Bahaya Merokok
Apa yang akan di lakukan pemerintah Korea Selata terkait kebijakan menaikan harga rokok ini terbilang berani. Bagaimana tidak, dalam waktu dekat negara yang kaya akan boyband ini akan menaikan harga rokok mendekati 100 persen.

Hal ini bertujuan untuk mengurangi jumlah perokok aktif. Berdasar survey yang dilakukan Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) pada 2012 silam di dapat data bahwa 41 persen laki-laki dewasa di Korea Selatan merokok.

Rata-rata jumlah perokok di negara yang tergabung dalam OECD adalah 26 persen. Namun demikian di Korea Selatan secara keseluruhan baik laki-laki atau wanita di segala umur ada 23 persen.

Saat ini rata-rata harga rokok di Korea adalah 2.500 won atau setara Rp 29.000,- Rencananya pada awal Januari 2014 akan di jadikan 4.500 won untuk masing-masing bungkusnya. Naiknya harga rokok ini diharapkan bisa menekan jumlah perokok aktif di negara Asia yang sudah tergolong maju ini.

Sepuluh tahun yang lalu tepatnya di tahun 2004 pemerintah korea juga pernah menaikan harga rokok sebesar 500 won. Walhasil mereka mampu menurunkan 15 persen jumlah perokok.

Sampai saat ini wacana terkait kenaikan harga rokok ini masih dalam pembahasan di parlemen. Besar kemungkinan aka nada banyak penolakan dari berbagai pihak.

Lain Korea lain Indonesia dalam hal tata cara menurunkan jumlah perokok di tanah air. Di Indonesia sejak 24 Juni 2014 di wajibkan untuk mencantumkan gambar sebagai peringatan dalam tiap bungkus rokok.

Aturan itu tertuang dalam UU No 36 tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah Nomor 109 tahun 2012 tentang kesehatan. Pemberlakukan aturan ini untuk melindungi generasi muda agar terhindar dari bahaya rokok. Gambar peringatan yang menakutkan menurut Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi lebih efektif daripada kata-kata.

Pilihan gambar yang disediakan ada lima, yaitu gambar tengkorak, merokok membahayakan anak, kanker mulut, kanker tenggorokan, kanker paru dan bronchitis akut. Pemerintah tidak segan-segan akan menindak bagi produsen rokok yang tidak mengindahkan aturan ini dengan sanksi denda sampai dengan pidana.

Perusahaan rokok tidak keberatan memberikan ruang gambar untuk iklan bahaya merokok. Hanya saja mereka tidak bersedia kalau menggunakan gambar yang terlalu besar karena dalam bungkus rokok itu juga ada merek dagang yang harus di pasang.