Jokowi Presiden Buta, Tuli, dan Bisu
merdeka.com

Unjuk rasa terkait masalah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali terjadi. Kali ini aksi unjuk rasa terjadi di Kantor SKK Migas Jalan Panglima Sudirman 62, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (27/11/2014) siang. Ratusan mahasiswa yang berasal dari berbagai elemen menyebut Jokowi presiden buta, tuli, dan bisu. Makian ini terlontar terkait kebijakan Jokowi menaikkan harga BBM.

Sebutan Jokowi sebagai presiden buta, tuli, dan bisu ini diaplikasikan dalam sebuah aksi teatrikal yang dilakukan oleh dua orang peserta aksi yang berasal dari Himpunan Mahasiswa Islam (KMI). Satu dari dua peserta aksi tersebut berdiri mengenakan payung hitam dengan mata, mulut, dan telinga yang ditutup rapat. Sedangkan satu peserta lainnya melakukan orasi memberi gambaran konsidi pasca kenaikan harga BBM bersubsidi.

Bapak Jokowi itu buta, tuli juga bisu. Di kantor inilah (SKK Migas), Bapak Jokowi menghancurkan nasib rakyat. Di sinilah Indonesia dihancurkan. Payung ini, menunjukkan Bapak Jokowi dipayungi pemerintahan untuk menghancurkan masa depan rakyat. Mulutnya bisu, matanya buta telinganya tuli,” teriak orator.

Setelah melakukan aksi teatrikal, para mahasiswa yang tergabung dalam Poros Pemuda Energi-Jatim kembali melakukan orasi secara bergantian. Seblum melakukan aksi ini, para mahasiswa ini menggelar aksi unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi pada 18 November 2014 yang lalu di kantor SKK Migas.

Para mahasiswa ini datang ke Kantor SKK Migas dengan melakukan long march yang dimulai drai Monumen Bambu Runcing. Sesampainyaa si Kantor SKK Migas, para demonstran ini langsung menggelar aksi orasi yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan puisi secara bergiliran.

Akibat dari aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh ratusan mahasiswa se-Jawa Timur ini, lalu lintas di Jalan Panglima Sudirman menjadi tersendat. Hal ini disebabkan oleh adanya separuh badan jalan yang diblokir oleh para pengunjuk rasa. Sementara itu, aparat kepolisian yang merupakan gabungan dari Polrestabes Surabaya dan Polda Jawa Timur terlihat menjaga pintu gerbang masuk gedung SKK Migas. Sebagian lagi terlihat mengatur lalu lintas yang tersendat karena adanya aksi unjuk rasa ini.