Pegawai KPK Memprotes Keputusan Pimpinan KPK
citraindonesia(com)

Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melimpahkan kasus Komjen Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung. Terkait hal ini, para pegawai KPK memprotes keputusan pimpinan KPK tersebut. Oleh sebab itu, hari ini, Selasa(3/3/2015) seluruh pegawai KPK membubuhkan tanda tangan di selembar kain putih. Hak ini dilakukan untuk menegaskan protes mereka kepada para pimpinan KPK.

Salah seorang pegawai lembaga antrasuah ini mengatakan tidak tertutup kemungkinan jika seluruh pegawai KPK akan melakukan mogok kerja. Melalui Wadah Pegawai KPK, para pegawai menyampaikan tiga tuntutannya kepada para pimpinan KPK. Ketiga tuntutan dari para pegawai KPK ini antara lain:

  • Menolak keputusan pimpinan KPK yang melimpahkan kasus Komjen Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung.
  • Meminta para pimpinan KPK untuk mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) atas putusan praperadilan kasus Budi Gunawan.
  • Meminta para pimpinan KPK untuk menjelaskan secara terbuka kepada pegawai KPK strategi pemberantasan korupsi seperti apa yang akan dilakukan KPK.

Dalam protesnya tersebut, para pegawai KPK ini menggunakan tempelan poster. Poster-poster yang menyatakan sikap para pegawai KPK tersebut dipasang di depan pintu masuk gedung KPK. Tiga poster terlihat terpasang di depan pintu masuk dengan tulisan-tulisan kutipan puisi sastrawan WS Rendra dan Widji Thukul. Berikut tiga tulisan tersebut.

  • Kita perangi korupsi: Kalau Kamu Lelah Berjuang di Kantor mu, Jangan Kamu Berani Datang Ke sini. Dari Dulu Keluarga Kita Adalah Keluarga Pejuang. Lawan!
  • Pergilah! Kau Lawan Itu! Mamak Sudah Rela Kau Harus Mati Dalam Perjuangan! Lawan!
  • Satu Luka Perasaan, Maki Puji dan Hinaan, Tidak Mengubah Sang Jagoan Menjadi Mahluk Picisan. Lawan!

Selain itu, pagi tadi, Humas KPK juga mengeluarkan pernyataan tertulis. Dalam pernyataan tersebut, Humas KPK menyatakan sikap yang diambil para pimpinan KPK.

Sebelumnya, Jaksa Agung HM Prasetyo menjelaskan, kasus dugaan kepemilikan rekening gendut Budi Gunawan yang sedang ditangani oleh KPK akan dilimpahkan kepada Kejaksaan Agung untuk ditindaklanjuti. Pelimpahan kasus ini dilakukan setelah putusan sidang praperadilan yang dimenangkan Budi Gunawan keluar. Hal inilah yang membuat para pegawai KPK memprotes keputusan pimpinan KPK.