegan bangun pagi, mereka hanya menyikat gigi terus pakai jaket dan pergi deh untuk beraktivitas kerja atau sekolah. Bener kan?

Kenapa bule jarang mandi?

Suhu Udara di Eropa yang Sangat Dingin Menyebabkan Bule Jarang Mandi

Suhu Udara di Eropa yang Sangat Dingin Menyebabkan Bule Jarang Mandi
Suhu Udara di Eropa yang Sangat Dingin Menyebabkan Bule Jarang Mandi | sumber: www.huffingtonpost(com)

Keberagaman gaya hidup adalah salah satu hal yang unik untuk ditelusuri lebih dalam, misalnya kebiasaan kaum bule yang jarang mandi sampai membuat kita geleng-geleng kepala.

Eit tunggu dulu, orang bule jarang mandi bukan berarti mereka malas membersihkan diri, tetapi karena suhu udara di tempat mereka tinggal sangat-sangat dingin, terutama di musim gugur.

Menjelang musim gugur, di Amerika, suhu udaranya bisa mencapai 7 derajat Celcius. Saking dinginnya, mereka tak pernah mengeluarkan keringat, sehingga baju pun bisa dipakai selama berhari-hari.

Itulah mungkin yang membuat mereka sangat cuek dalam urusan mandi. Sisi negatifnya, kebiasaan itu tetap terbawa sampai ke Indonesia, karena ternyata ada juga bule yang tetap malas mandi walaupun berada di negara yang cuacanya panas seperti di Indonesia, sehingga menimbulkan bau badan. Ini mungkin jadi alasan kenapa bule dibilang jorok.

Jadi, tak semua bule di Indonesia dan di dunia ini bau, hanya bule-bule tertentu yang bau, mungkin karena jarang mandi saat berada di negara tropis seperti Indonesia.

Bule Membawa Kebiasaan Jarang Mandinya ke Negara Beriklim Tropis

Bule Membawa Kebiasaan Jarang Mandinya ke Negara Beriklim Tropis
Bule Membawa Kebiasaan Jarang Mandinya ke Negara Beriklim Tropis | sumber: siskanurifah.wordpress(com)

Ada kisah menarik tentang seorang bule yang kerja di Indonesia menjadi guru di sebuah sekolah. Si guru bule ini selalu memakai sepeda sebagai kendaraannya menuju ke sekolah sehingga selalu berkeringat cukup banyak saat mengajar.

Tak jarang, para murid mencium bau badan bule ini yang bau khas bule, terutama murid yang duduk paling depan. Mungkin para turis bule yang ada di sekitar kita pun memiliki bau badan yang sama, terutama turis yang membawa kebiasaan jarang mandinya ke Indonesia.

Selain itu, cara mandinya orang Eropa juga berbeda dengan kita. Biasanya, orang-orang Eropa, walaupun tak semuanya, mandi di dalam bak yang sama untuk dipakai oleh semua anggota keluarga, mulai yang tertua sampai yang termuda atau bayi. Inilah cara mandi yang sering dilakukan di negara bercuaca dingin.

Berbeda dengan cara mandi kita yang jauh lebih higienis daripada mandi di bak mandi yang sama, yaitu menyiram air ke tubuh dengan gayung atau alat lainnya. Dengan mengguyur seluruh tubuh dengan air, bakteri yang menempel di tubuh akan terbuang oleh air yang mengalir tadi.

Kapan Bangsa Eropa Mengenal Mandi?

Orang Eropa Mengenal Aktivitas Mandi dari Orang Muslim yang Datang ke Eropa
Orang Eropa Mengenal Aktivitas Mandi dari Orang Muslim yang Datang ke Eropa | sumber: hansenhappenings07.blogspot(com)

Saat pasukan Islam memasuki kawasan Eropa lewat Spanyol dan Prancis pada abad ke-8, mereka semua dikisahkan harus sering-sering menutup hidung jika berjumpa dengan orang-orang di sana, karena bau badan akibat jarang mandi.

Ada pula yang badannya tak terlalu bau, yaitu dari kalangan istana seperti pangeran, putri, serta para petinggi kerajaan. Bukan karena rajin mandi, tetapi karena mereka menutupi bau badannya dengan wewangian yang khusus dipakai hanya oleh kalangan istana.

Lalu, saat orang-orang Eropa berkunjung ke beberapa negeri Muslim pada abad pertengahan, mereka sangat heran kenapa orang-orang di negeri Muslim tersebut tidak bau badan, termasuk juga warga masyarakat biasanya.

Bahkan saat orang Eropa ini menemui para petani Muslim di sekitar Baghdad, Mesir, Turki, dan Maroko yang tengah bertani di kebun, tak tercium sedikit pun bau keringat seperti yang biasa tercium dari rakyat kelas bawah Eropa yang mengerjakan aktivitas serupa.

Setelah digali lebih jauh oleh orang-orang Eropa tersebut, terungkap rahasia bahwa orang-orang Muslim di negeri Muslim tidak bau badan karena mereka mandi minimal 2 kali sehari dan juga bertaharah (membersihkan diri atau bersuci) 5 kali dalam sehari.

Orang-orang Muslim melakukan cara hidup sehat dan higienis ini karena sesuai dengan ajaran Islam dan seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw.

Invasi Muslim ke Eropa Membawa Perubahan bagi Orang Eropa untuk Hidup Bersih

Invasi Muslim ke Eropa Membawa Perubahan bagi Orang Eropa untuk Hidup Bersih
Invasi Muslim ke Eropa Membawa Perubahan bagi Orang Eropa untuk Hidup Bersih | sumber: www.brands-list(com)

Invasi umat Muslim ke kawasan Eropa ternyata membawa dampak pada peradaban hidup bersih dan sehat. Pada masa itulah, untuk pertama kalinya orang Eropa mengenal aktivitas mandi.

Tak hanya itu, Muslim pun mengenalkan orang bule tersebut untuk menggosok gigi setelah makan dengan memperkenalkan siwak yang dibuat dari ranting pohon miswak yang cukup wangi sekaligus dijadikan bahan pasta gigi.

Salah satu bagian ujungnya dipukul-pukul sampai membentuk mata sapu kecil dan bagian itulah yang dipakai untuk menyikat gigi.

Perlu diketahui bahwa sebelumnya, orang-orang Eropa membersihkan mulut sesudah makan hanya dengan cara berkumur. Adapun produksi sikat gigi dalam jumlah yang banyak baru dilakukan pada abad ke-18.

Itulah sejarah bangsa Eropa mengenal aktivitas mandi yang sebelumnya tak pernah dilakukan sehingga bau badan. Lalu, apa lagi kebiasaan jorok lainnya selain jarang mandi?

Orang Bule Cebok Pakai Tisu

Orang Bule Cebok Pakai Tisu
Orang Bule Cebok Pakai Tisu | sumber: blog.nickserra(com)

Berbicara tentang toilet di Eropa, pasti terlihat selalu kering, bertolak belakang dengan kamar mandi di Indonesia yang selalu terlihat basah, bahkan tergenang air. Kenapa ya toilet di negara-negara Eropa atau kaum bule selalu kering?

Jawabannya adalah karena cara membasuh buritan atau cebok orang Eropa setelah buang air kecil ataupun buang air besar berbeda dengan orang Indonesia. Kaum bule terbiasa menggunakan tisu atau toilet paper untuk membasuhnya, sedangkan orang Indonesia memakai air dan menggunakan tangan kiri.

Ih, ternyata kaum bule lebih jorok dari kita ya! Nah, inilah kenapa kamar mandi bule selalu kering, bahkan sampai-sampai lantainya dialasi dengan karpet layaknya di ruang tamu.

Apakah membasuh dengan tisu setelah BAB atau buang air kecil lebih higienis dibandingkan menggunakan air seperti kebiasaan di Indonesia? Tentu saja membasuh menggunakan air jauh lebih bersih dan paling bersih daripada hanya dengan tisu.

Tapi kembali lagi pada kebiasaan, kaum bule tetap mengatakan cara merekalah yang paling higienis.

Orang Eropa berargumentasi bahwa cebok dengan air itu bisa mengotori lantai toilet dan mengotorkan juga tangan kiri yang digunakan untuk membilas. Inilah yang secara kultural di Indonesia, muncul stigma bahwa tangan kiri itu adalah tangan yang tercemar, sehingga muncullah larangan bersalaman dengan tangan kiri.

Bule Zaman Dulu Cebok Pakai Apa Ya?

Orang Bule Dulu Cebok Pakai Bonggol Jagung
Orang Bule Dulu Cebok Pakai Bonggol Jagung | sumber: be-cause-blog(com)

Bila hingga saat ini dan di zaman modern seperti ini, orang bule masih memakai toilet paper untuk cebok, dulu sebelum diciptakan tisu, mereka memakai apa ya?

Tisu khusus ini mulai dipakai secara luas di Eropa pada 1920-an dan sebelumnya Anda boleh percaya atau tidak, orang-orang Eropa memakai corncob? Apa? Bonggol jagung (jagung yang telah dikupas-kupas bulir-bulir jagungnya) dipakai untuk cebok?

Ya, inilah faktanya, awalnya corncob direndam di dalam air abu, kemudian dijemur hingga kering, dan terciptalah bahan yang halus lembut. Bonggol jagung ini lalu diberi tali dan digantung di dekat WC.

Pada zaman yang lebih jadul lagi, sebelum menggunakan bonggol jagung, mereka bahkan sampai menjadikan angsa sebagai toilet paper.

Pad zaman yang sangat kuno dulu, banyak benda yang dijadikan eksperimen untuk pembersih sesudah BAB. Ada yang mencoba dengan topeng beludru (velvet mask) yang dipakai oleh putri bangsawan, ada juga kerudung (hood), sampai selendang wanita priyayi.

Semua benda tersebut memang berupa kain lembut, tetapi kebanyakan dihiasi dengan manik-manik, sehingga menggores kulit tempat keluarnya kotoran manusia.

Kemudian ada pula yang mencoba membasuh dengan kucing berbulu lebat, tetapi si kucing malah mencakar kulit. Bahkan, ada juga yang menjadikan sarung tangan lembut dan wangi untuk pembersihnya, tetapi pada akhirnya tak ada yang mampu mengalahkan keampuahn leher angsa.

Bagaimana cara cebok dengan leher angsa ini? Jepitlah leher angsa di antara bagian selangkangan dan coba rasakan kelembutan bulu juga kehangatan tubuh angsa tersebut.

Sangat aneh bukan? Jadi mungkin saja zaman dulu melihat leher angsa putih berwarna cokelat menjadi pemandangan rutin dan biasa.

Kebiasaan Jorok Bule Banyak Ditiru Orang Indonesia

Kebiasaan Jorok Bule yang Jarang Mandi Ditiru Banyak Orang Indonesia
Kebiasaan Jorok Bule yang Jarang Mandi Ditiru Banyak Orang Indonesia | sumber: baubadan(org)

Di Indonesia sendiri, membersihkan diri setelah buang air itu memakai cara yang konvensional, yaitu dengan gayung berisi air bersih, lewat kran ataupun menggunakan selang khusus.

Sementara itu, para bule menganggap tisu sangat higienis untuk membersihkan diri setelah buang hajat.

Cara paling bersih tentunya tak hanya cukup dengan tisu saja, perlu juga membersihkannya dengan air sampai bersih, bahkan sampai membutuhkan air hingga beberapa gayung untuk benar-benar membersihkannya.

Tapi, ada juga lho yang mengikuti cara bule ini dengan alasan lebih praktis dan untuk mencegah pemanasan global dengan mengurangi pemakaian air.

Untuk masalah mandi pun, orang Indonesia biasanya mandi sehari 2 kali, karena kondisi cuaca di sini cukup hangat sehingga menyebabkan mudah berkeringat dan wajah berminyak.

Sementara itu, bule cukup hanya dengan mencuci wajah saat akan beraktivitas ke luar rumah. Pun saat mereka tinggal di negara tropis yang panas.

Tak mengherankan, orang-orang kita yang berpapasan dengan orang bule mengaku dirinya sering mencium bau badan bule.

Perbedaan cuaca dan iklim memang sangat mempengaruhi gaya hidup seperti kebiasaan jarang mandi kaum bule dengan kebiasaan seringnya orang Indonesia mandi. Walaupun begitu, banyak juga kok bule yang rajin mandi dan baunya wangi.

Lucunya, kedua kebiasaan jorok orang bule tersebut ternyata banyak ditiru oleh kita. Ayo ngaku siapa yang jarang mandi dan cebok pake tisu?