Lokasi Longsor Banjarnegara
detik.com

Presiden Joko Widodo melihat secara langsung ke lokasi longsor Banjarnegara, Jawa Tengah. Dengan mengenakan kemeja putih dan bersepatu pantofel, ia turun memberikan semangat untuk Tim SAR untuk mencari para korban yang tertimbun.

Presiden Jokowi tiba di lokasi, tadi siang Minggu (14/12/2014). Beberapa petugas member penjelasan berkaitan dengan proses evakuasi yang dilakukan. Setelah melihat-lihat dari atas, Jokowi pun turun ke lokasi evakuasi yang ada di bawah.

Di lokasi, Jokowi terlihat berjalan cepat dengan ditemani petugas Paspampres. Beberapa warga pun terlihat menyalami Jokowi. Setelah sekitar 30 menit, Jokowi lalu pergi. Ia bergerak ke bagian atas lokasi longsoran.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi meminta kepada segenap tim agar proses evakuasi korba longsor lebih diprioritaskan.

Yang paling penting sekarang, evakuasi dulu. Saya sudah pesan tadi, dirampungkan dulu untuk evakuasinya, kita tidak akan bicara yang lain, konsentrasi evakuasi,” ujar Jokowi.

Menurutnya, jika jalan yang tertutup longsor sudah bisa digunakan, alat berat bisa masuk untuk mencari korban.

Nanti kalau jalannya sudah didorong (longsor yang menutup ruas jalan), sudah bisa dibuka, ekskavator masuk. Diperkirakan besok ekskavator masuk karena memang kondisinya seperti itu,” katanya.

Ia juga menambahkan, titi rawan longsor yang ada di Jawa Tengah memang sangat banyak. Oleh karena itu, ketika masuk musim hujan ia meminta agar seluruh waga berhati-hati dan waspada khususnya warga yang ada di daerah yang rawan longsor. Jokowi juga akan melihat kapan batas waktu evakuasi ini akan selesai.

Batas waktu nanti akan dilihat di lapangan,” ungkapnya.

Setelah Jokowi selesai melihat-lihat di lokasi longsor, ia bersama-sama dengan ibu Iriana kemudian mengunjungi tempat penampungan warga di desa Ambal, Kecamatan Karangkobar. Bukan hanya ibu Iriana, Jokowi juga didampingi oleh Kepala Kepolisian RI Jenderal Sutarman dan Seskab Andi Widjajanto. Dalam kesempatan ini Jokowi juga memberikan bantuan kepada para pengungsi terutama mereka yang rumahnya hancur tertimpa longsoran. Menurut informasi, dalam kejadian longsor ini sudah ada 32 orang korban yang ditemukan tewas, sedangkan sebanyak 76 orang masih dicari.